Hitam Putih Fenomena LGBT di Indonesia
Mar 1, 2016
Kalijodo: Antara HAM dan Kesejahteraan Masyarakat
Mar 3, 2016

Zaphanza: Jaket Gunung Multifungsi Anti Repot

Bagi para pecinta alam terutama pendaki gunung, mendaki tanpa membawa setumpuk peralatan dan perlengkapan di tas carrier nya merupakan hal yang tampak mustahil. Namun, jaket yang satu ini bisa jadi akan mengurangi sebagian besar beban kamu saat mendaki gunung. Jaket yang biasanya hanya menjadi pelindung dari udara dingin, kali ini ada inovasi jaket yang bisa sekaligus menyimpan tenda, berfungsi sebagai sleeping bag, mantel hujan, dan penyimpanan perlengkapan pendakian lainnya. Bagaimana bisa?

Jaket Gunung Zaphanza (Dok. Hanif)

Jaket Gunung Zaphanza (Dok. Hanif)

Zaphanza, sebuah jaket gunung multifungsi inovasi dari lima mahasiswa IPB (M. Ikhwan Hanif, M. Zahwan, Venza Rhoma, Reza Fahmi, dan Panji Laksono) yang dibuat untuk memudahkan para pendaki membawa barang perlengkapannya. Berawal dari kebiasaan mereka yang sering mendaki namun merasa selalu kesulitan membawa perlengkapan yang ada, akhirnya ide pembuatan jaket ini tercetus.

Perlengkapan seperti peta, tenda, ransel (backpack), jaket, baju hangat, head lamp, korek, dan perlengkapan pribadi lainnya membuat beban mendaki lebih besar. “Ditambah dengan semua peralatan tersebut disimpan di tas carrier yang tentunya akan membuat punggung kita merasa lebih letih”, Kata Hanif.

Zaphanza Tampak Belakang (Dok. Hanif)

Zaphanza Tampak Belakang (Dok. Hanif)

Jaket ini memiliki kantung penyimpanan khusus tenda dome yang berukuran 25cm x 25cm berkapasitas 2-3 orang pada bagian dalam. Kantong tersebut dilengkapi pengait berbahan kain untuk menyangga tenda agar tidak turun ke bawah jaket.

Selain sebagai media penyimpanan tenda, fungsi sleeping bag dapat dirasakan secara praktis dengan mengenakan set celana anti air yang dapat langsung dijulurkan dari bagian pinggang jaket, serta mengenakan kupluk full face dan mengatupkan resletingnya sampai menutupi seluruh wajah tanpa perlu khawatir merasa sulit bernafas, karena kupluk tersebut dilengkapi dengan ventilasi udara di bagian hidung.

Bahan taslan membuat jaket ini anti air dan dapat berfungsi sebagai raincoat praktis jika sewaktu-waktu turun hujan. Keunggulan lain jaket ini yaitu memiliki kantung khusus peluit di bagian leher, kantung sendok/garpu dibagian dalam, penyimpanan sarung tangan di bagian tangan, serta tempat-tempat penyimpanan lainnya. Selain itu, kamu tidak akan khawatir kehilangan jejak temanmu ketika mendaki. Jaket ini mempunyai garis pada bagian sisi dan dada yang dapat memantulkan cahaya sehingga dapat dilihat pada jarak jauh.

Bagian Lengan Zaphanza (Dok. Hanif)

Bagian Lengan Zaphanza (Dok. Hanif)

Bagian lengan jaket terdapat sarung tangan, alat penunjuk arah (kompas), dan termometer digital. Resleting utama pada jaket dapat menutup hingga ke ujung rambut untuk melindungi wajah dari debu dan gangguan serangga liar ketika tidur. Adanya lubang ventilasi pada bagian hidung menjadikan pernapasan tetap baik. Pada bagian kerah juga terdapat lubang kecil untuk menyimpan peluit.

“Kehadiran jaket Zaphanza diharapkan mampu mengatasi permasalahan pengemasan perlengkapan pendakian dan model jaket inovatif yang membuat pendaki tampil beda. Selain itu, jaket gunung ini juga memiliki prospek komersialisasi dengan peluang pasar konsumen yang masih sangat terbuka” tutup Hanif kepada tim redaksi berandainovasi.com (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

1 Comment

  1. Muhtajin says:

    Gokil nih jaket, bisa nyimpan tenda, jadi sleeping bag, mantel hujan, dan nyimpen perlengkapan ngedaki lain…

Leave a Reply