Pengembangan Industri Kreatif Skala Mikro dan Kecil Berbasis Pangan Lokal
Mar 18, 2013
Potensi Budidaya Perairan di Pulau Terluar Indonesia
Mar 20, 2013

Uwi-uwian: Tanaman Pangan Lokal yang Belum Banyak Dieksploitasi

uwi_uwi

Uwi-Uwian

Tanaman uwi-uwian (Dioscorea spp.) merupakan tanaman sumber karbohidrat yang banyak tumbuh di Indonesia, namun keberadaannya sekarang ini sudah mulai tersingkir oleh banyaknya tanaman sumber karbohidrat yang berasal dari luar Indonesia. Penanaman uwi-uwian masih cukup luas di pedesaan walaupun juga semakin terancam kelestariannya. Menurut Lisyah (2012), terdapat lebih dari 600 spesies dari genus Dioscorea spp. antara lain Dioscorea hispida (gadung), Dioscorea esculenta (gembili), Discorea bulbifera (gembolo), Dioscorea alata (uwi ungu/purple yam), Dioscorea opposita (uwi putih), Dioscorea villosa (uwi kuning), Dioscorea altassima, Dioscorea elephantipes dan lain-lain dari masing masing varietas umbi uwi tersebut memiliki karakteristik yang beragam.

Selama ini  Dioscorea spp. (uwi-uwian) hanya dimanfaatkan sebagai makanan rebus yang dikonsumsi masyarakat pedesaan. Hanya beberapa jenis seperti gadung yang sudah diolah lebih lanjut menjadi keripik. Uwi-uwian (Dioscorea spp.) secara alami bersifat toleran terhadap kekeringan, hidup merambat dan menghasilkan umbi di dalam tanah. Walaupun keadaan air tidak mendukung, uwi-uwian masih bisa tumbuh dengan baik. Keberadaan uwi-uwian perlu diteliti lebih dalam lagi karena memiliki manfaat baik untuk tubuh. Umbi Dioscorea spp. mengandung lendir kental yang terdiri dari glikoprotein dan polisakarida larut air. Glikoprotein dan polisakarida merupakan bahan bioaktif yang berfungsi sebagai serat pangan larut air dan bersifat hidrokoloid yang bermanfaat untuk menurunkan kadar glukosa darah dan kadar total kolesterol, terutama kolesterol LDL (Low Density Lipoprotein). Oleh karena itu, uwi-uwian memiliki potensi sebagai bahan pangan untuk mencegah penyakit degeneratif seperti obesitas dan diabetes militus.

Menurut Deptan (2013), Jenis uwi-uwian yang masih terdapat di pasar lokal khususnya di Pulau Jawa adalah gadung, gembili dan uwi. Gadung biasanya ditemukan dalam bentuk yang sudah diolah menjadi keripik. Sedangkan uwi dan gembili biasanya terdapat di pasaran dalam bentuk umbi segar. Hingga tahun 1980-an uwi-uwian masih menjadi cadangan pangan penting pada musim paceklik (krisis pangan). Dengan membaiknya perekonomian bangsa, menjadikan sebagian besar masyarakat beralih ke nasi sebagai makanan pokok, dan penggunaan uwi-uwian menjadi hal yang langka, kecuali kripik gadung masih bisa dijumpai di pasaran.

Upaya pengembangan produk pangan terutama yang bersumber dari tanaman jenis wi-uwian sangat perlu untuk dilakukan. Salah satunya berupa tepung uwi-uwian yang dapat dibuat menjadi beranekaragam produk pangan modern sehingga secara potensial dapat dikembangkan dalam industri pangan skala rumag tangga dan menengah. Pengembangan tepung uwi ini diharapkan mampu mengurangi impor tepung terigu yang masih menjadi primadona dalam berbagai produk olahan yang menjamur di Indonesia.

Kekayaan alam Indonesia banyak yang belum tereksplorasi secara optimal. Berbagai bahan pangan lokal yang ada masih belum termanfaatkan dengan baik. Sangat disayangkan jika keberadaan akan manfaat pangan lokal belum banyak diketahui. Penelitian-penelitian yang ada perlu mengarah ke arah pangan lokal sebagai pangan yang memiliki potensi yang luar biasa.

Oleh: Arif Agustian, Mahasiswa Departemen Gizi Masyarakat, IPB

Daftar Referensi:

[Deptan]. 2013. Uwi-uwian: Pangan Alternatif yang Belum Banyak Dieksploitasi. [Terhubung Berkala]. http://www.litbang.deptan.go.id/berita/one/1373/. 17 Maret 2013.

Lisyah. 2012. Umbi Gadung. [Terhubung Berkala]. http://lisyah-ub.blogspot.com/2012/02/umbi-gadung.html. 19 Maret 2013.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

1 Comment

Leave a Reply