Skema Industri Minyak di Indonesia
Apr 27, 2015
Beranda MITI Artikel 2015 ?? Saatnya Energi Masa Kini
2015? Saatnya Energi Masa Kini
Apr 29, 2015

Usir Hama dengan Mr. Scrow

Usir Hama dengan Mr. Scrow

Usir Hama dengan Mr. ScrowHama selalu menjadi momok menakutkan bagi para petani. Tak hanya mengganggu pertumbuhan, hama juga mengancam produktivitas panen. Sayangnya, pengendalian hama konvensional masih dilakukan dengan pestisida. Padahal pestisida tak sepenuhnya aman. Penggunaan pestisida yang berlebihan dapat mengganggu ekosistem pertanian. Pestisida disinyalir hanya menaklukkan hama sesaat, setelahnya justru akan terjadi resisten bagi hama itu sendiri. Maka dibutuhkan mekanisme pengendalian hama yang lebih efektif dan ramah lingkungan.

Menjawab tantangan tersebut, Mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem (TMB) IPB berhasil menggagas sebuah ide inovatif. Mr.Scrow (Monster Scrow-red) disiapkan sebagai solusi pengendalian hama yang efektif dan ramah lingkungan. Uniknya, alat ini berbasis gelombang ultrasonik dan light traps. “Kami sadari beberapa jenis serangga mudah tertarik dengan cahaya dan beberapa lagi akan merasa terganggu dengan gelombang suara ultrasonik,” ujar Atri Ariska Alfa selaku penggagas ide.

Gelombang ultrasonik dan light traps yang diintegrasikan dalam satu kesatuan alat tersebut menurut Atri lebih ramah lingkungan daripada penggunaan pestisida. Selain tak menggunakan bahan kimia, pengendalian hama dilakukan dengan memanfaatkan sifat biologis hama itu sendiri. Lalat dan ngengat contohnya akan sangat tertarik dengan pancaran cahaya, sedangkan belalang akan terganggu dengan gelombang ultrasonik.

Secara fungsional, Mr. Scrow yang dirancang oleh Atri dan rekan-rekannya terdiri dari unit pembangkit gelombang ultrasonik, unit pemancar cahaya, serta sumber tenaga listrik. Unit pembangkit gelombang ultrasonik sendiri menggunakan alat khusus yang dijual di pasaran. Pembangkit gelombang ultrasonik disusun oleh sebuah transduser ultrasonik yang diberi gelombang kontak dengan frekuensi sekitar 40 Khz sampai dengan 60 Khz. Gelombang kontak dihasilkan oleh untai multivibrator yang disusun oleh IC 555 yang bekerja secara astable. Alat ini dipasang pada bagian rangka atas. Sedangkan unit pemancar cahaya menggunakan beberapa buah bohlam pancaran jingga 60 Watt. Pada bagian bawah bohlam, terdapat kipas angin tipe exhause yang berfungsi menghasilkan gerakan turbulensi udara sehingga serangga yang terbang mengitari bohlam tersedot ke bawah dan diteruskan ke saluran penampung.

Sementara itu, sumber tenaga listrik didapatkan dengan memanfaatkan sinar matahari melalui panel surya. Panel surya ini dihubungkan ke aki motor. Energi yang ditanggap oleh panel surya akan dikonversi menjadi energi listrik DC yang disimpan di dalam aki. Inverter akan mengubah arus listrik DC menjadi arus listrik AC. Arus listrik AC inilah yang kemudian digunakan sebagai sumber tenaga.

Sebagai penghematan energi, Mr. Scrow menggunakan metode operasi dual shift. Pembangkit gelombang ultrasonik bekerja dari pagi hingga sore hari untuk memancarkan gelombang pengganggu aktivitas hama, sehingga hama dapat menjauh dari lahan pertanian. Light Trap bekerja dari sore hingga malam yang berfungsi untuk memerangkap hama sehingga populasinya dapat terkendali. Semua komponen tersebut bekerja secara otomatis dengan perlakuan multivibrator berbasis jam.(*)

 

David Pratama
David Pratama

Mahasiswa tingkat akhir Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB. Aktif menulis jurnalistik dan sastra.

Leave a Reply