‘Mikrokapiler’ Praktis untuk Deteksi Stroke
Jul 4, 2014
Sabun Herbal Berbahan Cokelat dan Yoghurt dari UNDIP
Jul 8, 2014

Unik: Batik Jaringan Tubuh dari UGM

Batik Jaringan Tubuh karya mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM/ (Dok. Universitas Gadjah Mada)

Batik Jaringan Tubuh karya mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM/ (Dok. Universitas Gadjah Mada)

Batik Jaringan Tubuh karya mahasiswa Fakultas Kedokteran UGM.
(Dok. Universitas Gadjah Mada)

Satu inovasi lagi dari anak negeri. Bagi penggemar batik, inovasi ini dapat menjadi salah satu pilihan untuk dikoleksi. Kumarhagyan Batik, produk mahasiswa Fakultas Kedokteran Universitas Gadjah Mada (FK UGM) ini mengembangkan motif unik dan warna menarik.

Motif batik yang didesain oleh Amalia Rani Setyawati, Suci Ardini Widyaningsih, Nisa Karima, Nurulita Ainun Alma, dan Hilda Dwi Mahardiani ini menghadirkan nuansa yang berbeda. Mereka menggunakan gambar jaringan tubuh makhluk hidup (histologi) sebagai motif.

Lima mahasiswi ini terinspirasi ketika mereka mempelajari histologi di semester awal perkuliahan. “Waktu itu dijelaskan struktur ginjal glumerulus dan bentuknya memang indah. Sehinga beliau berkata struktur ginjal tersebut bagus kalau misalnya dituangkan menjadi motif batik. Dari pengalaman itu kami mulai pembuatan kreasi batik histologi ini,” ujar Nisa dalam jumpa pers seperti yang dirilis oleh situs resmi UGM.

Kumahargyan Batik di produksi dalam dua desain, yaitu motif muskolokeletal dan fertilisasi-implantasi. “Kami memilih gambar jaringan tubuh makhluk hidup karena memang belum ada yang memakainya sebagai motif batik.  Selain itu jaringan tubuh memiliki bentuk yang bagus sehingga cocok dituangkan menjadi motif batik,” jelas Nisa. Motif muskuloskeletal menggambarkan sistem pergerakan otot, rangka, dan tulang. Sedangkan motif fertilisasi-implantasi merefleksikan proses pembuahan dan penempelan janin dalam dinding rahim. Warnanya pun bervariasi.

Konsumen tidak perlu merasa khawatir batik yang mereka kenakan pasaran, karena Kumahargyan Batik diproduksi terbatas setiap warna. Batik ini dibanderol Rp 145.000,00 per dua meter untuk motif muskuloskeletal dan Rp 165.000,00 untuk motif fertilisasi-implantasi.

Batik ini dapat menjadi media pendidikan bagi masyarakat untuk mengenal jaringan tubuh. “Jadi dalam kemasan batik kita sertakan informasi terkait arti pola histologi dan info kesehatan lainnya. Harapannya melalui batik ini bisa memberikan pendidikan kesehatan pada masyarakat,” terang Nisa.

Batik ini dibuat dengan metode cap semi tulis. Proses produksinya dilakukan secara kemitraan dengan pengrajin batik di daerah Pandak Bantul, Yogyakarta. (DWH)

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply