Pencegahan Krisis Energi Sejak Dini
Nov 28, 2013
Diskusi Bulanan Kajian Kebijakan
Dec 3, 2013

Era Energi Terbarukan dan Unconventional Hydrocarbon Sebagai Energi Primer Berkelanjutan Indonesia

Tingkat konsumsi nasional menempatkan petroleum pada urutan pertama dengan konsumsi 30%,natural gas 19%,coal 22%, dan Biomassa & Renewables sebesar 29%. Semakin meningkatnya tingkat pertumbuhan manusia yang memacu meningkatnya tingkat konsumsi energi akan mengakibatkan cadangan energi fosil semakin menipis. Hal ini sangat terbukti karena sampai sekarang belum banyak ditemukan sumber lapangan baru. Diperkirakan cadangan Minyak indonesia sebesar 3,6 miliar barrels dengan estimasi masih bisa bertahan 11 tahun untuk konsumsi masyarakat indonesia. Maka menemukan energi baru terbarukan dan alternatif adalah hal yang wajib untuk mengatasi semakin menurunnya cadangan energi fosil.

200155279-001

Sumber ilustrasi: gettyimages.com

Letak indonesia yang berada di tumbukan tiga lempeng tektonik yaitu Eurasia, Indo-Australia, dan lempeng pasifik membuat indonesia mempunyai cadangan energi hidrokarbon non konvensional seperti Cold Bed Methane (CBM) dan Shale gas. Selain itu, Posisi indonesia sebagai negara kepulauan akan menghasilkan energi terbarukan yang beraneka ragam seperti Panas Bumi,Angin,Tenaga air,Biomassa,Biodisel,dan Hydro. Manfaat dari Shale gas dan CBM sendiri digunakan untuk bahan bakar kendaraan, listrik, runah tangga dan industri. Sedangkan untuk Panas bumi dan hydro untuk listrik, Biomassa untuk listrik dan bahan bakar industri.

Indonesia mempunyai lima cekungan cadangan potensial shale gas dengan jumlah 3230 Tcf yaitu di Sumatera Utara ( 338 Tcf ), Sumatera Tengah ( 558 Tcf ), Sumatera Selatan ( 964 Tcf ), Jawa Timur dan Jawa Barat ( 722 Tcf ), Papua Barat ( 648 Tcf ). Jumlah cadangan ini setara dengan 437.607.038.115 barrels atau 437 miliar barrels oil. Perhitungan cadangan CBM sendiri di Central Sumatra basin ( 52,50 Tcf ), Ombilin Basin ( 0,50 Tcf ), South Sumatra Basin ( 183,00 Tcf ), Bengkulu Basin ( 3,60 Tcf ), Jatibarang Basin ( 0,80 Tcf ), Pasir and Asem Basin ( 3,00 Tcf ), Kutei Basin ( 80,40 Tcf ), North Tarakan Basin ( 17,50 Tcf ), Berau Basin ( 8,40 Tcf ), Southwest Sulawesi basin ( 2,00 Tcf ).Jumlah cadangan CBM di indonesia sebesar 351,7 Tcf setara dengan 51.568.914.955 barrels atau 51 miliar barrels oil.

Sedangkan cadangan potensial dan terbukti untuk Energi terbarukan yaitu Hydro ( Cadangan 75.000 MW, Kapasitas Terpasang 6.848,46 MW dengan rasio KT/C 9,13 % ), Panas Bumi (Cadangan 28.617 MW, KT 1.341 MW dengan rasio KT/C 4,6 % ), Biomassa ( Cadangan 49.810 MW, KT 1.644,1 MW, rasio 3,3 % ), Tenaga Surya (Cadangan 4,80 kWh/m2/day, KT 27,23 MW ), Tenaga Angin ( Cadangan 3-6 m /s ,KT 1,4 MW ). Jumlah Cadangan untuk Hydro,Panas Bumi dan Biomassa adalah 153.427 MW dan baru terpasang 9833,56 MW. Jumlah cadangan ini setara dengan 4.049.392,9619 Barrels oil.

Dari perhitungan total cadangan shale gas, CBM, panas bumi, Biomassa,dan Hydro yang telah dieksplorasi sampai sekarang sebesar 525.180.002.462,9619 barrels oil atau 525 miliar barrels oil. Maka, sudah era-nya energi terbarukan dan hidrokarbon non konvensional untuk menjadi sumber energi utama menggantikan energi fosil yang hampir habis. Penyebaran yang merata membuat Indonesia akan menjadi negara pengembang energi terbarukan terbesar di dunia.

Nur Aziz Ribowo,

Mahasiswa Jurusan Geofisika UGM, Aktif dalam Divisi Eksternal Komite Kedaulatan Energi Mahasiswa UGM 

 

Referensi :

Kusdiana, Badan.2008.  Kondisi Riil Kebutuhan Energi Di  Indonesia Dan Sumber-sumber Energi Alternatif Terbarukan. Jakarta : Direktorat Jenderal Listrik dan Pemanfaatan Energi  Departemen Energi dan Sumber Daya Mineral.

Inovasi ISSN : 0917-8376 Vol. 5/XVII/November 2005.  Diversifikasi Energi : Solusi Krisis.Perhimpunan Pelajar Indonesia di Jepang.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply