Memperkuat Ketahanan Ekonomi Nasional Melalui Percepatan Peralihan Energi Minyak Bumi ke Gas dan Energi Terbarukan
Oct 18, 2013
Energi non-Konvensional Berbasis Kelautan untuk Masa Depan Indonesia
Oct 22, 2013

Turbin Savonius: Pemanfaatan Energi Angin Untuk Sistem Penerangan Kapal

Indonesia merupakan negara berkembang dimana masih banyak melakukan pembangunan disegala bidang tak terkecuali dengan industri perkapalan. Dengan harga minyak yang terus naik dan meningkatnya permintaan minyak untuk pembangunan serta produksi bahan bakar nabati yang belum maksimal, tentunya ini bisa menjadi salah satu faktor dalam menghambat perkembangan industri perkapalan di Indonesia.

Dengan demikian penting untuk memulai mengembangkan energi alternatif yakni energi terbarukan yang bisa diaplikasikan pada kapal. Penggunaan energi terbarukan pada kapal sudah dimulai oleh beberapa negara antara  lain jerman dengan sky sail, yakni penggunaan layang-layang raksasa untuk menarik kapal kontainer dan hasilnya terjadi penghematan bahan bakar sebesar 35%, jepang dengan pemasangan panel surya pada kapal pengangkut mobil.

Energi terbarukan yang kini sedang dikembangkan adalah penggunaan pembangkit listrik tenaga angin, dengan menggunakan turbin savonius, diaplikasikan pada area dek atas dari kapal. Hal ini dilakukan karena energi angin tersedia sepanjang hari, baik siang maupun malam, walaupun energi angin berfluktuatif namun akan lebih stabil hasilnya ketika kapal sedang berlayar karena mendapat hempasan dari kapal yang sedang berlayar.

Gambar 1 Turbin savonius

Dari segi desain turbin savonius memiliki desain yang sangat simpel, kompak, memiliki bentukan blade yang sederhana dan tidak memerlukan pengarah untuk mengarahkan turbin kearah angin, karena dengan bentukannya yang menyerupai huruf  S dengan sumbu  vertikal maka dapat menangkap angin dari segala arah, sehingga ini merupakan salah satu kelebihannya. 

Gambar 2 rencana aplikasi turbin savonius

Pada gambar diatas adalah rencana pemasangan pada kapal Ferry 750 GT, dilakukan pemasangan 20 unit turbin savonius. Dengan daya generator setiap turbinnya sebesar 200 watt. Dengan kecepatan angin yang berfluktuatif diasumsikan listrik yang dapat dihasilkan hanya setengahnya yaitu 100 watt pada kecepatan angin 8 m/s, dengan adanya angin selama 24 jam maka listrik yang dihasilkan mampu mencapai 4,8 kVA perharinya, dengan kebutuhan listrik untuk penerangan 3,6 kVa tentunya hasil tersebut sudah mencukupi.

Kedepannya  dengan melakukan modifikasi dengan memperbesar area dek atas dari kapal agar dapat menampung lebih banyak lagi turbin, sehingga hasilnya bisa lebih besar dan bukan tidak mungkin dapat menggantikan peran dari generator utama dalam menghasilkan listrik, tentunya ini akan berdampak pada penggurangan pemakaian bahan bakar dan semakin kompetitifnya transportasi laut dengan mode transportasi lainnya. Pada tahap awal listrik yang dihasilkan akan terlebih dahulu disimpan pada baterai untuk selanjutnya digunakan sesuai dengan kebutuhan pada kapal.

Arif Prasetyo

Mahasiswsa Fakultas Teknologi Kelautan, Darma Persada

Referensi:

Ahmad Hemami. Wind Turbine Technology : USA.Cengage Learning.

Mohamed Hassan.2011. Design Optimization of Savonius and Wells Turbines.(thesis).Deutch:Otto Von geuricke Universitat magdenburg.

Soelaiman,A. 2007. Perancangan,pembuatan dan pengujian prototipe SKEA menggunakan rotor savonius windshide.(Tugas Akhir) Bandung: Institiut Teknologi Bandung.

Alfin.2003. Analisa Hasil Rancangan Kincir Angin Model Savonius Untuk Inverter. (Tugas Akhir) Kendari : Universitas haluoleo.

Sumber ilustrasi: www.prestowind.com

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply