Raden Melawan Radiasi
Feb 24, 2016
Tidak lagi Mengantuk dengan Helm Anti-Kantuk
Feb 29, 2016

Tiga Komoditas Ini Menjadi Prioritas Utama Kedaulatan Pangan 2017, Apa Sajakah?

Komoditas pangan

Sawah Terasering Bali

Pemerintah Indonesia era Presiden Jokowi telah menetapkan swasembada pangan menjadi target utama program pembangunan dalam tiga tahun, yaitu tahun 2015-2017. Pemerintah melalui badan litbang pertanian Kementerian Pertanian bekerja sama dengan instansi pendukung pada awal 2015 lalu telah menetapkan program upaya khusus (Upsus) tiga komoditas pangan untuk menyukseskan kedaulatan pangan pada tahun 2017, yaitu padi, jagung, dan kedelai yang selanjutnya disebut Upsus Pajale. Lalu apakah program Upsus Pajale itu dan bagaimana kondisi tiga komoditas pertanian utama tersebut saat ini di Indonesia? Berikut ulasannya

Program Upsus Pajale ini merupakan serangkaian program dukungan langsung, pengawalan serta pendampingan yang terintegrasi untuk meningkatkan produksi pangan nasional terutama di tiga komoditas utama yang menjadi prioritas. Bantuan telah disiapkan pemerintah dalam bentuk dana, benih unggul, pupuk, alat dan mesin teknologi pertanian, perbaikan lahan dan irigasi, serta mempersiapkan pasar untuk pemasaran pasca panen.

Pendampingan dan pengawalan juga dilakukan bersama dengan berbagai instansi. Tidak hanya penyuluh THL dan babinsa, namun juga PNS eselon 2 kementerian diberikan tanggung jawab untuk mengawal pelaksanaan upsus di 4-5 kabupaten sentra pajale di Indonesia (Biogen Balitbangtan, 2015). Selain itu, pemerintah juga bekerja sama dengan penyuluh swadaya (petani) dan mahasiswa melalui program akademik seperti KKN (Kuliah Kerja Nyata).

Saat ini terdapat 5 STPP (Sekolah Tinggi Penyuluhan Pertanian) dan 14 Perguruan Tinggi Negeri yang terliabt pada program ini. Lima STPP yang terlibat adalah STPP Medan, STPP Bogor, STPP Magelang, STPP Malang, dan STPP Gowa. Sedangkan untuk PTN yang terlibat adalah Universitas Syiah Kuala (Aceh), Universitas Sumatera Utara (Sumut), Universitas Andalas (Sumbar), Universitas Sriwijaya (Sumsel), Universitas Lampung (Unila), Institut Pertanian Bogor (Bogor), Universitas Gajah Mada (Yogyakarta), Universitas Lambung Mangkurat (Kalsel), Universitas Tanjungpura (Kalbar), Universitas Brawijaya (Malang), Universitas Udayana (Bali), Universitas Mataram (NTB), Universitas Tadulako (Sulteng), dan Universitas Hasanuddin (Sulsel).

Sementara itu, bagaimanakah kondisi terkini tiga komoditas pajale?

  1. Padi

padi

Paditb

Tabel 1. Data Luas Panen, Produksi, Produktivitas Padi di Indonesia 2011-2015 (BPS)

Menurut data Badan Pusat Statistik tahun 2015 (lihat Tabel 1), angka luas panen padi dalam satuan Hektar (Ha) meningkat pada tahun 2011-2015. Walaupun sempat terjadi penurunan hampir 0.3% pada tahun 2014 yang sebelumnya 13.835.252 ton Ha (pada tahun 2013) menjadi 13.797.307 Ha. Pada tahun 2014, produksi gabah kering giling (GKG) juga sempat menurun sekitar 0.63% dari tahun 2013 menjadi 70,8 juta ton. Namun produksi berhasil meningkat kembali pada tahun 2015 sebesar 74,99 juta ton atau naik hampir 6%. Hal ini disebabkan karena produktivitas padi meningkat dari yang awalnya 51.35 kuintal/hektar pada tahun 2014, menjadi 52.89 kuintal/hektar pada tahun 2015.

2. Jagung

An ear of corn isolated on a white background

Tabel 2. Data Luas Panen, Produksi, Produktivitas Padi di Indonesia 2011-2015

Tabel 2. Data Luas Panen, Produksi, Produktivitas Jagung di Indonesia 2011-2015 (BPS)

Sempat menurun pada tahun 2013, luas panen (Ha) jagung terus meningkat dengan rata-rata 0.5% pada tahun 2014 dan 2015. Produksi dalam ton juga terus mengalami peningkatan antara 2.7%-4.2% pada tahun 2014 dan 2015 dengan angka terakhir pada tahun 2015 sebesar 19,8 juta ton pipilan jagung kering. Produktivitas pipilan jagung kering juga mengalami peningkatan. Pada tahun 2015 terjadi peningkatan sebesar 1.85 kuintal/hektar dari tahun 2014 (lihat Tabel 2). Hal ini terjadi karena mayoritas provinsi dengan produksi jagung terbesar di Indonesia seperti Sumatera Utara, Jawa Tengah, Jawa Timur, dan Sulawesi Selatan mengalami peningkatan produktivitas 1.5 s.d. hampir 4 Kw/Ha. (Data lengkap dapat dilihat di bps.go.id).

3. Kedelai

kedelai

Tabel 3. Data Luas Panen, Produksi, Produktivitas Kedelai di Indonesia 2011-2015

Tabel 3. Data Luas Panen, Produksi, Produktivitas Kedelai di Indonesia 2011-2015 (BPS)

Produksi biji kering kedelai meningkat 175.005 ton (22.4%) pada tahun 2014 dan 27.970 ton (2.93%) pada tahun 2015. Peningkatan produksi ini disebabkan karena peningkatan luas panen sebesar 11.78% pada tahun 2014 dan 1.49% pada tahun 2015. Penurunan produktivitas pada tahun 2013 diimbangi dengan kenaikan produktivitas biji kedelai kering pada tahun 2014 dan 2015. Kenaikan produktivitas 1.35 kuintal/Ha (9.35%) terjadi pada tahun 2014 dan 0.22 kuintal/Ha (1.42%) pada tahun 2015. Data kedelai dapat dilihat pada Tabel 3.

Walaupun lahan pertanian semakin berkurang dengan adanya konversi ke lahan non pertanian, industri, degradasi dan rusaknya irigasi serta pertumbuhan impor komoditi pangan semakin meningkat dalam 5 tahun terakhir (bps.go.id).  Namun, data produksi, luas panen dan produktivitas pajale tahun 2011-2015 tersebut dapat menjadi gambaran positif dalam usaha menjadikan Indonesia daulat pangan pada tahun 2017.  Mari bersama kita sukseskan Upsus Pajale 2015-2017. Bravo Pertanian Indonesia! (NMY)

 

Referensi:

Badan Pusat Statistik. 2015. (http://www.bps.go.id)

BB Biogen Balitbang Kementerian Pertanian. 2015. http://biogen.litbang.pertanian.go.id/index.php/2015/02/upaya-khusus-upsus-swasembada-pangan-2015-2017/

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

2 Comments

  1. Nuhun infonya kakak. Pas banget!!!

Leave a Reply