Tiga Komoditas Ini Menjadi Prioritas Utama Kedaulatan Pangan 2017, Apa Sajakah?
Feb 25, 2016
Gelombang Gravitasi Terdeteksi, Ruang Waktu Benar-Benar Elastis
Feb 29, 2016

Tidak lagi Mengantuk dengan Helm Anti-Kantuk

Bisa jadi sebentar lagi kopi akan tergantikan oleh sebuah helm. Pasalnya, Dua Mahasiswa (Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan) dari Universitas Surabaya (UBAYA) telah menemukan helm yang mampu mencegah rasa kantuk bagi pengemudi. Mereka menamai helm anti-kantuk ini Androsys (Anti Drowning System).

Ide pembuatan Androsys muncul dari maraknya kecelakaan lalu lintas karena pengemudi yang mengantuk. “Idenya dari nonton televisi terkait berita kecelakaan lalu lintas yang penyebab utamanya didominasi rasa kantuk.” Kata Ricky.

brt948545595

Kristiawan Manik dan Ricky Nathaniel Joevan

Keunikan dari androsys adalah helm ini menggunakan denyut nadi sebagai sensor kantuk, bukan syaraf otak seperti helm anti-kantuk pada umumnya. Oleh karenanya, helm androsys dapat dimiliki dengan harga yang cukup murah, hanya Rp 500 ribu. Sedangkan helm anti-kantuk yang menggunakan syaraf otak bisa mencapai hingga Rp 10 juta perunit nya.

Androsys

Androsys

Cara kerja dari androsys adalah dengan menggunakan alat sensor (micro-controller) untuk mengukur denyut nadi pengemudi. Jika denyut nadi pengemudi di bawah 80 denyut/menit, maka sensor akan mengirimkan sinyal ke vibrator. Lalu vibrator yang ada di sisi atas helm tersebut akan bergetar dan membuat pengemudi tersadar,

Denyut nadi 80 denyut/menit digunakan batas kesadaran pengemudi dikarenakan pada angka tersebut manusia normal terjada. Sedang di bawah angka 80 denyut/menit, manusia normal akan mengantuk. Memang denyut nadi orang mengantuk bisa saja berbeda-beda. Oleh karenanya, “alat itu bisa disesuaikan untuk setiap orang” kata Ricky.

Peragaan Pemakaian Helm Androsys

Menurut Sunardi Tjandra, dosen yang membimbing Ricky dan Kristiawan, keunggulan androsys terletak pada harganya yang murah dan tidak merubah struktur helm.

Androsys pun pada Agustus 2014 berhasil membawa pulang medali emas dalam kategori inovasi dari ajang International Invention Inovation and Design di Universiti Teknologi Mara Segamat, Johor, Malaysia. Dalam ajang tersebut, Androsys berhasil mengalahkan 112 peserta dari Amerika, Swedia, Australia dan Malaysia (BTA)

Bagus Tri Adikarya
Bagus Tri Adikarya
Bekerja di Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi (MITI) sebagai Peneliti dan Analis data.

Leave a Reply