Bagaimana Penentuan Harga BBM di Indonesia?
Apr 6, 2015
Fluktuasi Nilai Upah Buruh Tani
Apr 9, 2015

THREGER, Charger Unik dari Panas Knalpot

Beranda Inovasi Lintas Inovasi THREGER, Charger Unik dari Panas Knalpot

Beranda Inovasi Lintas Inovasi THREGER, Charger Unik dari Panas Knalpot Siapa sangka knalpot kendaraan bermotor yang selama ini identik dengan gas buang dan pencemaran lingkungan ternyata bisa digunakan sebagai charger telepon seluler. Pada dasarnya knalpot menyimpan panas hasil pembakaran kendaraan bermotor. Efisiensi penggunaan panas bahan bakar pada motor bakar bensin sebesar 25% sedangkan 40% panas dibuang melalui knalpot motor (mufler).

Berangkat dari informasi tersebut, Amiril Mukminin mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB memiliki ide inovatif untuk memanfaatkan panas yang terbuang percuma di lingkungan. Bila dihitung dan diamati, jumlah motor di Indonesia tiap tahun mengalami peningkatan dan mengakibatkan kemacetan di jalan raya. Bisa dibayangkan besarnya energi yang terbuang ke lingkungan saat terjadi kemacetan maupun tidak dengan presentase energi terbuang sebesar 40% dikalikan jumlah kendaraan di Indonesia.

Amir dan rekan satu timnya yang beranggotakan Putra Nurrahman, Prakoso serta Achmad Solikhin berinovasi untuk memanfaatkan panas buang motor bakar tersebut menjadi sumber energi listrik yang dapat digunakan untuk mengisi ulang baterai. “Ini bisa dimanfaatkan langsung oleh si pengendara sendiri untuk mengisi baterai handphone-nya,” ungkap Amir. Terlebih pengguna smartphone banyak yang mengalami kesulitan untuk mengisi ulang baterai HP atau gadget mereka saat sedang mengendarai motor. “Di sinilah Threger dapat membantu mengatasi permasalahan di masyarakat,” kata Amir pula.

Komponen utama dari Threger ini terdiri dari dudukan aluminium yang digunakan sebagai penangkap panas knalpot, termoelektrik Peltier, heatsink, dan unit DC-Converter. Tegangan keluaran dari Threger konstan pada tegangan 5.5 volt dengan arus listrik sebesar 1.5 Ampere.

Mekanisme konversi energi panas buang motor bakar menjadi sumber energi listrik cukup sederhana. Motor dinyalakan sehingga timbul panas dari mesin. Beberapa saat, suhu knalpot meningkat dan panas tersebut dikonversi menjadi listrik oleh Threger. Tegangan dinaikkan dan distabilkan oleh DC Converter. Setelah itu, kabel USB gadget dipasang pada port USB dan terjadi proses recharge baterai handphone.

Inovasi dalam konversi energi panas menjadi energi listrik melalui Threger ini telah mengantarkan Amir dan timnnya melaju ke Pekan Ilmiah Mahasiswa Nasional (PIMNAS) XXVII di Universitas Diponegoro lalu.

Migas-603x339

David Pratama
David Pratama

Mahasiswa tingkat akhir Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB. Aktif menulis jurnalistik dan sastra.

Leave a Reply