Beranda MITI Artikel Transportasi Memprihatinkan, BBM Mengkhawatirkan
Transportasi Memprihatinkan, BBM Mengkhawatirkan
May 18, 2015
Belajar dari (Mantan) Klub-Klub Juara
May 20, 2015

Theofilin, Bantu Uji Mutu Teh Hitam Orthodox

Theofilin Bantu Uji Mutu Teh Hitam Ortodox

Theofilin Bantu Uji Mutu Teh Hitam OrtodoxApakah Anda termasuk pecinta teh? Jika iya, tentu Anda berkeinginan menyeduh teh yang berasal dari pucuk yang bermutu dan berkualitas, bukan? Mutu dan kualitas teh siap seduh sangat ditentukan dari proses pengolahan teh tersebut. Salah satu proses pengolahan yang menjadi cikal bakal teh bermutu adalah sortasi.

Sortasi teh hitam dilakukan secara bertahap atau batch. Untuk ulangan pertama, akan menghasilkan grade I, ulangan kedua akan mengasilkan grade II, dan yang terakhir akan menghasilkan grade III. Secara umum prinsip yang digunakan pada proses sortasi ini adalah seleksi berdasarkan ukuran menggunakan kawat mesh, dan seleksi berdasarkan berat jenis partikel menggunakan winnower.

Kelemahan dari metode manual grading ini terletak pada human error. Tak bisa dipungkiri faktor kelelahan dan ketelitian dari manusia menyebabkan produk akhir yang dihasilkan tidak seragam. Selain itu, controlling mutu pada sistem manual sulit dilakukan. Padahal, kesalahan pada satu tahap produksi secara langsung akan mempengaruhi flavor teh tersebut.

Berangkat dari hal tersebut, Avicienna Ulhaq Muqodas, Muhammad Muzakkir, Angga Wirakusuma, Mu’minah Mustaqimah, serta Bayang Nuansa Salju menggagas penggunaan image processing sebagai alat bantu sortasi mutu. Image processing atau disebut juga pengolahan citra merupakan proses pengolahan dan analisis citra yang banyak melibatkan persepsi visual. Pengolahan citra yang dimaksud adalah proses yang mempunyai data masukan dan informasi keluaran yang berbentuk citra.

Secara fungsional, Theofilin dilengkapi dengan Raspberry Pi camera yang dapat mengambil citra, menyimpannya dalam microSD, lalu mengolahnya dengan sistem komputasi komputer. Mekanisme kerja alat ini cukup sederhana. Mula-mula alat mengambil citra dari sampel standard yang dijadikan acuan oleh pabrik untuk melakukan produksi, menyimpannya ke dalam memori. Setelah itu, gambar dari sampel yang akan diuji diambil. Dari kedua gambar yang telah didapatkan tersebut, dilakukan komparasi dan pemberian respon hasil pada user.

Dimensi alat yang dirancang oleh Mahasiswa Teknik Mesin dan Biosistem IPB ini cukup compact dan mudah digunakan. “Ukuran yang kami desain sebesar 30 x 45 cm, sudah termasuk dengan layar dan tray untuk input sampel teh yang akan diuji,” jelas Avicienna.

“Tentu saya dan rekan yang lain berharap Theofilin bisa membantu pabrik untuk melakukan evaluasi mutu produk teh, sehingga dapat menjaga keseragaman hasil produk teh hitam,” terang Avicienna pula.

teh hitam

David Pratama
David Pratama

Mahasiswa tingkat akhir Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB. Aktif menulis jurnalistik dan sastra.

Leave a Reply