Cetakin.id : Program Printing Online Karya Anak UI
May 4, 2016
Big Data: Era Baru Pertanian
May 7, 2016

Tertarik dengan Bahasa Jawa, Google Menggandeng UGM dalam Inovasi Text-To-Speech Berbahasa Daerah

Google Text To Speech Application via cultofandroid.com

Google Text To Speech Application via cultofandroid.com

Google Text To Speech Application via cultofandroid.com

Apakah kamu memiliki aplikasi Google text-to-speech pada telepon genggammu?

Google text-to-speech merupakan aplikasi yang membuat telepon genggam mampu ‘membaca’ teks yang tertera di layar. Aplikasi ini biasa digunakan agar pada aplikasi Google Play Books, telepon genggam dapat bersuara membacakan buku favoritmu; Atau, jika kamu menggunakan aplikasi Google Translate, setelah mengetikkan kata-kata dalam Bahasa Inggris dan menekan logo speaker, maka aplikasi text-to-speech akan membuat telepon genggammu mampu melafalkan kata berbahasa Inggris tersebut dengan pengucapan yang tepat. Pernah mencobanya kan?

Nah, Perusahaan Google tengah berupaya agar fasilitas text-to-speech bisa digunakan untuk Bahasa Jawa. Hal ini dilakukan mengingat populasi penutur Bahasa Jawa cukup banyak. Bahasa Jawa akan menjadi bahasa daerah pertama di Indonesia yang akan didigitalisasi.

Google Text To Text Engine via stackoverflow.com

Google Text To Text Engine via stackoverflow.com

Upaya yang dilakukan oleh Google merupakan bagian dari Project Unison, yakni kegiatan riset sejak tahun 2015 untuk mengeksplorasi pendekatan inovatif dalam mengembangkan aplikasi text-to-speech untuk bahasa-bahasa yang dikategorikan sebagai low resource language, termasuk berbagai bahasa daerah yang ada di dunia. Dalam mengerjakan Project Unison untuk pengembangan aplikasi text-to-speech Bahasa Jawa, Perusahaan Google menjalin kerjasama dengan Universitas Gadjah Mada (UGM). Proses pengumpulan rekaman tuturan Bahasa Jawa sebagai database yang diperlukan untuk aplikasi tersebut akan dilakukan oleh pihak UGM.

Diakui oleh Manajer Program Senior Google untuk Low Resource Languages, Linne Ha, proses pengumpulan data untuk bahasa-bahasa daerah memang sangat sulit dilakukan sendiri oleh pihak Google. Karenanya, kerjasama dengan pihak UGM menjadi sangat penting. Dengan demikian, pihak UGM telah berpartisipasi dalam melestarikan Bahasa Jawa sebagai salah satu bentuk budaya lokal.

Salah satu hal yang menarik dalam project ini ialah bahwa rekaman suara yang digunakan tidak hanya melibatkan satu orang voice talent dengan memproses rekamannya di sebuah studio profesional. Untuk project ini, rekaman suara akan didapatkan dari penutur dan lingkungan yang beragam untuk memperkaya data mengenai dialek-dialek khas Bahasa Jawa yang cukup beragam. Metode ini juga digunakan agar hasil rekaman nantinya tetap terdengar sebagai suara manusia secara umum namun tidak merujuk pada suara pribadi tertentu.

Jadi tak sabar menantikan Mbah Google yang berbicara layaknya Wong Jowo nih!

Diolah dari:

http://ugm.ac.id/id/berita/11614-ugm.dan.google.kembangkan.aplikasi.text.to.speech.bahasa.jawa

 

Ulya Amaliya
Ulya Amaliya

After studying International Relations in Gadjah Mada University, she dedicated herself as NGO’s officer of Social Research and Data Analysis in Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply