Bioinformatika : Harmonisasi Teknologi Informasi dan Bioteknologi Di Era Cyber
Sep 22, 2014
Membangun Pertanian dengan Cyber Extension
Sep 24, 2014

Terobosan Cerdas Penunjang Kerja Petani

1Menjadi seorang petani ternyata merupakan pekerjaan yang masih dipandang menjijikkan, kotor, dan kurang menjanjikan bagi sebagian masyarakat di Indonesia, bahkan oleh alumni fakultas pertanian itu sendiri. Anggapan tersebut didasarkan data Taryono (2008), bahwa hanya 25,86 % alumni Fakultas Pertanian Universitas Gadjah Mada (Faperta-UGM) yang ingin bekerja sesuai bidang ilmu yang ditekuni. Selain itu, terdapat fakta bahwa sangat jarang anak-anak bangsa ini yang bercita-cita menjadi seorang petani, mereka lebih memfavoritkan untuk menjadi dokter, pilot, astronot, guru, dan presiden (Legoh, 2014). Meskipun demikian, sekitar 40 % masyarakat Indonesia masih memiliki mata pencaharian di bidang pertanian (BPS, 2014), dimana sektor pertanian selalu menjadi andalan dalam pembangunan perekonomian nasional (Daryanto, 2011).

Pembangunan sektor pertanian yang mendorong pertumbuhan ekonomi nasional, ternyata ditopang oleh para pelaku utama dengan tingkat pendidikan yang rendah (BPPSDMP, 2011). Rendahnya tingkat pendidikan mayoritas petani sebenarnya dianggap menghambat transfer informasi teknologi pertanian yang sangat cepat berkembang (Mulyandari et al. 2010). Namun sebaliknya, keluarga masyarakat tani rela bekerja keras agar mampu membeli peralatan-peralatan komunikasi modern, diantaranya adalah televisi, internet, bahkan mengikuti perkembangan trend model telepon seluler (Utami, 2014). Selain itu, penelitian Mulyandari (2011) juga menunjukkan bahwa telepon seluler sudah menjadi kebutuhan pokok bagi sebagian besar petani (82 %). Hal tersebut tentu saja membuktikan bahwa teknologi telepon seluler bisa diterima dengan baik oleh petani, sehingga perlu optimalisasi fungsi telepon seluler sebagai piranti transfer informasi teknologi pertanian.

2Optimalisasi fungsi telepon seluler diharapkan mampu menyelesaikan masalah pertanian sehari-hari, sehingga dapat meningkatkan kuantitas, kualitas, dan kontinuitas produksi yang siap diserap oleh pasar. Informasi-informasi yang harus disediakan oleh operator seluler sehingga cepat diakses melalui telepon seluler pertanian meliputi : (1) global positioning system, (2) data lingkungan spesifik lokasi, (3) data tanaman spesifik lokasi, (4) data sarana produksi pertanian, (5) data teknik budidaya spesifik lokasi, (6) informasi pasar jual-beli, dan (7) informasi teknologi pertanian terbaru, serta (8) pengambilan keputusan melalui customer service. Fungsi-fungsi tersebut tentu saja dapat beroperasi berdasarkan koleksi pusat data, oleh sebab itu petani pengguna juga dituntut untuk selalu memberikan input data spesifik lokasi terbaru, meliputi data kuantitatif dan kualitatif (misalnya : foto gejala penyakit), yang akan dicocokkan dengan database koleksi pusat data. Selain itu, data-data input yang dianggap baru oleh database koleksi pusat data akan segera dihubungkan kepada lembaga-lembaga penelitian mitra untuk segera dianalisis, sehingga selalu dapat digunakan untuk memperbarui koleksi pusat data yang siap diakses oleh petani pengguna.

Aksesibilitas berbagai informasi pertanian yang terintegrasi melalui peran strategis operator seluler bukanlah hal yang sulit diwujudkan. Beberapa perangkat lunak telah berhasil diluncurkan, diantaranya :

(1) Nokia Life Tools

nokia_life_tools_logo

Nokia Life Tools merupakan layanan telepon seluler yang bertujuan untuk menjembatani petani dalam akses informasi harian tentang harga dan ketersediaan sarana produksi pertanian, prakiraan cuaca, berita pertanian, dan tips yang disesuaikan dengan lokasi petani dan tanaman yang dipilih (Nokia, 2014);

(2) PHSL-Pemupukan Hara Spesifik Lokasi Padi Sawah v1.11 (webapps.irri.org/),

PHSL-Pemupukan Hara Spesifik Lokasi Padi Sawah v1.11

PHSL merupakan layanan online untuk membantu dalam pengambilan keputusan, dengan memberikan saran pengelolaan hara sesuai kebutuhan tanaman dan kondisi spesifik lokasi hingga level desa untuk seluruh Indonesia (IRRI, 2012);

(3) Kalender Tanam Terpadu Versi 1.8,

Kalender Tanam Terpadu Versi 1.8

Kalender Tanam (Katam) Terpadu versi 1.8 merupakan layanan online yang memuat informasi pada level kecamatan untuk seluruh Indonesia, meliputi estimasi waktu dan luas tanam padi dan palawija, wilayah rawan banjir, wilayah kekeringan dan terkena serangan OPT, rekomendasi varietas dan kebutuhan benih, rekomendasi dan kebutuhan pupuk, mekanisasi pertanian, info tanam-BPP, dan kalender tanam rawa (Balitbangtan, 2014).

Melalui peran strategis operator seluler dan kerja cerdas dari lembaga-lembaga penelitian mitra, bukan tidak mungkin untuk mentransfer informasi teknologi pertanian secara cepat dan tepat, sehingga akan meningkatkan kualitas masyarakat tani khususnya, dan masyarakat Indonesia secara umum.

 

Daftar Referensi:

Balitbangtan. 2014. Kalender Tanam Terpadu Versi 1.8. (online).  http://katam.litbang.deptan. go.id/main.aspx. Diakses Agustus 15, 2014

BPPSDMP. 2011. Rencana Strategis Tahun 2010-2014 Badan Penyuluhan dan Pengembangan Sumber Daya Manusia Pertanian. Kementerian Pertanian, Jakarta.

BPS. 2014. Penduduk 15 Tahun ke Atas yang Bekerja Menurut Lapangan Pekerjaan Utama 2004 – 2013. (online). http://www.bps.go.id/tab_sub/view.php?kat=1 &tabel=1&daftar=1&id_subyek=06%20&notab=2. Diakses Agustus 15, 2014

Daryanto, A. 2011. Memposisikan secara Tepat Pembangunan Pertanian dalam Perspektif Pembangunan Nasional. Makalah disampaikan dalam Seminar Nasional dengan tema “Petani dan Pembangunan Pertanian” di Ruang Konvensi Bogor Botani Square, Bogor, 12 Oktober 2011. p.26-46.

IRRI. 2012. PHSL-Pemupukan Hara Spesifik Lokasi Padi Sawah v1.11. (online). http://webapps.irri.org/nm/id/index2.php. Diakses Agustus 15, 2014

Legoh, M. V. 2014. Perancangan Buku Ilustrasi Seri Pengenalan Profesi Ilustrator Untuk Anak Usia 6-8 Tahun. Thesis, Universitas Multimedia Nusantara.

Mulyandari, R.S.H., Sumardjo, N.K. Pandjaitan, dan D.P. Lubis. 2010. Pola Komunikasi Dalam Pengembangan Modal Manusia dan Sosial Pertanian. Forum Penelitian Agro Ekonomi 28 (2): 135-158.

Mulyandari, S.H. 2011. Perilaku Petani Sayuran dalam Memanfaatkan Teknologi Informasi. Jurnal Perpustakaan Pertanian 20 (1): 22-34.

Nokia. 2014. FAQ-What is Nokia Life Tools? (online). http://www.nokia.com/in-en/ support/faq/?action=singleTopic&topic=FA132357. Diakses Agustus 15, 2014

Taryono. 2008. Ada Apa Dengan Pertanian Kita? (online). http://faperta.ugm.ac.id/ fokus/ ada_apa_dengan_pertanian_kita.php. Diakses Agustus 15, 2014

Utami, A.W. 2014. Pola Pengeluaran Rumah Tangga Petani Stroberi di Desa Serang, Kecamatan Karangreja, Kabupaten Purbalingga. (Tidak dipublikasikan).

Bagus Herwibawa
Bagus Herwibawa

Bagus Herwibawa, S.P., M.P. merupakan Aktivis Sadar Kelestarian Lingkungan, yang berprofesi sebagai Petani Ramah Lingkungan, Praktisi Pertanian Kota, dan Pemulia Tanaman Padi.

2 Comments

  1. […] Herwibawa, B. 2014. Terobosan Cerdas Penunjang Kerja Petani. Beranda Inovasi, 23 September 2014. [access] […]

Leave a Reply