Rekor! California Aliri 6 Juta Rumah dengan Listrik Tenaga Surya!
Aug 4, 2016
Mahasiswa IPB Buat Getuk Instan, Inovasi Jajanan Pasar Tradisional Indonesia
Aug 8, 2016

Ternyata, Kotoran Babi dapat Menjadi Sumber Energi Terbarukan yang Menjanjikan

Peternakan Babi via aussiepigs.com

Peternakan Babi via aussiepigs.com

Peternakan Babi via aussiepigs.com

Industri peternakan babi memang terkesan menjijikan. Apalagi kotoran yang dihasilkannya, sudah barang tentu menjadi sesuatu yang tidak menyenangkan. Namun di Amerika Serikat, setidaknya satu industri peternakan dapat menghasilkan energi dari kotoran untuk 800 rumah dalam setahun.

Berawal dari Badai Floyd yang menyerang beberapa negara bagian di Amerika Serikat pada tahun 1999, para peternak di Carolina Utara terpaksa harus menenggelamkan banyak babi nya. Hal tersebut pada akhirnya membuat adanya moratorium untuk peternakan babi. Peternakan juga diminta untuk memperhatikan aspek lingkungan dan kesehatan oleh masyarakat dan LSM setempat.

Seorang Teknisi, Gus Simmons, menyatakan bahwa tidak ada limbah yang dihasilkan pada waktu itu. Namun ada banyak energi yang terbuang disana. Sebagian besar gas yang keluar dari peternakan tersebut adalah gas metana yang berpotensi menghasilkan gas efek rumah kaca.

Sebenarnya, peternak babi dan sapi di Amerika Serikat telah memanfaatkan gas yang dihasilkan tersebut sejak krisis energi tahun 1970-an. Peternakan di Iowa adalah salah satu peternakan yang pertama kali menggunakan gas tersebut menjadi sumber energi listrik.

Baru-baru ini, Simmons dan rekan-rekannya di Wilimington, N.C. berhasil mendesain sebuah biodegister yang dapat mengolah biogas dari kotoran babi, yang seperti kita ketahui 65 persen di antaranya adalah metana.

Saat ini ia hendak meletakan alat tersebut di lima peternakan secara Cuma-Cuma. Gas yang dikeluarkan akan disalurkan dengan meningkatkan kualitas dari pipa saluran. Gas karbon netral akan dialirkan melalui pipa saluran gas utama ke dua mesin untuk selanjutnya dikombinasikan untuk menghasilkan energi di wilayah tersebut.

Sebagaimana diketahui, perusahaan Simmons ini bukan lah perusahaan terbaru dalam hal bisnis energi kotoran babi. Lima tahun lalu ia juga membangun Duke Energy, Duke University, dan Google di dekat peternakan babi Yadkinville di barat Carolina utara,

Sejauh ini, sistem ini berhasil menghasilkan banyak manfaat untuk para peternak. Satu-satunya hambatan mereka adalah adanya pembakaran di sekitar laguna yang membuat polusi besi berat terbawa ke sungai.

Manfaat yang dihasilkan oleh kotoran babi ini ternyata mendapat tentangan dari sejumlah asosiasi hewan. Pietrosemoli-Castaagni dan rekan-rekannya di Center for Ecological Farming Systems di Goldsboro, Carolina utara mengungkapkan bawah babi yang tumbuh dan berkembang di luar kandang dengan model pengembalaan tradisional seperti di Spanyol dan Italia mampu mengasilkan daging babi yang diminati di dunia.

Ketika kawanan babi berada di luar kandang, mereka menyebutkan bahwa babi dapat lebih leluasa menekspresikan perilaku asli mereka dan padang rumput merupakan rumah yang terbaik untuk sekelompok babi. (NMY/NationalGeographic.com)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply