Pengelolaan Sampah Secara Holistik Berbasis Partisipasi Masyarakat
Mar 14, 2014
Apakah Bioremediasi Aman Bagi Lingkungan?
Mar 18, 2014

Teknologi Fitoremediasi Berbasis Rumput Laut Gracilaria Sp di Perairan Tambak Polikultur

Ekosistem perairan tambak merupakan salah satu wilayah yang rentang akan pencemaran karena  letaknya yang berdekatan dengan aktifitas manusia di daratan. Akibatnya ekosistem ini sangat berpeluang menjadi tempat penumpukan limbah yang berasal dari kegiatan sepanjang pantai dan maupun dari sebelah hulu. Selain dari luar, pencemaran juga disebabkan oleh aktivitas dalam tambak itu sendiri yaitu melimpahnya limbah organik yang dihasilkan oleh aktivitas ekskresi dari dalam tubuh biota tambak khususnya ikan dan udang. Contohnya saja adalah melimpahnya kandungan amonia dalam perairan yang akan berpengaruh terhadap kualitas perairan. Namun penyumbang tingkat pencemaran terbesar adalah berasal dari daratan terutama aktivitas pabrik yang biasanya mengandung logam-logam berbahaya bagi keberlangsungan hidup hewan tambak. Sehingga perlu adanya proses bioremediasi untuk mengatasi pencemaran tersebut.

gracilaria reefbuilders com

Sumber Ilustrasi: reefbuilders.com

Salah satu proses bioremediasi yang cocok diterapkan perairan tambak adalah dalam bentuk  teknologi Fitoremediasi dengan memanfaatkan budidaya rumput laut. Fitoremediasi sendiri merupakan  suatu teknologi pemanfaatan tumbuhan untuk mengurangi bahkan menghilangkan kehadiran bahan pencemar didalam tanah dan air. Pada tambak polikultur yang berbasis rumput laut teknologi fitoremediasi menghasilkan keuntungan ganda baik dari segi ekologi maupun segi ekonomi. Menurut Jongsong dan Honglu (1989), susunan budidaya yang dibentuk melalui rekayasa ekologis dapat menghasilkan struktur komunitas biotik yang lebih lengkap, sehingga dapat terjadi interaksi antar komponen budidaya yang lebih kompleks. Dengan demikian, siklus materi dalam budidaya dapat berlangsung secara berlapis (“multilayer”)  dan bertahap. Kehadiran tumbuhan akuatik dapat mendukung perkembangan komponen lain dalam suatu ekosistem, sehingga akan menghasilkan jaring-jaring makanan yang lebih kompleks, pola daur ulang materi dan mekanisme pengendalian populasi, sehingga akan menghasilkan lebih banyak sumber daya dan meningkatkan efisiensi aliran materi dalam budidaya.

[ads1]

Ditinjau dari sisi lingkungan, lingkungan habitat untuk pertumbuhan udang dan Ikan sama dengan lingkungan tumbuh rumput laut. Sebagaimana yang diketahui, unsur utama yang dibutuhkan untuk pertumbuhan adalah Carbon (C), Pospor (P), dan Nitrogen (N). Rumput laut mendapatkan suplai karbon yang tersedia melimpah di perairan.Selain carbon,rumput laut juga mendapatkan suplai nitrogen yang melimpah di perairan tambak akibat kelebihan pakan sehingga dapat mengurangi pencemaran limbah organik tersebut.

Dari segi ekologi,kehadiran rumput laut dalam budidaya perairan akan membentuk struktur komunitas baru yang dapat memperkuat fungsi komponen autotrof. Melalui fotosintesis, komponen autotrof dapat meningkatkan kualitas air tambak dengan jalan meningkatkan produksi oksigen dan pH perairan, serta menurunkan konsentrasi amonia, nitrit dan nitrat. Sementara itu, kemampuan rumput laut dalam menyerap nutrisi diperkirakan dapat meningkatkan jumlah energi yang dapat dihasilkan dari perairan tersebut.

Contoh jenis rumput laut yang dimanfaatkan sebagai agen fitoremediasi adalah rumput laut dari jenis Gracilaria sp.Rumput laut ini selain memiliki daya akumulasi yang tinggi terhadap nitrogen sehingga disebut “Nitrogen Starved Glacilaria” juga mampu memanfaatkan limbah bahan organik sebagai sumber nutrient tersebut untuk kebutuhan energi dan pertumbuhan.

Dengan sifat fitoekstraksi dinding thalus, Glacilaria mengasorbsi dan menyimpan bahan organik seperti Nitrogen dan Pospor di dalam sel-sel thallus. Selanjutnya, limbah bahan organik yang tersimpan pada sel rumput laut, pada saatnya akan didegradasi dengan bantuan fotosintesis sinar matahari akan diasimilasi sehingga terbentuk energi dan sel sebagai refleksi dari pertumbuhan rumpun tanaman rumput laut tersebut.

Dari segi ekonomi, teknik bioremediasi memanfaatkan rumput laut juga menghasilkan keuntungan yang berlipat karena komoditas dari rumput laut sendiri yang memiliki nilai jual tinggi di pasaran. Dari beberapa keuntungan diatas teknik fitoremediasi dengan menggunakan agen rumput laut patut untuk diperhitungkan dan diterapkan dalam teknologi budidaya perairan karena kemampuannya dalam menyaring semua limbah pencemaran yang masuk di perairan sehingga akan tercipta keselarasan sistem ekologi.

[ads2]

Nuriyati

Mahasiswa Jurusan Ilmu Kelautan, Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Komarajawa, Wage. Rumput laut Gracillaria sp sebagai fitoremedian perairan tambak budidaya.2005. Pusat pengkajian dan penerapan Teknologi Lingkungan. Jakarta : BPPT

Izzati, Munifatul.2010. Efektivitas Sargassum dan Gracilaria dalam menurunkan kandungan Amonia, Nitrat dan Nitrit dalam air tambak. Laboratorium FMIPA Undip.Semarang.Universitas Diponegoro

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

1 Comment

  1. PR FORMULA, PR-агентство, PR-услуги, PR-обслуживание, абонентское PR-обслуживание, PR-акция, PR-активность, PR-продвижение, связи с общественностью, информационный повод, организация пресс-конференции, работа со СМИ, prformula.ru » mac i norge Aesthe…

    gel eyeliner pencil mac Best Quality With Free Shipping T1PSB 676 mac lipsticks on Sufficient Supply NFXNO 731 Brid 鈥?Rachunkowo艣膰 i doradztwo 禄 mac best selling lipstick Online Cheap VUBEV 657 All West Demolition Ltd wholesale mac cosmetics education-…

Leave a Reply