5 Fenomena Sainstek di Dunia yang Mengagumkan Pekan Ini!
Jun 29, 2016
Geliat Gerakan Ketahanan Pangan (Bagian 1)
Jun 30, 2016

Tak Kalah dengan Esemka di Solo, Dosen Unnes Ciptakan Mobil Pedesaan

Mobil Pedesaan Unnes via Unnes.ac.id

Mobil Pedesaan Unnes via Unnes.ac.id

Mobil Pedesaan Unnes via Unnes.ac.id

Dulu ada Esemka di Solo, sekarang Semarang juga punya embrio mobil nasional. Dosen Jurusan Teknik Mesin Universitas Negeri Semarang (Unnes), Widya Aryadi, bekerjasama dengan Kementerian Perindustrian akhirnya berhasil meluncurkan sebuah Mobil Pick Up yang diberi label “Mobil Desa”. Mobil ini dipercaya akan menjadi solusi utama kebutuhan kendaraan masyarakat desa di Indonesia dan tahan dalam berbagai cuaca serta kondisi jalanan.

Selama hampir empat tahun sejak tahun 2012, Widya dan Tim nya merancang mobil tersebut dengan suplai mesin dari PT Viar. Rangka bodi dan mesin dibuat di Semarang dan sasis dibuat di Tegal, Jawa Tengah. Widya dan Tim dari Unnes bertugas untuk merancang mobil ini dari mulai mesin, suspensi, dan komponen-komponen lain dari mobil desa ini.

Mobil ini bermesin 1.000 cc dan akan terus dikembangkan sampai 2.500 cc. Mobil Desa ini juga sudah melalui beberapa tahap seperti prototype, uji emisi Euro 2, uji coba jalan sejauh 100.000 km. Bahkan Walikota Semarang, Hendrar Prihadi, telah mencoba langsung mobil desa ini selama satu jam mengelilingi area kampus Unnes (16/6). Selain itu, mobil ini juga menggunakan konsep ramah lingkungan dengan 40% bahan bakar dari biodiesel.

Mobil ini nantinya akan digunakan sebagai moda transportasi dalam penganggulangan bencana. Bahkan walikota Semarang mengatakan bahwa mobil desa akan diusahakan untuk digunakan oleh Badan Penanggulangan Bencana Daerah (BPBD) Kota Semarang.

Pemerintah Kota Semarang memberikan dukungan untuk membantu pengembangan mobil ini dengan terus berkomunikasi dengan pihak investor. Karena sejauh ini pengembangan mobil ini masih menggunakan dana CSR.

Pihak Unnes sendiri sejauh ini memang hanya membatasi pengembangan mobil ini ke tahap pengembangan riset untuk meminimalisir pelanggaran hukum seperti kasus mobil listrik yang belum lama terjadi.

Widya juga mengatakan walaupun sudah melewati beberapa uji, perjalanan menuju produksi masal dari mobil ini masih panjang. Semoga mobil ini bisa terus dikembangkan ya dan dapat diproduksi masal untuk digunakan di pedesaan di Indonesia! (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply