Mengenal Aliran Turbulensi, Mencari Keteraturan di antara Kekacauan
Jun 3, 2016
ASU Cast One: Jam Tangan Pintar dengan Proyektor Kini Ada di Pergelangan Tangan Anda!
Jun 4, 2016

Suka Makan Gorengan? Cek Dulu Sebelum Makan!

Gorengan via seputarmakan.com

Gorengan via seputarmakan.com

Gorengan via seputarmakan.com

Siapa yang tidak suka gorengan? Makanan yang sering disajikan hangat ini memang membuat lidah ketagihan. Harganya yang murah, bentuknya yang beragam, rasa yang gurih dan renyah menjadi andalan dari makanan ini. Jika kita perhatikan, hampir di setiap jalan sering kali ditemukan tukang gorengan.

Beragam jenis gorengan bisa kita nikmati saat ini, mulai dari pisang goreng, tempe goreng, tahu goreng, bakwan, dan lain-lain. Gorengan juga disukai dari segala umur, baik tua dan muda, semua dapat menikmati gorengan.

Namun dibalik renyahnya dan gurihnya gorengan, pembeli harus sangat berhati-hati dalam mengkonsumsi gorengan. Dalam beberapa tahun ini, terungkap sebuah fakta bahwa gorengan yang renyah itu ternyata proses memasaknya menggunakan bahan-bahan yang berbahaya. Seperti lilin, plastik dan sebagainya.

Demi mendapatkan hasil gorengan yang lebih renyah dan tahan lama, oknum penjual gorengan menggunakan cara yang tidak jujur dengan memasukkan plastik atau lilin ke wajan penggorengan. Padahal dengan mencampurkan bahan kimia lain akan menyebabkan kerugian bagi konsumen, terutama masalah kesehatan .

Cara mencampurkannya pun sangat mudah. Pedagang menyiapkan bahan utama gorengan yakni tempe, tahu, tepung terigu, garam, gula, dan bumbu penyedapnya. Proses olahan pun dimulai. Sang pedagang mengupas, memotong, menyiapkan bahan baku terlebih dulu.

Proses pembuatan dilanjutkan membuat olahan bumbu untuk gorengan. Kemudian ketidaklaziman mulai muncul disini. Plastik yang biasanya digunakan untuk membungkus tiba-tiba dicampurkan sang pedagang kedalam minyak gorengannya. Plastik yang dimasukkan ke dalam minyak akhirnya larut dan menempel pada gorengan.

Menurut pedagang, gorengan yang sudah dicampurkan dengan plastik menjadi lebih tahan lama dan renyah. Pembeli pun semakin menggemari gorengannya sehingga pedagang terus berulang melakukan trik yang sama.

Lalu bagaimana akibatnya jika gorengan mengandung plastik dikonsumsi oleh manusia? Jelas-jelas itu berbahaya dan bisa mengundang penyakit serius. Plastik dinilai mengandung racun yang tinggi dan diklasifikasikan sebagai bahan kimia yang bisa menyebabkan penyakit kanker.

Secara kasat mata dan pengetahuan umum, sangat aneh sekali jika makanan digoreng dalam minyak yang dioplos plastik. Ini jelas tak higienis dan tak layak dikonsumsi.Oleh karena itu, dilakukan uji laboratorium di Laboratorium Badan POM di Jakarta untuk mengetahui seberapa besar bahaya dari gorengan yang dioplos dengan plastik.

Langkah awal proses uji laboratorium, sejumlah sampel gorengan difoto menggunakan alat near infra red atau screening terhadap tempe yang digoreng dengan minyak yang diduga bercampur plastik.

Kedua dengan menggunakan kromatografi gas massa untuk memastikan jenis plastik apa yang terkandung dipenganan gorengan tempe dan tahu. Dan hasilnya tempe maupun tahu gorengan tersebut terindikasi terlarut plastik jenis polietilen. Ini membuktikan kedua makanan tersebut sudah tak layak konsumsi.

Selain dampak negatif jangka panjang terhadap kesehatan tubuh, ternyata efek jangka pendek juga bisa dirasakan pada beberapa orang yang sensitif atas penggunaan bahan kimia tertentu.

Seorang ahli kimia dari Universitas Padjajaran, Bandung, Nurdiani Fadylla juga mendukung pernyataan mengenai bahaya gorengan bercampur plastik. Menurutnya, antara saat plastik dimasukkan ke dalam minyak panas di penggorengan sebenarnya kedua senyawa itu tidak larut menjadi senyawa yang baru, bahkan cenderung terpisah.

Nurdiani mengatakan, plastik yang sering digunakan tukang gorengan nakal itu sangat rentan terhadap panas. Pada suhu di bawah 100 derajat celcius, sudah dapat dipastikan plastik akan mengalami kerusakan. Sedangkan minyak panas di dalam penggorengan menghasilkan suhu yang mencapai 300 derajat celcius.Karena tingkat kepolarannya berbeda, minyak dan plastik tidak larut, tapi meleleh.

Kepolaran plastik yang lebih kecil mengakibatkan ia akan menempel pada gorengan. Hasilnya, gorengan itu jadi ada kandungan plastiknya, makanya jadi lebih renyah dan cantik. Jika didiamkan cukup lama, gorengan yang diolah menggunakan minyak dicampur plastik akan terlihat banyak bercak putih. Bercak putih itulah yang menjadi bukti bahwa plastik telah dicampurkan dalam gorengan karena bercak putih itu adalah plastik yang sudah membeku karena suhunya yang merendah.

Nurdiani juga mengungkapkan bahwa materi plastik yang masuk ke dalam tubuh akan mengganggu pencernaan meskipun zat asam dalam lambung mampu melarutkan zat apapun yang masuk ke lambung.

Namun, dengan materi plastik yang masuk ke dalam tubuh itu justru akan mengganggu pencernaan tubuh.Sebab, senyawa plastik yang sangat reaktif dapat langsung bereaksi dengan banyak jenis zat termasuk dengan protein atau bahan lain yang mengandung elektrofil atau bersifat parsial positif.

Memang ada perbedaan yang jelas antara gorengan yang dioplos dengan plastik. Saat ditiriskan, gorengan tersebut terlihat mengilap. Warnanya lebih cokelat daripada gorengan tanpa plastik. Kemudian aaat dipegang, minyak pada gorengan itu terasa lebih lengket, tidak licin. Dan saat dicicipi, gorengan tersebut rasanya lebih renyah dibandingkan gorengan biasa.

Cara lain untuk membedakan gorengan yang dioplos dengan plastik yaitu dengan cara dibakar. Jika dibakar, plastik akan bereaksi dengan oksigen sehingga jika itu terjadi maka gorengan akan meleleh seperti plastik pada umumnya. Kemudian dari segi aroma, aroma gorengan yang dicampur plastik, baunya mirip sampah plastik yang dibakar.

Untuk menekan penjual gorengan nakal itu, diperlukan peran BPOM untuk mengawasi pedagang gorengan yang bermain nakal. Namun sejauh ini BPOM mengatakan bahwa BPOM hanya mengawasi makanan olahan yang dikemas, bukan makanan yang dijual tanpa kemasan dan tidak terdaftar.

Sehingga dengan kondisi seperti ini, kita sebagai pembeli yang harus lebih berhati-hati sebelum mengkonsumsi gorengan. Lebih aman memang jika memasak gorengan sendiri karena dipastikan keamanannya. Namun jika kita menemukan gorengan dengan ciri-ciri yang telah dijelaskan diatas, sebaiknya berpikir ulang sebelum mengkonsumsinya karena jelas akan merugikan bagi kesehatan. (SA/Dari berbagai sumber)

Syadza Alifa
Syadza Alifa
Syadza Alifa adalah mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI dengan peminatan Kemiskinan, Community Development, dan Corporate Social Responsibility. Selain memiliki minat di bidang akademis seperti penelitian sosial dan tulis-menulis, Syadza yang akrab dipanggil Ifa juga memiliki minat di bidang kehumasan dan public speaking. Dengan motto “Learn, Earn, Return”, Ifa bercita-cita ingin menjadi akademisi, policy maker, dan social worker, serta mendirikan yayasan yang bergerak di bidang kemiskinan, kesejahteraan anak, kesejahteraan perempuan, dan penanggulangan bencana.

Leave a Reply