Jatuh CInta Penjelasan Ilmiah Beranda MITI
Jatuh Cinta : Sebuah Penjelasan Ilmiah
Apr 13, 2015
Beranda Inovasi -- Potensi Ekonomi Kelautan Indonesia
Potensi Ekonomi Kelautan Indonesia
Apr 15, 2015

Software ini dapat deteksi zona tidak aman gempa

Beranda MITI Lintas Inovasi GAMA-SEISTEK, Aplikasi Standar Aman Bangunan

Tampilan Halaman Depan Aplikasi

Beranda MITI Lintas Inovasi GAMA-SEISTEK, Aplikasi Standar Aman Bangunan

Bencana gempa bumi seringkali memakan korban jiwa dengan jumlah yang besar. Dan yang lebih mengkhwatirkan, Indonesia ternyata termasuk dalam daerah yang sering terkena gempa. Salah satu penyebabnya karena secara geologi Indonesia terbentuk dari zona subduksi dan berada dalam ring of fire.

Berangkat dari keadaan tersebut,  kelima mahasiswa Geofisika Universitas Gadjah Mada (Raditya Narendratama, Maulana Rizki Aditama, Mahmudin Yunus, Nur Aziz Ribowo dan Ahmad Gunar Saadi ) , mengembangkan sebuah software bernama Gama-Seistek.

Bencana gempa bumi yang terjadi tidak sedikit menyebabkan kerugian baik fisik maupun materiil serta ratusan sampai ribuan korban jiwa. Jumlah korban jiwa dari gempa bumi banyak disebabkan tertimbun dari bangunan yang hancur karena tidak kuat menahan guncangan gempa. Hampir setiap hari terjadi gempa di Indonesia dengan skala energi yang berbeda.

Peristiwa gempa bumi yang sudah terjadi semuanya sudah tercatat dan dengan proses pengolahan khusus maka dari data gempa tersebut didapatkan nilai frekuensi. Frekuensi yang dihasilkan dari sumber gempa mimiliki nilai berbeda tetapi memiliki batas minimum dan maksimun.

Dengan korelasi rekaman gempa dan pengukuran frekuensi dominan pada bangungan yang terukur maka akan dapat diketahui kekuatan bangunan terhadap gempa dengan frekuensi tertentu.

Bencana gempa bumi di Indonesia tidak dapat dihindarkan dan dapat terjadi sewaktu-waktu. Kerusakan yang menimbulkan korban jiwa banyak berasal dari tertimpa reruntuhan bangunan akibat guncangan gempa.

Penelitian dalam mengukur frekuensi alami bangunan guna mengetahui ketahanan bangunan apabila terkena guncangan gempa. Penelitian yang dilakukan dapat memberikan referensi sebagai acuan penentuan konstruksi dalam pembangunan yang tepat dan berstandar Nasional Indonesia.

Software Gama-Seistek yang dikembangkan oleh Raditya dan kawan-kawan mencoba untuk mengurangi korban gempa. Prinsip dari software ini adalah dengan memasukan input berupa nilai frekuensi diri dari bangunan dan ground yang didapatkan saat pengukuran.

Nilai frekuensi yang sama antara bangunan dan ground akan menghasilkan efek resonansi antara keduanya. Daerah yang memiliki nilai frekuensi yang sama dapat diindikasikan sebagai daerah dengan zona tidak aman untuk ditempati sebagai tempat tinggal.

Dampak bencana gempa terhadap bangunan itu dapat digambarkan dengan peta distribusi nilai Seismic Vulnerability Index (SVI) melalui pengukuran mikroseismik di dalam bangunan dengan diintegrasikan terhadap pengukuran mikroseismik di sekitar bangunan.

Nilai SVI standar bangunan aman secara umum di bawah 5 sedangkan diatas 5 merupakan daerah tidak aman jika sewaktu-waktu terjadi gempa.

Tentunya, aplikasi dari kegunaan software ini sangat dibutuhkan di Indonesia dimana untuk mengurangi korban akibat gempa bumi yang sangat mungkin terjadi dimana saja.

Beranda MITI Lintas Inovasi GAMA-SEISTEK, Aplikasi Standar Aman Bangunan

Leave a Reply