Produk Domestik Bruto Indonesia
Jul 30, 2015
Facebook Kembangkan Pesawat Pemancar Akses Internet
Aug 3, 2015

Smartgrid, Grid Canggih Efisiensi Pembangkit Listrik

Efisien, handal, ekonomis dan berkelanjutan adalah jargon penting dalam penyediaan energi listrik kontemporer. Semangat yang mendasari jargon tersebut diterapkan sejak dari sisi pembangkitan hingga transmisi dan distribusinya . Kemajuan di bidang telekomunikasi dan komputer telah mendorong berkembangnya teknologi otomasi yang dapat mengejawantahkan jargon-jargon tersebut dalam dunia nyata dengan terbentuknya sebuah sistem yang disebut smart grid .  Lahirnya otomasi ternyata bersamaan dengan kebutuhan akan sustainabilitas penyediaan energi yang semakin tinggi. Sustainabilitas yang dimaksud adalah sustainabilitas dalam arti yang luas yang tidak saja mendasarkan sumber-sumber energi terbarukan, melainkan juga terkait dengan model bisnis, dan aspek-aspek lain. Dalam kaitannya dengan hal ini, smart grid hadir pada waktu dan ruang yang dapat dibilang tepat.

Pembangkitan energi listrik telah bergerak dari sistem kecil, berdiri sendiri, untuk melayani kebutuhan lokal menjadi sistem besar, memenuhi kebutuhan dengan regional yang saling terinterkoneksi demi mengejar nilai-nilai efisiensi, handal, dan ekonomis. Kesadaran atas wawasan lingkungan ternyata mendorong pada tren penyediaan energi listrik baru yaitu pembangkitan skala kecil, memenuhi kebutuhan lokal, namun tetap terintegrasi dengan jaringan yang lebih besar. Konsep yang merupakan gabungan dari dua tren yang telah lampau tersebut disebut dengan microgrid .

Meskipun tidak selalu harus bersumber dari energi baru atau terbarukan, microgrid umum memanfaatkan sumber-sumber energi konvensional namun dengan konsep-konsep baru untuk meningkatkan efisiensinya. Lebih jauh, efisiensi ditingkatkan dengan tidak terjadinya rugi-rugi transmisi karena energi dibangkitkan dan dimanfaatkan secara lokal. Tentunya, microgrid akan semakin baik bila energi yang dibangkitkan bersumber dari energi terbarukan.

microgrid

Perkembangan microgrid berjalan selaras dengan perkembangan smartgrid. Pada kedua bidang tersebut, otomasi menjadi kunci operasinya. Pengendalian aliran daya, proteksi, dan pengaturan pembangkitan daya dapat berjalan dengan baik berkat perkembangan komunikasi, kendali digital, pemrosesan sinyal digital dan kendalinya, serta peranti power elektronik yang dapat berfungsi sebagai antar muka dan kompensator aliran energi.

Secara alamiah, microgrid sesuai dengan energi terbarukan . Umumnya, ketersediaan energi baru terbarukan bersifat tersebar dengan kapasitas yang relatif kecil. Dengan demikian, sangat sesuai bila dipadukan dengan konsep microgrid yang membangkitkan energi listrik secara lokal untuk memenuhi kebutuhan energi setempat.  Sehingga jamak ditemui implementasi sistem energi terbarukan dalam bentuk microgrid. Penamaan lain untuk konsep pembangkitan sejenis disebut dengan nama pembangkitan terdistribusi . Microgrid yang didukung dengan infrastruktur komunikasi dan kendali otomatis disebut smart microgrid. Bila microgrid tersebut terhubung ke dalam grid yang lebih besar dengan infrastruktur otomasi, sistem tersebut disebut dengan smart grid.

Untuk menghubungkan sumber-sumber energi ke dalam microgrid diperlukan dukungan perangkat keras dan perangkat lunak sesuai dengan karakter sumber energi yang akan dihubungkan. Sebagai contoh, untuk menghubungkan PLTS dengan grid diperlukan inverter sedangkan untuk menghubungkan PLTB diperlukan synchronizer.

Penggunaan microinverter selain sebagai penghubung ke microgrid juga membuat panel surya dapat dipasang pada tempat yang memungkinkan. Sebagai contoh, di atap rumah warga. Dengan demikian, tidak diperlukan investasi lahan yang mahal. Selain itu, microinverter dengan model bisnis yang tepat, dapat merangsang tumbuhnya investasi solar energi. Misal, pemerintah memberikan stimulus kepada rumah yang bersedia dititipi atau bahkan membeli secara mandiri panel surya dan microinverter.  Selain itu, pengembangannya dapat dilakukan secara bertahap dan terarah. Sebagai contoh, dapat disiapkan sebuah lembaga yang khusus menangani layanan storage lokal untuk pengelolaan battery.

Referensi :

Firmansyah, Eka,dkk. 2011. Pengembangan Microinverter Dan Back-To-Back Inverter Untuk Mewujudkan Penyediaan Energi Listrik Berkelanjutan. Fakultas Teknik UGM: Yogyakarta.

Leave a Reply