Reputasi Publikasi Internasional Indonesia
Reputasi Publikasi Internasional Indonesia
Apr 24, 2015
Usir Hama dengan Mr. Scrow
Usir Hama dengan Mr. Scrow
Apr 28, 2015

Skema Industri Minyak di Indonesia

Beranda MITI Artikel Skema Industri Oil Indonesia

Penurunan cadangan minyak bumi diakibatkan oleh laju produksi minyak bumi lebih tinggi dibanding  dengan laju penemuan cadangan minyak bumi baru. Dengan cadangan terbukti sebesar 3,75 miliar barel dan tingkat produksi saat ini, yaitu sekitar  800  ribu  barel per hari (292  juta barel per tahun), maka reserve toproduction ratio, (R/P) cadangan Indonesia 11 tahun.

Bila mempertimbangkan cadangan potensial 4,47 miliar barel, rasio R/P mencapai 22 tahun (Pusdatin,2009). Selain besaran cadangan, potensi minyak bumi suatu negara juga diindikasikan oleh besaran sumber daya. Sumber  daya minyak bumi Indonesia diperkirakan sekitar 56,6 milliar barrel. Jika dibandingkan cadangan minyak dunia, cadangan minyak bumi Indonesia pada dasarnya sangat kecil yaitu hanya sekitar 0,4 % dari keseluruhan cadangan terbukti minyak bumi dunia (1.258 miliar barrel pada 2008).

Untuk lingkup dunia, Arab Saudi mempunyai pangsa cadangan terbukti terbesar, yaitu 21% atau sebesar 264 miliar barrel. Wilayah Timur Tengah menguasai cadangan minyak bumi dunia, yaitu sebesar 60%, disusul oleh wilayah Eropa khususnya Rusia dengan pangsa sebesar 11,3%. Sedangkan wilayah Asia Pasifik mempunyai pangsa paling kecil, hanya sebesar 3,3% dari seluruh cadangan terbukti minyak bumi dunia (BP Statistical Review of World Energy, 2009).

Industri energi berbasis minyak bumi meliputi semua aktivitas industri yang terkait dengan penambangan minyak bumi dan pengolahannya menjadi berbagai macam produk baik yang terkait bahan bakar (energi) yaitu BBM, avtur , gas maupun non bahan bakar (non energi) seperti petrokimia dan aspal.

Beranda MITI Artikel Skema Industri Oil Indonesia

Industri hulu dalam hal ini meliputi semua aktivitas industri yang terkait dengan eksplorasi dan penambangan minyak bumi yang menghasilkan minyak mentah. Industri menengah meliputi semua aktivitas yang terkait dengan pengolahan minyak mentah menjadi berbagai produk final baik bahan bakar maupun non bahan bakar. Sedangkan industri hilir meliputi semua aktivitas yang mempersiapkan produk dalam bentuk final sehingga siap dikonsumsi penggunanya (misalnya SPBU, industri pengisian tabung gas LPG dan sebagainya). Sementara itu, industri pendukung meliputi aktivitas transportasi atau distribusi dan aktivitas-aktivitas terkait pembangunan sarana dan prasarana serta jasa-jasa yang diperlukan dalam rangka membentuk mata rantai industri terkait.

Kurang maksimalnya metode penambangan konvensional pada umumnya hanya mampu untuk mengambil sekitar 40 % dari semua potensi minyak bumi yang terkandung dalam sebagian besar reservoar. Sementara itu penemuan reservoar minyak baru semakin sulit. Hal ini mendorong penerapan teknologi penambangan minyak (Enhanced Oil Recovery) untuk mengambil sisa-sisa cadangan minyak bumi yang tidak terambil dengan cara penambangan konvensional. Tujuan dari metode EOR ini adalah untuk memaksimalkan tingkat produksi  sehingga bisa meningkatkan kembali nilai cadangan terbukti yang ada.

Teknologi penambangan minyak lanjut meliputi berbagai cara seperti injeksi uap, injeksi surfaktan, penggunaan gelombang suara ultrasonik atau kombinasi dari berbagai metode ini. Injeksi uap membutuhkan energi kalor untuk menghasilkan uap bertekatan tinggi yang akan diinjeksikan ke revervoar. Disamping itu diperlukan energi listrik untuk menggerakkan peralatan mekanik dan elektrik terkait proses ini.  Energi kalor dan listrik ini bisa diperoleh dari reaksi nuklir, konversi sumber daya energi terbarukan menjadi kalor maupun pembakaran bahan bakar konvensional.

Pada proses injeksi surfaktan, disamping diperlukan material surfaktan juga dibutuhkan energi terkait dengan proses injeksinya. Penggunaan gelombang suara ultrasonik membutuhkan energi untuk mengoperasikan pembangkit gelombang suara. Dengan demikian solusi untuk meningkatkan tingkat produksi minyak dalam negeri dibutuhkan jalur lanjut (advanced line) yaitu berupa penambangan dengan metode lanjut (enhanced oil recovery). Jalur berikutnya terkait dengan jalur industri menengah dan hilir tidak berbeda dengan pada metode penambangan dengan cara konvensional. Dua hal ini tentunya membutuhkan dana dan teknologi yang besar sehingga sampai sekarang masih beberapa perusahaan minyak saja yang bisa mengaplikasikan metode ini.

Referensi :

Pusdatin Energi Sumber Daya Mineral.2010. Handbook Of Energy Statistics of Indonesia. Kementerian ESDM : Jakarta.

Thomas, O.D.. 1985.  Petrolium Technology – Exploration and Discovery, Handbook of Energy System Engineering Production and Utilization. John Wiley and Sons : New York.

 

Leave a Reply