Beranda Inovasi Official Call for Contributor
Feb 21, 2014
Semen Geopolimer: Semen Ramah Lingkungan dan Hemat Energi
Mar 11, 2014

Sistem Pengolahan Limbah Cair Industri Berbasis Intergrasi Pertanian Terpadu

Pertanian terpadu merupakan suatu sistem intergrasi pertanian (dalam arti sempit agrikultur) dengan pertanian dalam artian luas (perikanan, kehutanan, dan pertenakan). Kegiatan ini dimaksudkan sebagai upaya efisiensi energi yang dihasilkan oleh sistem pertanian tersebut. Seperti pemakaian pupuk kandang sebagai penyubur (fertilizer) tanaman dalam pertanian, pengunaan serasah dan kotoran sebagai pakan mikroorganisme yang nantinya akan dimakan oleh ikan sampai sedimen lumpur endapan kolam budidaya perikanan dapat digunakan sebagai pupuk bagi tanama hortikultura pertanian. Selain efisiensi energi, pertanian terpadu juga memiliki keungulan tersendiri dalam hal ini manajemen limbah seperti limbah cair industri.

Limbah cair industri juga membawa material larut tersuspensi yang bermanfaat bagi pertanian apabila dilakukan pengolahan lebih lanjut dengan kadar konsentrasi tertentu. Contohnya pada pengunaan limbah organik sebagai pakan mikroorganisme dan pakan larva ikan. Selain itu limbah anorganik juga dapat digunakan sebagai nutrien/pupuk bagi tananam sayur dan hidroponik. Kandungan airnya juga dibutuhkan dalam kegiatan perikanan dan hidrasi tanaman.

global_sustainability-green-integration aiche.org

Sumber ilustrasi: www.aiche.org

Intergrasi antara pembuangan limbah industri dan pertanian terpadu amat perlu dilakukan sebab keduanya saling berhubungan. Sektor industri membutuhkan limbah buangan yang ramah lingkungan sedangkan sektor pertanian membutuhkan nutrien dan energi dari komponen terlarut dan tersuspensi dari limbah industri tersebut. Keduanya dapat dikombinasikan sehingga energi dan sumber daya air dapat digunakan lebih efisien.

Limbah industri terdiri atas tiga jenis yaitu limbah organik, anorganik, dan bahan beracun berbahaya. Secara umum pengolahan limbah ini tidak dapat digabung. Hal ini dikarenakan sifat limbah ini berbeda. Limbah organik berciri mudah rusak dan mudah berubah menjadi anorganik melalui proses dekomposisi dan kemolisis oleh mikroorganisme. Sifat bahan organik ini dimanfaatkan menjadi biogas. Selain itu bahan organik terlarut digunakan sebagai bahan pakan plankton yang selanjutnya di digunakan dalam siklus rantai makanan dalam kegiatan perikanan. Sedangkan material organik yang berukuran lebih besar dipergunakan sebagai media tanam dan nutrien/pupuk.

Material limbah anorganik yang dikeluarkan dimanfaatkan sebagai nutrien bagi kultur alga. Alga digunakan karena sifatnya yang dapat menjadi biofilter dan memilki tinggat pertumbuhan yang tinggi. Selain alga, biofilter dilanjutkan dengan kultur hidroponik tanaman sayur air seperti kangkung dan sawi.

Terakhir, pengolahan limbah B3 dilakukan seperti pengolahan limbah anorganik akan tetapi dilakukan pengolahan pendahuluan sesuai dengan jenis limbah yang dikeluarkan industri. Hal tersebut dikarenakan limbah B3 memiliki sifat khusus yang akan sangat berbahaya bila tidak diolah terlebih dahulu. Selain itu, tumbuhan biofilter yang digunakan dalam pengolahan B3 merupakan tumbuhan air non konsumsi seperti eceng gondok dan tanaman hias seperti teratai dan bakung. 

Rancang bangun sist pengelolaan limbah

Gambar 3. Rancang Bangun Sistem Pengolahan Limbah Cair (a) Organik, (b) Anorganik, dan (c) B3 Industri Berbasis Pertanian Terpadu

Setelah dilakukan pengolahan sesuai dengan jenisnya, pengolahan lanjutan berupa sistem desinfektasi mikroorganisme berbahaya dan penjernihan air. Pembunuhan kuman dilakukan secara osmosis. Selanjutnya air dijernihan dengan penambahan karbon aktif untuk mengikat ion-ion material di dalam air.

Setelah dilakukan ketiga proses pengolahan tersebut di atas sesuai dengan jenis limbahnya, air hasil olah ini selanjutnya di gabungnkan dan dialirkan dengan sistem gravitasi melalui selang ke proses desinfektasi mikroorganisme berbahaya dan penjernihan air.   Kegiatan desinfektasi dilakukan dengan mengunakan garam sehingga kuman dan bakteri berbahaya dapat mati. Selanjutnya dilakukan penjernihan dengan melalui filter karbon, kapur dan serabut kelapa. Lihat gambar.

Pengelolaan sistem desinfektasi

Gambar 2. Pengolahan Sistem Desinfektasi Mikroorganisme Berbahaya dan Penjernihan Air

Penulis

Muhammad Bahrun Rohadi

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

1 Comment

  1. bisa saya ambil sebagai bahan referensi???

Leave a Reply