Akuarium Pintar untuk Si Pencinta Ikan Hias
Akuarium Pintar untuk Si Pencinta Ikan Hias
May 13, 2015
Beranda MITI Artikel Transportasi Memprihatinkan, BBM Mengkhawatirkan
Transportasi Memprihatinkan, BBM Mengkhawatirkan
May 18, 2015

Siapkah (Masyarakat) Indonesia dengan Nuklir?

Beranda MITI Artikel Siapkah (Masyarakat) Indonesia Dengan Nuklir ?

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Beranda MITI Artikel Siapkah (Masyarakat) Indonesia Dengan Nuklir ?

Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir

Sesuai dengan Undang-undang No. 10 tahun 1997 tentang Ketenaganukliran, Indonesia memanfaatkan teknologi nuklir untuk kepentingan damai demi meningkatkan kesejahteraan umat manusia khususnya warga Negara Indonesia. Aplikasi teknologi nuklir dapat dikategorikan dalam dua kelompok besar, yaitu aplikasi di bidang energi dan aplikasi di bidang non energi.

Indonesia sendiri sudah menggunakan nuklir dalam skala mikro untuk kebutuhan bidang non energi satu dekade yang lalu, meliputi penggunaan material nuklir maupun peralatan radiasi nuklir selain berkaitan dengan pembangkitan daya.

Aplikasi ini meliputi aplikasi nuklir di bidang medis, pertanian, peternakan, perikanan,  pertambangan, hidrologi, industri, berbagai aplikasi uji tidak merusak dan aplikasi lain. Aplikasi nuklir di bidang non energi dewasa ini berkembang pesat. Data dari BAPETEN (Badan Pengawas Tenaga Nuklir) tahun 2004 menunjukkan bahwa terdapat lebih dari 170 industri pengguna radioisotop dan radiasi nuklir di Indonesia.

Perkembangan data pada tanggal 12 September 2014 (www.bapeten.go.id) menunjukkan bahwa perizinan tersebut meliputi 6097 perizinan di bidang industri, 5814 di bidang medis dan 88 di bidang penelitian. Secara keseluruhan permintaan izin tersebut diajukan oleh 818 instansi di bidang industri, 1948 instansi di bidang medis dan 5 instansi di bidang penelitian. Secara lebih spesifik, salah satu sumber radiasi yang penting dalam diagnosa adalah Tc-99. Lebih dari 80 % diagnosa medis dengan metode radiasi nuklir menggunakan Tc-99 (www.aipes-eeig.org, [email protected]).

Aplikasi nuklir di bidang energi meliputi pengoperasian reaktor nuklir dan hal-hal terkait seperti penambangan sumber daya bahan bakar nuklir,  pengkayaan uranium, fabrikasi bahan bakar nuklir, pemrosesan ulang bahan bakar nuklir yang telah digunakan, pemrosesan limbah nuklir serta penyimpanan limbah nuklir. Aplikasi energi nuklir sebagai pembangkit listrik di Indonesia hingga sekarang ini belum berkembang, didasarkan kenyataan bahwa di Indonesia belum terdapat reaktor nuklir untuk pembangkitan daya. Sekalipun demikian pengembangan aplikasi nuklir di Indonesia sangat prospektif sebagai solusi bagi problema energi Indonesia sekarang, yaitu :

  1. Peningkatan kebutuhan energi
  2. Ketergantungan besar terhadap sumber daya energi konvensional
  3. Semakin menipisnya cadangan sumber daya batubara, minyak dan gas bumi
  4. Dampak lingkungan negatif dari penggunaan batubara, minyak dan gas bumi

Blue Print Pengelolaan Energi Nasional 2005 – 2025 memprediksi  peningkatan kebutuhan energi primer di Indonesia pada tahun 2025 hingga hampir 3 kali dibandingkan dengan pada tahun 2005 serta mengestimasikan kebutuhan pembangkitan listrik di Indonesia pada tahun 2025 sebesar 100 GWe. Dengan kapasitas terpasang pembangkit listrik sekarang sebesar 35 GWe, maka untuk mencapai target 100 GWe pada tahun 2025, terdapat kekurangan sebesar 65 GWe. Penggunaan energi nuklir merupakan solusi potensial untuk menutupi kekurangan ini dalam jangka waktu yang panjang.

Sistem pembangkit listrik tenaga nuklir (PLTN) pada dasarnya hampir sama dengan PLTU konvensional, dengan panas yang diambil dari hasil pembelahan inti dalam sebuah reaktor daya. Karena tidak ada proses pembakaran, maka PLTN tidak menghasilkan polutan seperti pembangkit listrik berbahan bakar fosil (minyak dan batubara). Limbah yang dihasilkan oleh PLTN berupa padatan bahan bakar bekas dapat didaur ulang untuk diambil kembali uranium dan plutoniumnya atau bahan bakar bekas tersebut disimpan dalam jangka waktu yang cukup lama, 30-40 tahun.

Kebutuhan pasar Asia Oceania terhadap radiofar  Mo-99 sebagai bahan riset saat ini mencapai 380.000 Ci/tahun.  Permintaan tersebut jauh melebihi kebutuhan pasar dalam negeri (70.000 Ci/tahun). Kapasitas produksi Mo-99 yang dimiliki PT. Indusrti Nuklir Indonesia (Persero) masih berkisar 1.200 Ci/tahun dengan memanfaatkan reaktor riset milik BATAN, yaitu PRSG “GA Siwabessy”.

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Kawasan Asia

Pemanfaatan Pembangkit Listrik Tenaga Nuklir di Kawasan Asia

“HIJAUKAH” ENERGI NUKLIR ?

Meskipun tenaga Nuklir dapat memenuhi kebutuhan energi tanpa mengeluarkan emisi karbon. Namun ada pertentangan mengenai apakah tenaga nuklir benar-benar sesuai  dengan tujuannya dalam pertumbuhan negara hijau. Masih banyak kalangan menolak dengan konsep nol-karbon pada energi ini ketika terdapat pertimbangan emisi dari pengolahan bahan bakar uranium.

Selain itu, masalah dalam menemukan tempat baru untuk menyimpan limbah sisa bahan bakar nuklir yang cukup tinggi tingkatan radioaktifnya bisa mencoreng arti “ hijau “ dalam tenaga nuklir. Hal ini merupakan tantangan bagi pemerintah Indonesia dalam pengembangan program energi bersih. Akan tetapi, pemerintah bisa bekerja sama dengan seluruh elemen masyarakat Indonesia salah satunya untuk menemukan tempat penyimpanan limbah nuklir dari sisa bahan bakar.

Untuk bagian sistem keamanan, International Atomic Energy Agency ( IAEA ) telah menetapkan 19 syarat khusus yang sangat ketat suatu negara untuk bisa membangun Pembangkit listrik tenaga nuklir. Sampai saat ini Indonesia sudah memenuhi 17 syarat untuk membangun nuklir, sehingga diperlukan dukungan seluruh masyarakat Indonesia. Tugas Pemerintah bersama kalangan akademisi berkolaborasi untuk menyakinkan dan memberikan wawasan kepada masyarakat mengenai energi nuklir manfaat dan penanggulangannya.

Secara umum penguasaan energi merupakan faktor penting penentu daya saing suatu bangsa dan sangat berpengaruh terhadap nilai tawarnya dalam persaingan global. Ketersediaan energi memiliki korelasi positif dalam pencapaian tujuan sosial, ekonomi dan lingkungan. Secara umum, energi digunakan sebagai bahan bakar untuk kebutuhan transportasi maupun kelistrikan dan pemenuhan kebutuhan rumah tangga. Adapun parameter lain yang tidak bisa dilupakan adalah permasalahan lingkungan yang ditimbulkan akibat proses konversi energi. Oleh karena itu analisa pemberdayaan suatu sumber energi harus memperhatikan faktor-faktor aspek lingkungan.

Daftar Referensi :

Pemerintah Republik Indonesia, Blue Print Pengelolaan Energi Nasional 2005 – 2025, Jakarta, 2005.

Harto, A.W, 2009, Teknologi Reaktor Nuklir Maju.

www.iaea.org.

4 Comments

  1. Energi nuklir adalah alternativ terakhir bagi negara yg tidak punya alternativ lain. Indonesia punya 1000 sumber energi. Terbanyak adalah air sungai, angin, matahari, panas bumi, gelombang laut, biomass, sampah sebagai listrik, dan masih banyak lagi. Energi nuklir untuk Indonesia belum saatnya mungkin 1000 tahun lagi jika semua energi baru terbarukan dan ramah lingkungan sudah tiada. Ilmuan Indonesia baru 5% menguasai teknologi energi. mereka baru tahap membaca, riset kecil, atau sekedar operasional riset nuklir. Apakah ilmuan kita sudah menguasai inti teknologi nuklir….? Apakah kita sudah mampu membangun equipment untuk pembangkit nukilir…..? Apakah kita sudah mampu teknologi pengayakan bahan baku utk nuklir termasuk membuat alatnya….? Apakah kita bisa menghitung proses pemindahan panas dari inti ke liquid dan seterusnya….? Apakah kita telah mampu menguasai teknologi manufacture metallurgi semua komponen dan peralatan utk pembangkit listrik dari energi nuklir…..? Masih jauh….. masih sangat jauh…. Jangan paksakan untuk membangun PLTN. Kalau dipaksakan dengan alasan harga diri dan pembangunan …….. itu tidak lain hanya datang dari sekelompok orang2 yg menamakan dirinya mampu, ahli, pintar, dll. Mereka hanya baru sebatas membaca, ikut2 seminar, asisten dosen nuklir di luar negeri, dsb. Yang membangun tidak lain pasti orang asing, negara asing, paling2 Amerika, Jerman, Perancis, Inggris, Rusia, Jepang,…….. sedang segara lain yg menyatakan memiliki teknologi nuklir masih diragukan, seperti Korea, India, China, Afrika Selatan, Israel, ………….. dan kita hanya sekedar sebagai PEKERJA.

  2. Setuju Pak. Tulisan ini dibuat untuk sedikit memperkenalkan kepada masyarakat tentang Nuklir. Entah kapan kita siap membangun energi ini, tetapi dukungan dari masyarakat merupakan hal yang sangat diperlukan ketika akan dibangun energi ini. Diperlukan sosialisasi mulai sekarang untuk membangun terlebih menjadikan sebagai pembangkit listrik. Banyak ilmuwan Indonesia yang sudah ahli di bidang ini tetapi sudah nyaman bekerja di luar negeri. Sehingga dibutuhkan banyak koordinasi dalam pembangunan.

  3. Semoga mereka yg ada diluar negeri segera pulang dan membangun PLTN. Tidak semudah kita membalikan tangan dalam membangun PLTN. Setiap tahapan-tahapan dalm mis proses persiapan bahanbaku harus diketahui dengan jelas dan ahli utk itu. Siklus bahan bakar nuklir, juga disebut rantai bahan bakar nuklir, adalah perkembangan bahan bakar nuklir melalui serangkaian tahapan yang berbeda. Ini terdiri dari langkah-langkah di ujung depan, yang merupakan persiapan bahan bakar, langkah-langkah dalam periode pelayanan di mana bahan bakar yang digunakan selama operasi reaktor, dan langkah-langkah di belakang, yang diperlukan untuk mengelola aman, berisi, dan baik memproses ulang atau membuang bahan bakar nuklir. Jika bahan bakar bekas tidak diolah, siklus bahan bakar disebut sebagai siklus bahan bakar terbuka (atau siklus bahan bakar sekali-lalu); jika bahan bakar bekas yang diolah kembali, ini disebut sebagai siklus bahan bakar tertutup. Nah … apah hal itu kita pahan benar dan sanggup nenangani, yg pasti tanpa resiko. Semoga bermanfaat.

  4. Zainal Adilien Memang terlalu dini membicarakan nuklir di Indonesia ketika semua elemen belum saling berkontribusi dengan idealisme dan nasionalisme.Tetapi suatu saat energi ini pasti sangat dibutuhkan oleh semua negara. Kita masih merasa di zona aman untuk energi minyak bumi karena sebagian besar masyarakat menganggap masih kaya dengan energi ini. Tetapi kenyataannya tidak demikian, sekarang kita miskin dengan energi ini dan sangat diperlukan sumber energi baru sebagai pengganti.Target Mix energy pemerintah melihat realitas yg ada akan sangat susah memenuhi target 17 % penggunaan energi terbarukan. Mungkin kita harus berbenah dahulu untuk fokus di energi terbarukan sebelum ke nuklir.

Leave a Reply