Mahasiswa Universitas Jember Ubah Flashdisk Menjadi Kunci Motor Digital
May 2, 2016
Cetakin.id : Program Printing Online Karya Anak UI
May 4, 2016

Si Cantik yang Berbahaya

Penghias Kuku via blog.tokounix.co.id

Penghias Kuku via blog.tokounix.co.id

Penghias Kuku via blog.tokounix.co.id

Satu dari sekian banyak sifat alami yang ada di dalam diri setiap wanita yaitu ingin selalu terlihat cantik, terlebih lagi di mata lawan jenisnya. Oleh karena itu kodrat wanita dalam mempercantik diri sudah tidak dapat terbantahkan lagi. Tidak hanya wajah yang disolek dengan bedak, eyeshadow, maskara, dan lipstik. Bagian tubuh lain pun tak boleh luput untuk terlihat cantik pula.

Salah satu yang menarik perhatian wanita terutama kalangan muda adalah menghias kuku dengan kuteks. Apalagi sekarang sedang trend nya seni melukis kuku dengan berbagai macam motif seperti bunga, binatang, tokoh kartun, dan masih banyak lagi.

Meskipun cantik namun tahukah kamu bahwa pemakaian kuteks kuku itu berbahaya? Komponen penyusun cat kuku atau kuteks diantaranya:

  1. Pembentuk selaput utama yang berfungsi menghasilkan selaput mengkilat (tahan air)
  2. Selaput untuk membentuk resin yang berfungsi melekatkan kuteks dengan kuku
  3. Zat plastik untuk meningkatkan kelenturan
  4. Pewarna, dll

Komponen-komponen di atas mengandung berbagai macam zat kimia yang tentunya memiliki efek samping bagi tubuh kita. Efek samping yang timbul akibat dari zat – zat yang terkandung di dalam kuteks bermacam-macam.

Pertama yaitu Formaldehyde, apabila dipakai untuk jangka waktu yang panjang, formaldehyde atau yang lebih dikenal dengan sebutan formalin dapat menimbulkan kerusakan kulit, iritasi, sakit kepala, bahkan kanker. Jika kuteks yang mengandung formaldehyde tersentuh tangan akan timbul alergi seperti ruam yang bisa menyebabkan pada kondisi kulit dermatitis

Kedua, Toluene. Apabila dipakai untuk jangka waktu yang pendek dapat menimbulkan iritasi dan pusing. Apabila dipakai untuk jangka waktu yang panjang, toluene dapat menimbulkan kerusakan sistem saraf. Terakhir, Etil asetat. Zat ini berguna dalam pengerasan kuteks dapat menimbulkan gangguan saraf organ dalam.

Namun tentunya efek negatif dari zat-zat tersebut akan timbul jika pemakaian berlebih dan jangka waktu yang lama. Sesekali boleh saja mempercantik diri. Tapi, jangan berlebihan ya!

Anis Sa'adah
Anis Sa'adah

Mahasiswa semester 4 jurusan Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia. Bergabung dalam Nano Research Society FTUI

Leave a Reply