Keren! Jepang Ciptakan Hujan Meteor Buatan
Jun 9, 2016
Electrohydrodynamics (EHD) Jet Printing: Teknologi Fabrikasi yang Bisa Mereduksi Biaya Produksi
Jun 11, 2016

Setelah Berfotosintesis di Sepanjang Siang, Apakah Pohon Tidur di Malam Hari?

Pohon Silver Birch via Wikipedia

Pohon Silver Birch via Wikipedia

Sebelum menjawab hal tersebut, kita harus mendefiniskian kembali kata “tidur” pada sebuah pohon. Tentunya, tidurnya pohon tidak memejamkan mata seperti layaknya kebanyakan manusia dan hewan. Karena pohon tidak mempunyai mata untuk melihat. Namun definisi “tidur” sebagai waktu istirahat alami dimana daya tanggap sebuah makhluk hidup berkurang mungkin bisa kita lekatkan pada sebuah pohon.

Karena pada faktanya, ilmuwan mengatakan bahwa pohon merelaksasi cabang-cabangnya pada malam hari. Fenomena tersebut bisa dikatakan sebagai fenomena tertidur dari sebuah pohon. Hal ini terbukti pada satu-satunya studi untuk melihat fase tertidur dari sebuah pohon, peneliti menyiapkan dua pohon silver birch sebagai objek penelitian.

Pohon tersebut berasal dari Finlandia dan Austria. Peneliti menggunakan bantuan laser dengan cahaya inframerah untuk menerangi bagian-bagian yang berbeda dari setiap pohon dengan waktu sepersekian detik per masing-masing bagian. Kedua pohon dipantau dari senja sampai pagi hari yang kering, pada malam hari berangin di bulan September.

Pengamatan tersebut dilakukan hampir bersamaan dengan periode solar equinox, sebuah fenomena astronomi dimana waktu pada siang dan malam hari hampir sama.  Peneliti mengatakan, pengamatan dengan laser tersebut sudah cukup untuk memberikan informasi detail terkait aktivitas pohon pada periode yang diamati.

Ternyata, cabang dan daun silver Birch mengendur pada malam hari. Lalu mencapai posisi terendah pada beberapa jam sebelum matahari terbit. Kemudian mengembang kembali pada pagi harinya

“Hasil penelitian kami menunjukkan bahwa seluruh pohon terkulai sepanjang malam. Hal ini dapat dilihat pada perubahan posisi dalam daun dan cabang,” Kata Eetu Puttonen, peneliti dari  Finlandia Geospasial Research Institute.

“Perubahan tidak terlalu besar, hanya sampai 10 cm (4 inci) untuk pohon dengan ketinggian sekitar 5 meter (16 kaki)” Tambahnya.

Peneliti belum menemukan alasan pasti apakah matahari yang “membangunkan” daun dan cabang pohon tersebut atau mereka (pohon) mengandalkan ritme sirkadian internal untuk membangkitkan daun dan cabangnya. Singkatnya, ritme sirkadian merupakan ritme yang mengatur bangun-tidur kita secara alami setiap hari pada jam yang kita inginkan atau pada jam yang sama, termasuk pada sebuah pohon.

“Tetapi fakta bahwa beberapa cabang mulai kembali ke posisi normal mereka pada siang hari tepat sebelum matahari terbit menunjukan bahwa hipotesis ritme sirkadian itu benar adanya” Tulis para peneliti dalam studi yang dipublikasikan secara online pada 29/2/16, di jurnal Frontiers Plant Science.

Temuan ini sebenarnya tidak terlalu mengejutkan, tapi anehnya itu tidak terlalu banyak dipelajari sampai sekarang. Mayoritas organisme hidup memiliki ritme sirkadian siang dan malam. Contohnya adalah bunga yang merekah di pagi hari dan beberapa pohon yang menutup daun-daunnya pada malam hari.

Seorang naturalis terkenal seperti Charles Darwin (1809-1882) pun mencatat bahwa gerakan nokturnal (malam hari) daun dan batang pada tanaman tampak selayaknya tanaman tersebut tertidur.Jika studi-studi sebelumnya hanya meneliti tanaman dalam pot, temuan di pohon ini merupakan studi pertama yang menggunakan laser yang secara tepat mengukur gerakan dari pohon-pohon liar pada malam hari. (NMY/Livescience)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf

Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply