Inovasi dari UGM, Pendeteksi Merkuri Portable pada Kosmetik
Aug 4, 2016
Mesin ini Bisa Mengubah Air Seni Menjadi Air Minum, Tertarik Mencoba?
Aug 4, 2016

Seringkali Dibuang, Limbah Kopi Ternyata Bermanfaat Menurunkan Pencemaran Logam Berat pada Air

Ampas Kopi via farmersalmanac.com

Ampas Kopi via farmersalmanac.com

Ampas Kopi via farmersalmanac.com

Bagi para penikmat kopi, ampas kopi seringkali jadi sebuah bagian yang tak terpisahkan. Walaupun sekarang ini sudah banyak kopi tanpa ampas yang dijual di coffee shop atau dalam kemasan, cita rasa kopi yang bercampur dengan ampasnya seringkali memberikan kenikmatan tersendiri.

Akan tetapi, setelah selesai diminum, ampas kopi biasanya hanya menjadi limbah yang dibuang begitu saja. Namun ternyata, lima mahasiswa Universitas Jember berhasil memanfaatkan limbah kopi menjadi sesuatu yang lebih berguna.

Melalui penelitian yang dilakukan oleh Puput Baryatik, Herdian Riskianto, Uswatun Asihta, Wita Nurcahyaningsih, Azzumrotul Baroroh, serta dibantu Anita Dewi Moelyaningrum selaku dosen pembimbing, limbah ampas kopi dapat menjadi bahan penyerap logam berat yang sudah banyak mencemari air.

Tiga unsur utama logam berat, yaitu Cadmium, merkuri, dan timah hitam sering ditemukan pada air tanah yang tercemar akibat limbah industri dan rumah tangga.

“Limbah industri dan rumah tangga belum dikelola dengan baik sehingga seringkali menjadi penyebab pencemaran khususnya pada air tanah”, Kata Anita, dosen pembimbing kelima mahasiswa

Menurut Anita, di masyarakat, limbah yang masuk ke tempat pembuangan akhir (TPA) tidak dipilah sempurna antara organik dan anorganik. Limbah-limbah yang mengandung logam berat seperti bekas baterai, plastik kemasan, limbah medis, kemasan pestisida banyak yang bercampur di satu lokasi pembuangan.

Pada akhirnya dengan proses alam seperti hujan dan yang lainnya, logam berat itu menyerap ke tanah dan meracuni air tanah serta sumur-sumur warga. Disisi lain, limbah ampas kopi yang banyak dibuang oleh penikmat kopi di Jember ternyata dapat menyerap unsur logam berat pada air yang tercemar, terutama logam Cadmium.

Beberapa proses penelitan dan model pengelolaan lingkungan berbasis limbah organik pun dilakukan. Hasilnya adalah pemrosesan limbah ampas kopi ternyata terbukti mampu menurunkan kadar Cadmium dalam air hingga lebih dari 50 persen.

“Kadar Cadmium turun sekitar 55,75 persen dengan konsentrasi arang aktif ampas kopi sebesar 10 gram per liter”, Kata Puput Baryatik

Daya serap ampas kopi dapat lebih dioptimalkan setelah diubah unsurnya dalam bentuk arang aktif dengan bantuan HCl yang dinetralkan dan dipaparkan dengan air yang tercemar logam Cadmium.

Sebagai salah satu sentra produksi kopi robusta di Jawa Timur, Puput berharap pemanfaatan limbah ampas kopi untuk mengatasi pencemaran air oleh logam berat Cadmium bisa lebih optimal. Mengingat logam berat ini bersifat racun bagi tubuh yang dapat menyebabkan berbagai penyakit seperti gangguan saraf, ginjal, dan hati. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply