Awas, Indonesia Siaga Kejahatan Seksual Anak!
May 18, 2016
Peraturan Pemerintah untuk Penguatan Penelitian dan Pengembangan IPTEK di Indonesia
May 20, 2016

Sekilas Mengenal Dunia Nanoteknologi

Nanoteknologi via foodinsight.org

Selama abad pertengahan, para filsuf mencoba untuk mengubah material-material dasar untuk menciptakan emas dalam proses yang disebut alkimia. Ketika usaha mereka tidak menunjukkan keberhasilan sama sekali, para ilmuwan mulai menunjukkan jalan ke arah kemajuan ilmu pengetahuan yang sesungguhnya. 

Dengan kimia, kita dapat mempelajari lebih banyak hal mengenai dunia di sekitar kita, termasuk fakta bahwa semua hal tersusun dari atom-atom. Sifat-sifat dari material dapat dijelaskan dari berbagai tipe-tipe atom dan bagaimana atom-atom tersebut tergabung menjadi satu kesatuan.

Diagram Nanoteknologi via science.howstuffworks.com

Diagram Nanoteknologi via science.howstuffworks.com

Dilansir dari howstuffworks.com, nanoteknologi adalah sebuah multi-disiplin sains yang berfokus pada bagaimana kita memanipulasi bahan pada tingkat molekul dan atomik. Untuk melakukan manipulasi ini, diperlukan pengerjaan dalam skala nano.

Skala nano ini merupakan sebuah skala yang sangat kecil, yang bahkan tidak dapat dilihat dengan menggunakan mikroskop cahaya. Pada kenyataannya, satu nanometer hanyalah seukuran satu milyar kali lebih kecil dari ukuran satu meter, sedangkan atom memiliki ukuran yang lebih kecil lagi dari itu.

Dengan memanipulasi molekul, kita dapat menghasilkan berbagai macam material menarik dengan sifat-sifat yang luar biasa.

Salah satu contoh hasil nanoteknologi adalah carbon nanotube. Untuk membuat sebuah carbon nanotube diperlukan sebuah lempengan yang terbuat dari grafit. Lempengan ini digulung hingga menjadi bentuk sebuah pipa. Orientasi dari molekul grafit ini akan menentukan sifat dari carbon nanotube yang akan dihasilkan.

Carbonanotube via metalworkworldmagazine.com

Carbonanotube via metalworkworldmagazine.com

Jika digulung dengan benar, akan dapat dihasilkan carbon nanotube yang memiliki kekuatan seratus kali lebih besar dibandingkan dengan yang terbuat dari baja, namun dengan berat yang enam kali lebih ringan dari baja.

Carbon nanotube hanyalah salah satu aspek dari nanoteknologi. Hal lain yang dapat diketahui adalah bahwa sifat material pada skala nanonya tidak akan sama dengan sifat material tersebut pada skala sesungguhnya yang lebih besar.

Para peneliti dan orang-orang dari Departemen Energi Amerika Serikat menemukan bahwa emas bersinar dengan cara yang berbeda ketika emas berada dalam skala nano dibandingkan ketika emas berada dalam skala sesungguhnya yang lebih besar. Mereka juga menemukan fakta bahwa material memiliki sifat magnet dan suhu yang berbeda pada saat material tersebut dalam skala nano. (CR/HowStuffWorks)

Cika Ramadini
Cika Ramadini
Mahasiswa UI tingkat kedua di jurusan Teknik Metalurgi dan Material. Sedang aktif dalam organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan bernama Technique Informal School.

Leave a Reply