Menyongsong Era Baru Mitigasi Bencana Berbasis Komunitas
Apr 12, 2016
6 Fakta Menarik Tentang Dex Lite, BBM Jenis Baru di Indonesia
Apr 14, 2016

Satu-Satunya Di Dunia! Sapi Tanpa Tanduk dari UNHAS Makassar

Mahasiswa Unhas Sedang Memeriksa Sapi Tanpa Tanduk via AntaraFoto

Mahasiswa Unhas Sedang Memeriksa Sapi Tanpa Tanduk via AntaraFoto

Mahasiswa Unhas Sedang Memeriksa Sapi Tanpa Tanduk via AntaraFoto

Kata siapa sapi selalu bertanduk? Saat ini, Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin (Unhas) Makassar sedang mengembangkan sapi tanpa tanduk. Sapi jenis baru ini merupakan perkawinan dengan sapi yang mengalami mutasi genetik dengan sapi Bali.

Dekan Fakultas Peternakan Universitas Hasanuddin Makassar Prof. Dr. Sudirman B mengatakan bahwa jenis sapi ini merupakan jenis sapi yang tidak ada di tempat lain di dunia. Pengembangan sapi ini merupakan salah satu penelitian unggulan dari Fakultas Peternakan Unhas untuk menghasilkan produk daging unggulan yang berkualitas ekspor.

Sapi yang baru dikembangkan pada tahun 2005 ini sebenarnya sapi yang telah ditemukan sejak 1987. Kemudian dikembangkan dan dikawinkan dengan sapi Bali. Walaupun begitu, sifat sapi tanpa tanduk ini masih dominan sehingga keturunannya juga tidak bertanduk. Tidak seperti sapi Bali yang sering berkelahi, sapi tanpa tanduk ini lebih jinak dan ukurannya juga lebih besar.

Indukan sapi Bali yang sering berkelahi dengan tanduknya seringkali merusak fisik dan serat daging sapi lainnya. Sapi yang tidak bertanduk sangat menguntungkan, selain karena sapi ini sudah jinak, namun juga peternak tidak perlu repot untuk memotong tanduk sapi yang biasanya dilakukan untuk mencegah perkelahian dan perlawanan dari sapi.

Sapi tanpa tanduk memiliki banyak daging dan sedikit lemak dengan presentasi daging sekitar 35% dengan umur sapi tiga tahun yang beratnya sekitar 400 kg-500 kg. Sapi ini juga dapat hidup sampai berumur 10 tahun dan membutuhkan pakan yang lebih sedikit dibandingkan sapi lainnya.

Kualitas sperma dari sapi tanpa tanduk ini juga sangat baik sehingga pembuahan dapat berjalan maksimal. Jika pembuahan secara alami saja, sapi tanpa tanduk ini dapat membuahi ratusan betina dalam satu musim kawin. Bahkan jika melalui proses inseminasi buatan, dapat mencapai ribuan sapi betina.

Dengan kondisi tersebut, sapi yang saat ini diternakan di wilayah Enrekang, Sulawesi Selatan ini jika dikembangkan maksimal dapat menjadi sumber cadangan daging nasional yang menghasilkan kualitas daging terbaik yang berkualitas ekspor. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply