Buat Keset Antibakteri Berbahan Dasar Bambu, Mahasiswa IPB Raih Penghargaan Internasional
Jun 17, 2016
Leka: Teman Robot untuk Anak Berkebutuhan Khusus
Jun 20, 2016

Rojak: Jaket Gunung dengan Sistem Pijatan dan Sensor Suhu Otomatis dari UGM

Mendaki Gunung via pitchengine.com

Mendaki Gunung via pitchengine.com

Mendaki Gunung via pitchengine.com

Rasa lelah dan pegal pasti menyelimuti para pendaki dalam proses pendakian. Belum lagi udara dingin di puncak gunung yang kerap kali mengganggu kenyamanan. Hal itu lah yang kemudian menjadi awal ide dari pembuatan Rojak, Robot dalam Jaket inovasi lima mahasiswa UGM.

Memanfaatkan teknologi robotik, jaket gunung ini memiliki beberapa kelebihan dibanding jaket gunung lainnya. Rojak dilengkapi sensor suhu dan pijatan otomatis untuk meningkatkan kenyamanan pendaki. Sekilas Rojak ini akan sama seperti jaket gunung lainnya, namun sebenarnya pada beberapa bagian di punggung telah dipasang titik pijat untuk mengurangi keluhan rasa pegal dan sakit di punggung pengguna.

Selain itu, Rojak juga mempunyai sensor suhu yang dapat menyesuaikan dengan kondisi tubuh pendaki. Sensor suhu tersebut diletakan dibawah ketiak. Kelebihan lainnya dari jaket ini adalah mempunyai fitur penunjuk arah yang berupa output suara. Sehingga pendaki akan dengan mudah menemukan arah mata angin saat tersesat

Rojak menggunakan batu baterai dalam saku jaket sebagai sumber energi. Pada bagian lengan dan punggung jaket juga dilengkapi dengan panel surya. Sehingga pendaki tidak perlu khawatir kehabisan baterai di tengah perjalanan. Beberapa fitur seperti sensor suhu pada Rojak juga dapat dikontrol menggunakan smartphone.

Tim Rojak UGM via Tribunnews.com

Tim Rojak UGM via Tribunnews.com

Tidak cukup sampai disitu, jika dilipat dan dikaitkan dengan bagian yang sudah dipasangi pengait, Rojak ini dapat berubah menjadi bantal pijat yang nyaman. Salah satu kekurangan dari jaket inovatif dengan banyak fitur yang ada selama ini adalah fleksibilitas alat. Namun jangan khawatir, Rojak memiliki sistem Plug and Play. Jadi, alat yang terpasang pada jaket dapat dilepas dan dipasang sendiri oleh pengguna saat hendak mencuci jaketnya.

Pembuatan Rojak yang digawangi oleh Indra Budi Setioputro, Sevia Rani Irianti, Derly Shayyiban Naafian, Selvi Faristasari, dan Ikhsan Tanoto Mulyo dapat dikatakan sangat istimewa dengan berbagai kelebihannya.

Namun, berat jaket yang sekitar 3 kg dan harga pembuatan serta riset yang mencapai 7.5 juta rupiah menjadi kekurangan dari Rojak. Dengan efisiensi, harga jaket ini dapat berkisar antara 2 sampai 3 juta rupiah. Masih tergolong mahal untuk ukuran jaket, namun jika melihat berbagai kelebihan yang dipunyai jaket ini sepertinya kamu tidak akan kecewa mengeluarkan kocek lebih dalam untuk membuat pendakianmu lebih sehat dan nyaman. Tertarik Membelinya? (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply