7 Tips Menarik Memanfaatkan Bawang yang Harus Diketahui Setiap Orang
May 31, 2016
Jumlah Petani Menurun, Seberapa Pentingkah Pekerjaan Ini di Indonesia?
Jun 2, 2016

Robot Tank Tanpa Awak, Inilah Kendaraan Perang Temuan Mahasiswa ITS

Robot Tank ITS

War-V1 ITS via lintasberita.net

Bachtiar Dumais Laksana, seorang mahasiswa Ekstensi S1 Teknik Elektronika Institut Teknologi Sepuluh Nopember (ITS) Surabaya bersama dua mahasiswa lainnya yaitu Adhitya Whisnu Pratama dari UII Yogyakarta dan Muhammad Iqbal dari UGM berhasil membuat prototipe sebuah kendaraan perang tanpa awak yang diberi nama War-V1.

Ide dan proses pembuatan War-V1 yang berbentuk Tank Robot mini ini sudah berlangsung saat Bachtiar masih menempuh studi diploma di UGM Yogyakarta sekitar akhir tahun 2014 lalu. Bersama dua orang temannya tersebut dan dengan biaya sendiri, tank robot yang dapat dikendalikan dengan remote control ini dikerjakan sampai bentuk prototipe seperti sekarang ini.

Pada prosesnya, pihak kampus ITS tempat ia menempuh pendidikan S1 nya sekarang setuju untuk menjadikan Tank Robot ini sebagai topik skripsi dan Bachtiar memulai melanjutkan proyek tank ini sendiri. “Sebelum disetujui untuk skripsi, tank robot ini sudah dikerjakan sampai bentuk setengah jadi” Kata Bachtiar.

Kecintaannya pada dunia militer membuat ia tidak ingin tinggal diam untuk menciptakan sesuatu yang bermanfaat bagi bangsa di bidang pertahanan dan keamanan. Saat ini, Bactiar juga sudah mendirikan sebuah perusahaan bernama BDL-Tech untuk mendukung aktivitas inovasi dan pengembangan temuannya.

Mengaku terinspirasi dengan robot raksasa dengan persenjataan canggih dari Jepang dan Amerika Serikat, Bachtiar membuat War-V1 ini dilengkapi dengan senapan angin ringan yang dapat memporak-porandakan posisi musuh dengan kendali jarak jauh. Mesinnya juga dilengkapi dengan mesin Hybrid sehingga ramah lingkungan.

Ukuran Tank robot ini juga lebih kecil daripada tank biasa dan dapat digunakan untuk mobilisasi pasukan untuk perlindungan saat melawan musuh. Pada pengembangannya, Bachtiar berencana menambahkan granat dan roket pada tank robot ini.

Karena selama ini dikerjakan dengan biaya sendiri, Bachtiar mengaku sedikit menemui beberapa kendala dalam pengembangan protitipe kendaraan perang mini ini. “Sulit memasang komponen yang memadai karena semua komponen harus didatangkan dari Tiongkok dengan harga belasan juta rupiah” Kata Bachtiar.

Bachtiar mengatakan ada rencana bantuan dana dari Kementerian Pertahanan dan Keamanan RI. Terlebih lagi saat ini Tank buatannya tersebut sudah diminati oleh Kodam VI/Mulawarman Balikpapan dan Batalyon Kavaleri 8 Divisi infantri 2 kostrad di Bandung. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply