Hemat Energi dan Budaya Masyarakat
Nov 14, 2013
Mendukung Kebijakan Energi Pemerintah
Nov 19, 2013

Revitalisasi Pedestrian sebagai Salah Satu Non Motorized Transport (NMT)

pejalan kaki

Sumber ilustrasi: travel.detik.com

Konsumsi energi di Indonesia dibagi menjadi beberapa sektor, diantaranya adalah industri, transportasi, rumah tangga serta sektor lainnya. Pada tahun 2010, konsumsi energi terbesar adalah sektor industri sebanyak 33% yang diikuti oleh sektor rumah tangga 30% serta transportasi 23%. Konsumsi energi akan terus meningkat di tahun mendatang seiring dengan peningkatan jumlah penduduk. Sektor industri dan transportasi diproyeksikan akan mengalami peningkatan konsumsi energi yakni masing-masing sebesar 7,5% dan 6,5% pada tahun 2030. (BPPT, 2012)

proyeksi konsumsi

Gambar 1. Proyeksi Konsumsi Energi Menurut Sektor. Sumber : BPPT, 2012

Laju ekonomi yang meningkat menyebabkan kebutuhan energi di sektor transportasi terus tumbuh. Pada sepuluh tahun terakhir, pertumbuhan rata-rata konsumsi sektor transportasi adalah 5,8% per tahun, yaitu dari 129 juta SBM di tahun 2009 menjadi 226 juta SBM di tahun 2009 (IEO, 2010). Sebagian besar konsumsi energi di sektor ini menggunakan Bahan Bakar Minyak (BB) yang jumlahnya mencapai 99%. (IEO, 2010)

Peningkatan konsumsi energi dalam bidang transportasi ini tergambar jelas dari padatnya jalan raya. Pertumbuhan kendaraan bermotor di Indonesia meningkat cukup drastis tiap tahunnya. Pada tahun 2000, jumlah kendaraan yang ada di Indonesia berjumlah 18 975 344 unit, sedangkan pada tahun 2011 meningkat hingga 85 601 351 unit. Hal ini berarti dalam kurun waktu 10 tahun telah terjadi peningkatan sebesar 77% (BPS, 2013). Mobil pribadi dan motor menyumbang secara signifikan kenaikan jumlah kendaraan bermotor ini. Tercatat pertumbuhan dua jenis kendaraan pribadi tersebut masing-masing adalah 12% dan 11 % pada tahun 2011-2012 (Korlantas Polri dalam Kompas, 2013)

Transportasi publik yang masih buruk disebut sebagai faktor penyebab trend meningkat dari moda transportasi privat, motor dan mobil tersebut. Dampaknya seperti yang sudah jamak diketahui adalah kemacetan dan polusi yang menjangkiti kota-kota besar di Indonesia seperti Jakarta. Orang lebih memilih untuk menggunakan kendaraan pribadi dalam menjalankan aktivitasnya sehari-hari karena dirasa lebih praktis dan cepat. Gejala ini jika dibiarkan tidak hanya akan menambah parah polusi dan kemacetan, namun kehidupan sosial khususnya masyarakat perkotaan pun akan ikut terganggu. Stress yang berujung pada masalah kesehatan baik mental maupun fisik pada akhirnya akan berujung pada masyarakat kota yang sakit. Jalanan akan dipenuhi dengan kendaraan dan tidak tersisa lagi ruang yang nyaman untuk berinteraksi.

Tata kota yang baik disusun berdasarkan beberapa elemen. Salah satu elemen penting dari penyusun kota adalah kawasan pedestrian. Pedestrian berasal dari kata pedestris yaitu orang yang berjalan kaki. Sedangkan jalur pedestrian adalah trotoar yang berarti jalan kecil selebar 1,5 meter – 2 meter, memanjang sepanjang jalan umum, jalan besar atau jalan raya. Jalur pedestrian merupakan salah satu elemen-elemen pembentuk kota yang dapat dijadikan pembatas dari satu wilayah atau distrik (Mauliani, 2011). Pedestrian bukan hanya pelengkap untuk mengesankan suatu kota, tapi harus mengandung fungsi utamanya yaitu wadah pejalan kaki untuk dapat bergerak dari satu tempat ke tempat lain dengan aman, nyaman dan tanpa rasa takut baik terhadap sesama pengguna jalur maupun terhadap kendaraan (Mauliani, 2011).

Pedestrian (jalan pejalan kaki) adalah salah satu jenis non motorized transport selain bersepeda (bicycling). Adanya kawasan pedestrian ini akan memudahkan masyarakat untuk bermobilisasi dalam jarak yang tidak terlalu jauh dengan berjalan kaki. Di beberapa negara maju kawasan pedestrian sengaja dikembangkan sebagai kebijakan transportasi publiknya. Selain lahan luas, pedestrian juga terhubung dengan pusat-pusat aktivitas keseharian seperti sekolah, kantor, mall atau disebut dengan mic land use neighborhood. Dengan demikian, pedestrian pun dapat berfungsi sebagai ruang terbuka hijau yang memungkinkan warga kota bisa berinteraksi. Singapura adalah salah satu contoh negara yang serius menggarap kawasan pedestrian hingga mendapat julukan A Walkable City (World Bank, 2013)

Pengembangan kawasan pedestrian tidak bisa dilakukan tanpa integrasi kebijakan transportasi lainnya. Pembatasan penggunaan mobil dan motor dengan sistem parkir berbayar dan parking zone di tempat-tempat khusus adalah salah satu kebijakan yang harus diupayakan. Selain itu, pemerintah harus tegas dalam menindak oknum masyarakat yang menggunakan trotoar tidak sesuai fungsinya. Pedagang Kaki Lima dan pengguna motor yang sering melintas di trotoar adalah beberapa aktivitas yang harus mendapat perhatian serius dari pemerintah. Kampanye hidup sehat dengan berjalan kaki pun harus terus disosialisasikan. Karena mustahil terjadi perubahan jika perilaku masyarakat pun tidak diubah.

 

References :

Pusat Data dan Informasi ESDM Kementerian ESDM. 2010. Indonesia Energy Outlook 2010. Kementerian Energi dan Sumber Daya Mineral Republik Indonesia

Badan Pengkajian dan Penerapan Teknologi (BPPT). 2012. Perencanaan Efisiensi dan Elastisitas Energi 2012. Balai Besar Teknologi Energi BPPT

Mauliani, Lili. 2010. Fungsi dan Peran Jalur Pedestrian Bagi Pejalan Kaki. Jurnal NALARs Volume 9 No. 2 Juli 2010.

The World Bank. 2013. Urban design manual for non-motorized transport friendly neighborhoods. Diakses dari http://www.worldbank.org/en/topic/urbandevelopment/x/eap?qterm=&docty_exact=Working+Paper

Kompas. 2013. 94,2 juta Mobil dan Sepeda Motor Berseliweran di Jalanan Indonesia. diunduh dari http://otomotif.kompas.com/read/2013/02/26/6819/94.2.juta.Mobil.dan.Sepeda.Motor.Berseliweran.di.Jalanan.Indonesia

Biro Pusat Statistik (BPS). 2013. Perkembangan Jumlah Kendaraan Bermotor Menurut Jenis tahun 1987-2011. diunduh dari
Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply