Gula Cair dari Kulit Singkong yang Mendunia
Feb 18, 2016
Tiga Komoditas Ini Menjadi Prioritas Utama Kedaulatan Pangan 2017, Apa Sajakah?
Feb 25, 2016

Raden Melawan Radiasi

RADEN pada artikel ini bukan lah tokoh “Pak Raden” dalam cerita “Si Unyil”. Melainkan sebuah Rompi Anti Radiasi Pengion yang berhasil ditemukan oleh 5 orang mahasiswa Universitas Gadjah Mada (Akhmad Aji Wijayanto, Faiz Asyifaa Mohtar, Sita Gandes Pinasti, Firliyani Rahmatia N, Anggraeni Ayu).

Bagi para pekerja yang bekerja dengan bahan radioaktif di dekatnya, akan sering terkena radiasi yang memiliki efek samping berbahaya bagi tubuh. Untuk melindungi tubuh dari paparan radiasi, RADEN diciptakan dengan memakai bahan kulit sinteis dengan filter timbal yang ringan dan fleksibel.

RADIASI (Rompi Anti Radiasi Pengion)

RADEN (Rompi Anti Radiasi Pengion)

Memang, sebelum RADEN ditemukan sudah banyak alat yang serupa. Namun, menurut Akhmad Adi Wijayanto, “Apron (red: kain penutup badan) yang biasa dipakai, misalnya di unit radiologi rumah sakit dan instansi penelitian nuklir, terbuat dari plat timbal berlapis kain sehingga berat dan kaku. Tertekuk sedikit saja bengkok tidak bisa kembali ke bentuk awal. Hal ini tentunya menyulitkan pengguna dan tidak memberikan rasa nyaman,”

Sebelum membuat RADEN, Akhmad Adi bersama teman-temannya melakukan observasi dengan menanyakan ke para petugas bagian radiologi di RSU Dr Sardjito Yogyakarta. Dan sebagian dari mereka mengatakan apron yang mereka gunakan kurang nyaman.

RADEN tampak belakang

RADEN tampak belakang

RADEN dibuat dengan memperhatikan kenyamanan penggunanya. Ada tiga lapisan yang menyusun RADEN. Pertama, lapisan atas atau luar berupa kulit sintetis. Kedua, lapisan tengah merupakan lapisan utama yang berisi campuran bahan PVC (Polyvinile Chloride), DOP (Di-2-ethylexy Pthalate) dan serbuk timbal (PbO dan PbCl2). Ketiga, lapisan dasar atau dalam yang berupa kain sebagai penguat apron. Dengan menggunakan bahan-bahan dan penyusunan lapisan seperti itu, dapat menekan berat hingga 30% dari berat apron pada umumnya.

Selain itu, harga jual RADEN juga lebih murah. Jika harga apron pada umumnya berkisar Rp 2,5 juta per buah. RADEN hanya menghabiskan biaya produksi sebesar Rp 1,5 juta.

Para penemu berharap, selain memberikan kenyamanan, RADEN dapat memberikan kontribusi positif bagi perkembangan sistem proteksi dan keselamatan radiasi di Indonesia. (BTA)

Bagus Tri Adikarya
Bagus Tri Adikarya
Bekerja di Masyarakat Ilmuwan dan Teknologi (MITI) sebagai Peneliti dan Analis data.

Leave a Reply