Kesiapan Indonesia Untuk Menjadi Negara Maju Berbasis Riset dan Teknologi
May 7, 2015
Smartpackaging Cara Kurangi Susut Pascapanen
Smartpackaging, Cara Kurangi Susut Pascapanen
May 11, 2015

RABIASA, Solusi Penyembelihan Sapi Syariah

RABIASA Solusi Penyembelihan Sapi Syariah

RABIASA Solusi Penyembelihan Sapi SyariahPenyembelihan dengan sistem stunning (pemingsanan) yang menjadi cara umum di beberapa Rumah Potong Hewan (RPH) dan Tempat Potong Hewan (TPH) Indonesia ternyata dianggap masih belum layak. Hal ini terkait beberapa hasil temuan hewan yang disembelih dengan cara pemingsanan ternyata tidak sesuai syariah dan standar kehalalan. Ketua Majelis Ulama Indonesia (MUI) Komisi Fatwa, KH. Ma’ruf Amin mengatakan dalam Islam diatur bagaimana menyembelih hewan dengan tidak menyiksa hewan. Selain penyembelihan dengan sistem stunning, sistem penyembelihan yang dilakukan RPH di Indonesia masih menggunakan cara tradisional yaitu merobohkan hewan secara paksa. Sistem ini juga dianggap oleh tim ahli asal Australia telah menyiksa hewan atau tidak sesuai dengan kesejahteraan hewan (kesrawan).

Ada cara penyembelihan lain yang cukup baik sesuai syariah dan keswaran dibandingkan dengan merobohkan sapi, yakni penyembelihan dengan posisi berdiri. Sistem penyembelihan ini dilakukan dengan cara menyembelih sapi dimana sapi diposisikan berdiri. Sayangnya cara ini belum banyak diterapkan oleh RPH di Indonesia. Salah satu kendalanya adalah rancang bangun yang belum layak.

Berangkat dari permasalahan tersebut, M. Elmanavian bersama rekannya Senja F Murtiningrum yang merupakan mahasiswa Kedokteran Hewan IPB tergerak membuat sebuah rancang bangun sistem penyembelihan sapi berdiri sesuai dengan “animal walfare” yang mereka sebut dengan RABIASA. M. Elmanavian lantas mengajak ketiga temannya yaitu Rafli Evansyah, Nirwan Duta Nuransah, dan Muhammad Shopia Ramdhan dari Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB untuk mewujudkan idenya tersebut.

RABIASA menyerupai cattle crush yang bekerja melalui lima tahapan. Tahapan pertama yakni proses entry sapi ke dalam ruang penjepit dan menutup pintu belakang dengan bantuan tuas, serta menjepit sapi dari kiri dan kanan dengan ukuran yang telah disesuaikan. Kedua, plat penahan perut dinaikkan dengan bantuan tuas. Ketiga, penjepit kepala diturunkan dan penahan kepala sapi dinaikkan dengan menggunakan tuas. Keempat, sapi akan dipotong jika semua proses alat telah siap dan sapi dalam posisi berdiri. Kelima, setelah sapi dipotong dan dipastikan dalam keadaan mati serta darah yang mengalir sudah habis, maka semua peralatan dibuka kemudian sapi direbahkan.

“RABIASA kami rancang bertujuan untuk memperbaiki sistem penyembelihan sapi di Indonesia agar memenuhi persyaratan kesehatan masyarakat veteriner, kesejahteraan hewan maupun syariah agama,” ujar Muhammad Shopia Ramdhan. Ia juga mengharapkan supaya rancang bangun ini dapat diterapkan di RPH dan TPH di Indonesia.

Sampai saat ini RABIASA telah lolos tahap pendanaan dalam Program Kreativitas Mahasiswa (PKM) bidang Karsa Cipta (KC) 2015. M. Elmanavian dan rekannya tengah berusaha merealisasikan rancangan mereka secepat mungkin agar rancangan tersebut mampu memberikan solusi yang tepat dalam menghadapi permasalahan penyembelihan di Indonesia. “Sesuai dengan target pemerintah dimana Indonesia harus swasembada daging, maka sistem penyembelihan serta penanganan pengolahan sapi di Indonesia harus terus dibenahi dan semakin baik lagi,” ungkap M. Elmanavian.

DSC_0062

 

David Pratama
David Pratama

Mahasiswa tingkat akhir Departemen Teknik Mesin dan Biosistem IPB. Aktif menulis jurnalistik dan sastra.

Leave a Reply