Calon Intelektual Muda Peduli Pangan
Jul 2, 2014
Laboratorium Bioimaging Pertama di Indonesia
Jul 3, 2014

‘Quick Disaster’, Aplikasi Pintar Hadapi Bencana

Tim 'Quick Disaster' Terima Penghargaan di London

BerandaInovasi.COM — Apa jadinya ketika Indonesia tidak tanggap bencana? Padahal Indonesia dikenal sebagai negara produsen bencana. Terang saja, secara geografis Indonesia yang berupa kepulauan merupakan letak pertemuan antara empat lempeng tektonis, yaitu Eurasia, Imdo-Australia, Filipina, dan Pasifik. Di sisi selatan dan timur Indonesia juga terdapat sabuk vulkanik yang memanjang dari Sumatera, Jawa, hingga Nusa Tenggara. Kondisi alam ini menyebabkan Indonesia memiliki potensi bencana yang besar, seperti gempa bumi, erupsi gunung berapi, tsunami, banjir, dan tanah longsor. Bahkan lebih dari potensi, namun juga bisa memakan banyak korban jiwa dan harta benda.

Data Distribusi Bencana Indonesia 1815-2014 (http://dibi.bnpb.go.id/)

Data Distribusi Bencana Indonesia 1815-2014 (http://dibi.bnpb.go.id/)

 Menjawab tantangan banyaknya bencana di Indonesia, empat mahasiswa Universitas Gadjah Mada (UGM) mengembangkan aplikasi berbasis android yang dioperasikan menggunakan Google Glass bernama ‘Quick Disaster’. Dengan menggunakan aplikasi ini, pengguna akan mendapatkan tiga informasi penting mengenai bencara. Informasi pertama yang didapatkan adalah riwayat bencana suatu daerah sebagai informasi sebelum bencana. Pada saat bencana, pengguna akan mendapatkan informasi solusi ketika bencana, seperti jalur mitigasi yang aman untuk digunakan. Informasi terakhir yang dapat didapatkan adalah informasi rehabilitasi dengan fitur integrasi foto pengguna pada daerah bencana dengan media sosial sebagai informasi pasca bencana.

[ads1]

Tim 'Quick Disaster' Terima Penghargaan di London

Tim ‘Quick Disaster’ Terima Penghargaan di London

 Aplikasi bencana yang dikembangkan oleh Daniel Oscar Baskoro (Project Manager), Zamah Syari (Programmer), Bahrun Nur (Programmer), Sabrina Woro Anggraini (Copy Writer), dan Maulana Rizki Aditama (Data Analyst) ini berhasil mendapatkan penghargaan Global Winner dalam kompetisi aplikasi Code For Resilence yang diadakan Bank Dunia baru-baru ini. Selain itu, aplikasi ‘Quick Disaster’ juga mendapatkan trofi pada acara penghargaan Understanding Risk Forum, di ExCel, London.

 Oscar sebagai Project Manager menjelaskan bahwa peserta kompetisi berasal dari seluruh negara di dunia. “Terpilihnya ‘Quick Disaster’ menjadi juara Global Winner merupakan hal yang sangat luar biasa dan menggembirakan, proses riset yang kami lakukan di kampus ternyata dapat membuahkan hasil dan mampu menunjukan kalau karya anak bangsa mampu bersaing di tingkat dunia,” kata Oscar, Selasa (1/7), seperti yang dilansir oleh Humas UGM.

 Penyerahan penghargaan kepada inovasi anak negeri ini dihadiri oleh ratusan kalangan profesional, seperti Walikota London, pejabat Bank Dunia, perwakilan dari perusahaan IT internasional (Google, Microsoft, dan sebagainya), dan banyak jurnalis media-media seluruh dunia. (DWH)

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

1 Comment

  1. keren, mitigasi bencana sangat perlu untuk pelatihannya, agar mencegah korban jiwa jika terjadi bencana
    Bersatu Hadapi Bencana

Leave a Reply