Melirik Negara Paling Ramah Lingkungan
Jul 21, 2014
Smart Tumbler: Inovasi Mahasiswa UGM
Jul 23, 2014

Pupuk Mahasiswa ITS Bisa Produksi Kedelai Lima Kali Lipat

Kedelai (Dok. kpmi.or.id)

Kedelai (Dok. kpmi.or.id)

Kedelai (Dok. kpmi.or.id)

BerandaInovasi.COM — Sahabat Beranda masih ingat rilis hasil survei Tingkat Komponen Dalam Negeri (TKDN) tempe oleh MITI yang sudah dipublikasi di situs Beranda? (Lihat: Survei Nilai TKDN Pangan Lokal). Kebutuhan kedelai dalam negeri ternyata sangat besar, tidak sebanding dengan produktivitas kedelai oleh petani Indonesia yang hanya mampu mencukupi sepertiga dari kebutuhan ansional. Impor kedelai pun tak dapat terelakkan. Bahkan, hingga pengrajin tempe lebih memilih membeli kedelai impor karena lebih murah dan mempunyai bentuk yang bagus.

Berbagai upaya telah dilakukan oleh banyak pihak. Rendahnya produksi kedelai nasional salah satunya disebabkan semakin menyusutnya lahan pertanian untuk kedelai. Selain itu, beberapa struktur tanah di Indonesia juga tidak sesuai dengan karakteristik tanaman kedelai. Hal ini melatarbelakangi lima mahasiswa Institut Teknologi Sepuluh November (ITS) melakukan penelitian untuk menemukan solusi.

[ads1]

Lima mahasiswa ITS (Arida Wahyu Barselia, Kholilah Nur Hidayah, Tri Wijayanti Irma Suryani, Aninditha Ghiffari, dan Qintan Istighfarin Atmaja) menciptakan pupuk dari kombinasi dua mikroba dari golongan bakteri Rhizobium dan kapang Aspergillus niger untuk meningkatkan produktivitas kedelai. “Tujuan utama kami adalah memperbaiki struktur tanah karena dampak bahan agrokimia untuk meningkatkan produktivitas kedelai,” jelas Arida seperti dilansir oleh situs resmi ITS, Minggu (13/7). ”Kombinasi ini kami namakan Bifonium, dari kata Biofosfat (bakteri pelarut fosfat, red) dan Rizhobium,”

Mereka menjelaskan bahwa Rhizobium merupakan bakteri yang berfungsi mengikat nitrogen dari udara yang dibutuhkan oleh kedelai, sedangkan Aspergillus niger bertugas untuk memecah ikatan fosfor dari senyawa lain di tanah sehingga kebutuhan fosfor bagi tanaman kedelai dapat dipenuhi dengan mudah.

Hasil penelitian yang dilakukan di Green House Jurusan Biologi menunjukkan hasil bahwa produktivitas kedelai dapat mencapai lima kali lipat. Wow! Jika hasil penelitian pupuk ini dapat diterapkan di petani kedelai, tentu saja kebutuhan kedelai nasional dapat dipenuhi oleh produksi dalam negeri, bahkan Indonesia dapat menjadi negara pengekspor kedelai.

Satu lagi inovasi anak negeri. Semoga bisa diterapkan di masyarakat untuk mencapai swasembada kedelai dan kedaulatan pangan Indonesia. (DWH)

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply