Masker Anti Polutan Berteknologi Adsorbsi-Fotokatalitik
Jan 28, 2015
Pegasus: Lukisan Berbahan Dasar Bulu Unggas Lokal dengan Aksen Sulam Tapis
Feb 3, 2015

Profesi SKM Dengan Wajib Pengabdian Masyarakat

Sarjana Kesehatan Masyarakat menjadi pionir pengabdian masyarakat berbasis kesehatan

Kesehatan adalah salah satu pilar dalam mewujudkan sumber daya manusia yang berkualitas dalam suatu bangsa. Bangsa yang besar dapat dilihat dari bagaimana kondisi kesehatan penduduknya. Indonesia merupakan negara dengan jumlah penduduk terbesar keempat sedunia yaitu 237.556.363 jiwa (BPS, 2010). Selain sumber daya manusia yang memenuhi terwujudnya pembangunan masional, Indonesia memiliki jumlah keanekaragaman hayati dan fauna terbesar kedua setelah negara Brazil.

Peluang dan kekuatan strategis dimiliki Indonesia untuk menjadi negara makmur dan maju. Namun, sumber daya yang ada jika tidak dikelola dengan baik, akan minimal luaran yang diharapkan untuk mewujudkan impian menjadi negara maju. Terkait dengan hal itu, dalam mewujudkan kesehatan dan kesejahteraan bangsa, Indonesia menjadi salah satu negara dari 189 negara yang memprakarsai lahirnya MDGs (Millenium Development Goals), sebuah cita-cita negara dunia untuk mewujudkan kehidupan penduduk Bumi yang sehat, sejahtera secara ekonomi, damai dan aman.

Komponen dalam MDGs, terdapat delapan pokok fokus yang menjadi pusat perhatian kehidupan negara, antara lain memberantas kemiskinan dan kelaparan ekstrem, mewujudkan pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV dan AIDS, malaria serta penyakit lainnya, memastikan kelestarian lingkungan, dan promote global partnership for development. Dalam menangani masalah tersebut, setiap negara memiliki metode tersendiri untuk mencari solusi bagaimana agar dapat mengurangi bahkan “menzerokan” kasus yang menjadi pokok bahasan poin dalam MDGs.

Pencapaian Target di Indonesia

Indonesia dalam MDGs, sudah memenuhi beberapa pencapaian target di beberapa poin yang ada, yaitu. Hanya ada dua poin yang belum mencapai target yaitu penurunan Angka Kematian Ibu masih memiliki angka tinggi sebesar 228 per 100.000 kelahiran hidup, sedangkan target untuk AKI belum bisa tercapai dari target 102 per kelahiran hidup ( Laporan MDGs, 2011) . Ada beberapa faktor yang dominan mempengaruhi peningkatan kematian ibu, yaitu budaya, kebutuhan tenaga kesehatan terlatih (bidan, perawat, dan dokter), pemakaian kontrasepsi, dan kunjungan layanan antenatal care masih rendah. Seperti di Provinsi Papua masih merupakan daerah dengan AKI tertinggi di Indonesia, hal ini disebabkan karena faktor budaya dan kepercayaan Sifon setempat dari penduduk yang tinggi, kurangnya tenaga kesehatan yang memenuhi, akses pelayanan kesehatan masih rendah, saran dan prasarana transportasi menuju pelayanan kesehatan karena kondisi alam yang tidak baik, dan pengetahuan penduduk yang masih rendah.

Menurut Laporan MDGs 2011 ketersediaan jumlah tenaga kesehatan yang menjadi faktor utama dalam permasalahan tersebut. Melihat perkembangan data perguruan tinggi yang telah menyelenggarakan program studi kesehatan saat ini, telah banyak dibuka. Peminat jurusan kesehatan tiap tahunnya meningkat karena dibutuhkannya tenaga kesehatan terutama di Indonesia bagian timur, apalagi program studi kesehatan yang sedang naik daun adalah jurusan kesehatan masyarakat (okezone.com). Sesuai dengan nama studinya, kesehatan masyarakat adalah program studi kesehatan yang bergerak dan fokus menangani masalah kesehatan yang ada di masyarakat, bukan kesehatan perseorangan. Berdasarkan penjelasan sebelumnya, jumlah peminat kesehatan masyarakat (kesmas) tiap tahun meningkat, tetapi masalah kesehatan seharusnya dapat menurun, tetapi justru mengalami peningkatan.

Berita terbaru Indonesia ditemukan adanya peningkatan kasus baru yang disebabkan kehadiran virus ebola yang menyebabkan kematian pada orang yang terkena hingga apabila akut, pasien bisa meninggal. Program studi disingkat Prodi, pada Kesmas memang memiliki keunikan di bandingkan Prodi kesehatan lainnya seperti farmasi, kebidanan, perawat, dokter, ahli gizi, dan bidang kesehatan lainnya. Keunikan dibandingkan lainnya itu terletak di lingkup bidang dan keprofesian Kesmas. Kesmas memiliki 7 pokok bidang yaitu epidemiologi, gizi, kependudukan dan biostatistika, kesehatan dan keselamatan kerja, administrasi dan kebijakan kesehatan, kesehatan lingkungan, serta ilmu promosi kesehatan dan perilaku. Kesmas itu luas, karena yang ditangani adalah masyarakat buka individu.

 

Sarjana Kesehatan Masyarakat

Dalam menangani masalah kesehatan yang komplek, sarjana kesmas atau disingkat SKM harus lebih banyak berinteraksi dengan masyarakat, pelayanan kesehatan, dan institusi pemerintahan di bidang kesehatan agar lebih memahami kondisi lapangan untuk mengintervensi dan mempelajari masalah kesehatan. Berdasarkan ketetapan dari Pendidikan Tinggi belum ada profesi spesifik seorang SKM dalam memperoleh keprofesiannya. Praktik kerja lapangan dan jenis program mata kuliah dengan tujuan untuk mengenalkan daerah tertentu agar mengenal dan mengetahui dan nantinya dapat memberikan intervensi masalah kesehatan kepada masyarakat tempat tersebut dengan waktu singkat maksimal 1-2 bulan. Padahal untuk mengintervensi masalah kesehatan yang ada di daerah tertentu membutuhkan waktu yang cukup lama, bukan 1-2 bulan.

Gelar keprofesian seorang SKM pada dasarnya disesuaikan dengan peminatan Mahasiswa/i dari 7 bidang Kesmas, seperti yang dipaparkan di atas. Namun, karena 7 bidang tersebut satu kesatuan yang tidak dapat dipisahkan, maka perlu ada sebuah program profesi untuk Kesmas ke depan. Profesi yang menamakan dirinya sebagai formalitas keprofesian Kesmas itu sendiri, yaitu program wajib pengabdian sebagai salah satu syarat lulus sarjana kesehatan masyarakat, sebuah program keprofesian yang dikatakan tidak memiliki predikat atau gelar di belakang nama seorang sarjana, namun keprofesian sebagai identitas kelayakan kompetensi seorang Kesmas. Kelayakan kompetensi tidak hanya dari uji kompetensi secara teoritis, namun uji kompetensi di lapangan dengan obyek masyarakat. Layaknya bidang kesehatan lainnya seperti perawat, bidan, dokter, dokter hewan, dan farmasi yang memiliki gelar keprofesiannya dengan nama dokter, Skep Nurse, drh, apt, bidan, dan drg setelah menjalani program profesinya selama satu tahun baik melalui pengujian kompetensi teori maupun uji kompetensi praktik.

Program wajib pengabdian merupakan program uji kompetensi SKM dalam mengetahui kemampuannya di bidang praktik dengan dikhususkan untuk menangani masalah kesehatan yang ada di masyarakat daerah tertentu dan dalam jangka waktu kurang lebih satu tahun. Waktu yang dibutuhkan dalam proses “pengabdian” kepada masyarakat ini tidak cukup jika hanya waktu yang singkat, satu tahun adalah waktu yang ditempuh minimal keprofesian dalam jurusan semua kesehatan seperti farmasi, bidan, perawat, dan dokter gigi, kecuali dokter umum selama 2 tahun. Berbeda dengan keprofesian lainnya, SKM memang tidak bersifat praktik yang berhubungan dengan kesehatan klinis, namun kesehatan yang ada di masyarakat, sehingga keprofesiannya berupa pengabdian masyarakat. karena lingkup ilmunya luas dan sasarannya juga masyarakat.

Laboratorium nyata seorang Kesmas bukan berada pada laboratorium klinis, namun Masyarakat adalah laboratorium praktik sesungguhnya kompetensi seorang Kesmas dapat terbukti. Harapannya, dengan adanya program wajib pengabdian dapat dijadikan sebagai program keprofesian SKM sebagai salah satu uji kompetensi SKM di masa datang bagi lulusan SKM, karena lingkup SKM adalah masyarakat, maka perlu mengenal masyarakat tersebut. secara tidak langsung akan mengetahui bagaimana peradaban di masyarakat tersebut yang mempengaruhi kesehatan masyarakat.

Sumber Pustaka

1. www.bps.go.id. Jumlah Penduduk Indonesia (Diakses pada: 15 Januari 2015)

Dian Febrina Anggraini
Dian Febrina Anggraini
Mahasiswa Universitas Airlangga, Fakultas Kesehatan Masyarakat/S1 Kesehatan Masyarakat, saat ini aktif sebagai Ketua Pelayanan Sosial Janur

2 Comments

  1. Cerdas dan sepakat mbak Dian, itulah seharusnya SKM ciri khasnya adalah pemberdayaan masyarakat, sebainya memang tidak ada peminatan, tetapi SKM wajib mengusai semua peminatan dasar, sebagaimana perawat dan dokter, sebaiknya peminatan untuk jenjang pendidikan lebih lanjut seperti dokter spesialis, keungggulan pembedayaan masyarakat dibidang kesehatan itulah yg menjadi ciri khas yang harus di tonjolkan yang sekaligus membedakan dengan tenaga kesehatan lainya..salam SKMbersatu..

  2. Dian yg magang di pkm pucang sewu kah?

Leave a Reply