Diversivikasi Pangan dengan Beras Analog
Apr 15, 2013
Memanfaatkan Singkong menjadi Mocaf (Modified Cassava Flour)
Apr 18, 2013

Produktivitas Tanaman Holtikultura Indonesia

Tahun 2011 lalu, publik dikejutkan dengan pemberitaan seputar impor pangan yang dilakukan pemerintah untuk ketersediaan pangan nasional. Produk-produk holtikultura seperti sayuran dan buah-buahan adalah beberapa komoditas pertanian yang diimpor. Tabel dibawah ini akan menggambarkan kondisi volume impor dan ekspor beberapa komiditi pangan Indonesia :

Tabel Ekspor-Impor Pertanian Indonesia menurut Sub Sektor, Desember 2012 – Januari 2013 

tabel1

Sumber : Kementerian Pertanian, 2013

Dari tabel diatas terlihat bahwa dari empat sub sektor, hanya perkebunan yang mengalami surplus neraca ekspor impornya. Hortikultura adalah sub sektor yang paling besar defisit neraca ekspor impornya. Berdasarkan data Susenas (2007-2011) tentang Konsumsi Rata-Rata per Kapita Setahun Beberapa Bahan Makanan di Indonesia, dari beberapa komoditas holtikultura yang paling banyak dikonsumsi adalah bawang merah (23.621/ons/kapita/tahun), cabe merah (14.965/ons/kapita/tahun), bawang putih (13.505/ ons/kapita/tahun), dan cabe rawit (12.097/ ons/kapita/tahun).

Bagaimana sebenarnya produktivitas beberapa komoditi holtikultura tersebut dilihat dari luas lahan dan capaian produksi yang dihasilkan sehingga memunculkan kondisi tidak terpenuhinya stok untuk kebutuhan dalam negeri. 

tabel2

Tabel diatas memperlihatkan bahwa rata-rata produktivitas holtikultura Indonesia mengalami kenaikan walaupun belum dalam skala besar. Perkembangan ini cukup menggembirakan jika dibandingkan dengan produktivitas pada tahun 2010-2011 dimana arah pertumbuhan justru negative, karena terjadi penurunan produktivitas pada tahun 2011 dibanding 2010 (BPS dan Direktorat Jenderal Holtikultura, 2011). Penurunan ini dikarenakan luas panen pada tahun 2011 berkurang sehingga produksi pun ikut menurun.

Produktivitas ini masih akan bisa meningkat karena luas lahan yang belum digunakan pun masih cukup luas. Jika pemerintah konsisten menerapkan Permentan Nomor 60 Tahun 2012 tentang Rekomendasi Impor Produk Hortikultura dan Permendag Nomor 60 tahun 2012 tentang Ketentuan Impor Produk Hortikultura yang resmi dikeluarkan pada Januari 2013, bukan tidak mungkin swasembada produk holtikultura tersebut akan tercapai. Sebab, dengan adanya pelarangan impor yang ketat, mau tidak mau produksi dalam negeri harus digenjot. Sehingga pada laporan neraca ekspor-impor mendatang Indonesia tidak akan mengalami lagi neraca yang defisit. (NI)

Sumber :

http://www.deptan.go.id/Indikator/tabel-9-ekspor-impor-pertanian.pdf

http://www.deptan.go.id/Indikator/tabe-15b-konsumsi-rata.pdf

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply