Komjen (Kompor Minyak Jelantah): Solusi Energi untuk UMKM Indonesia
Apr 7, 2016
Penggusuran Warga Pasar Ikan Penjaringan, Dilema Mewujudkan Kesejahteraan bagi Seluruh Pihak
Apr 11, 2016

Pro-Kontra Transportasi Online : Bijaksana Mengelola Inovasi Untuk Kesejahteraan Bersama

Sumber Ilustrasi: autotekno.sindonews.com

Sumber Ilustrasi: autotekno.sindonews.com

Sumber Ilustrasi: autotekno.sindonews.com

Terburu-buru saat berangkat kerja? Ingin transportasi yang cepat saat melintasi jalanan ibukota? Bingung tidak menemukan transportasi menuju tempat tujuan? Kini ada solusinya, cukup keluarkan Handphone dan pesan lewat aplikasi online. Ya, saat ini transportasi online memang menjadi jenis transportasi baru di Indonesia, salah satu alternatif yang dianggap dapat memudahkan penumpang yang ingin mendapatkan transportasi dengan cepat, hemat waktu, hemat biaya, dan aman.

Jenis transportasi online yang ditawarkan ada bermacam-macam, sebut saja tiga jenis yang paling populer diantaranya yaitu Grab, Uber, dan Gojek. Kendaraan yang ditawarkan pun bermacam-macam seperti motor, taksi, atau mobil. Pengguna dapat leluasa memilih jenis kendaraan yang sesuai dengan kebutuhannya. Dan menariknya ini, salah satu aplikasi online yaitu Gojek, menawarkan lebih banyak pelayanan seperti pesan-antar makanan, pesan-antar barang, pesan-antar layanan pijat, pesan-antar layanan salon, dan lain-lain. Tentunya hal ini menjadi suatu terobosan yang banyak diminati konsumen, terutama bagi mereka yang sibuk dan tidak memiliki banyak waktu luang untuk membeli makanan, mengantar barang, perawatan, dan lain-lain.

Kehadiran transportasi online memang menjadi anugrah bagi sebagian orang. Penggunanya pun tidak hanya pekerja kantoran saja, berbagai kalangan dari mulai remaja hingga ibu-ibu, sekarang memanfaatkan transportasi online ini. Di saat kendaraan roda empat mengantre untuk melintasi persimpangan, sepeda motor dapat menembusnya dengan cepat. Waktu tempuh antara sepeda motor dengan mobil sudah pasti berbeda. Sepeda motor bisa melewati jalan pintas yang mungkin tak bisa dilalui mobil.

Kehadiran transportasi online ini merupakan bagian dari inovasi teknologi yang memang bertujuan untuk memudahkan masyarakat. Dengan berbasis teknologi, kita tidak perlu repot mencari kendaraan, cukup pesan lewat aplikasi dan tunggu hingga notifikasi pengemudi kendaraan diterima di Handphone. Caranya sangat mudah dan praktis. Inilah keunggulan utama dari aplikasi transportasi online ini. Namun, kehadiran transportasi online ini tidak hanya mendapat dukungan masyarakat, beberapa pihak pun merasa dirugikan dengan adanya transportasi online ini.

Buktinya, ribuan sopir taksi dan angkutan umum yang tergabung dalam Paguyuban Pengemudi Angkutan Darat (PPAD) berunjuk rasa di depan Gedung DPR, Jalan Gatot Subroto, Senayan, Jakarta Pusat. Unjuk rasa juga dilakukan para sopir angkutan umum yang tergabung dalam Forum Komunikasi Masyarakat Penyelenggara Angkutan Umum (FK-MPAU). Beberapa pihak menilai transportasi online ini telah melanggar peraturan perundang-undangan, salah satunya Undang-Undang Nomor 22 tahun 2009 tentang Lalu Lintas dan Angkutan Jalan.

Salah satu poin yang sering dikritisi adalah penggunaan mobil berpelat hitam sebagai kendaraan umum. Transportasi berbasis online seperti Uber Taksi dan Grab Car, yang bukan merupakan angkutan umum tapi difungsikan sebagai angkutan umum. Selain itu, Uber Taksi dan Grab Car juga dianggap sudah menyerobot beberapa izin sehingga merugikan para sopir taksi. Mereka melakukan pelanggaran Undang-Undang Lalu Lintas tahun 1992, tentang angkutan umum dan jalan raya.

Oleh karena itu, orang-orang yang tergabung dalam berbagai Ormas ini meminta pemerintah segera menindak tegas, bahkan harus menutup aplikasi tersebut karena telah merugikan angkutan umum lainnya yang sudah melayani masyarakat bertahun-tahun. Ironisnya, Aksi demo ini juga berujung kericuhan karena awak sopir taksi melakukan sweeping terhadap pengemudi taksi dan ojek online. Para pengemudi ojek online yang tak terima gantian melakukan sweeping. Aksi saling lempar benda sampai pengeroyokan terjadi. Hal ini tentunya perlu menjadi perhatian bagi pemerintah dan masyarakat.

Kemunculan transportasi online yang diminati masyarakat memperlihatkan bila transportasi berbasis aplikasi teknologi online ini harus menjadi perhatian. Perkembangan teknologi saat ini memang tak bisa dilarang, sehingga akhirnya muncul transportasi berbasis online. Banyak masyarakat yang merasa terbantu dengan hadirnya transortasi online. Namun bagi angkutan umum biasa justru mengganggu karena mengurangi jumlah konsumen mereka. Apalagi kelebihan transportasi online lainnya selain dari efisiensi waktu juga efisiensi biaya. Harga yang ditawarkan dianggap jauh lebih murah. Tentu saja dari segi pertimbangan ekonomi, orang-orang akan lebih memilih kendaraan yang lebih cepat dan harganya lebih murah.

Namun di satu sisi, transportasi online ini juga kurang memenuhi peraturan, misalnya soal penggunaan plat hitam, penggunaan kendaraan pribadi, pengenaan pajak, izin usaha, dan lain-lain. Oleh karena itu, peran pemerintah selaku pembuat kebijakan dan pengambil keputusan harus banyak berperan. Dalam sudut pandang kesejahteraan sosial, adanya suatu perubahan yang belum diantisipasi oleh pemerintah sehingga akhirnya menimbulkan kekhawatiran beberapa pihak yang merasa kesejahteraannya akan terancam dengan kehadiran transportasi online ini. Di era innovative economy, inovasi teknologi menjadi hal yang sangat penting dan justru perlu didukung dalam rangka pembangunan.

Kehadiran ojek dan taksi online ini menjadi salah satu perwujudan innovative economy dalam bidang transportasi. Tujuan utamanya sebenarnya agar memudahkan masyarakat yang memiliki mobilitas tinggi agar dapat mengakses transportasi yang dibutuhkan. Namun perubahan ini mungkin dinilai terlalu cepat sehingga baik pemerintah maupun masyarakat belum bisa beradaptasi. Euforia transportasi online membuat banyak pihak lupa adanya peraturan-peraturan yang harus dipatuhi dalam bidang transportasi. Apalagi para pengguna yang mungkin tidak begitu memahami hal ini, karena bagi pengguna yang terpenting adalah kegunaan dan manfaat yang didapat.

Oleh karena itu, pemerintah seharusnya lebih tanggap mengawasi hal ini, misalnya dengan mengeluarkan Peraturan Presiden (Perpres) terkait pengaturan transportasi online dan transportasi umum biasa, yang selanjutnya peraturan tersebut bisa dilanjutkan oleh lintas kementerian melalui Peraturan Menteri (Permen). Para sopir angkutan umum pun harus diperhatikan kesejahteraannya karena kehadiran transportasi online ini tentu mengancam pasar mereka.

Jika pemerintah tidak segera bertindak tegas, maka konflik ini akan semakin meruncing dan tidak pernah habis. Karena zaman semakin berkembang, inovasi teknologi semakin tidak dapat dicegah, masyarakat semakin sadar IPTEK, namun kondisi di lapangan belum kondusif dan mendukung perubahan ini. Perlu adanya penyesuaian dan pengkondisian sehingga kondisi masyarakat selaras dengan perkembangan zaman. Maka, pemerintah menjadi ujung tombak dalam menanggapi pro-kontra transportasi online ini agar tercipta kesejahteraan bagi seluruh masyarakat.

 

Daftar Referensi :

http://news.okezone.com/read/2016/03/22/338/1342338/sopir-taksi-demo-besar-besaran-hari-ini

http://www.republika.co.id/berita/koran/urbana/15/07/08/nr5swf2-prokontra-sepeda-motor-jadi-angkutan-umum-memperjelas-kelamin-ojek

http://sp.beritasatu.com/home/ratusan-sopir-taksi-demo-tolak-transportasi-berbasis-online/110952

Syadza Alifa
Syadza Alifa
Syadza Alifa adalah mahasiswa Pascasarjana Ilmu Kesejahteraan Sosial UI dengan peminatan Kemiskinan, Community Development, dan Corporate Social Responsibility. Selain memiliki minat di bidang akademis seperti penelitian sosial dan tulis-menulis, Syadza yang akrab dipanggil Ifa juga memiliki minat di bidang kehumasan dan public speaking. Dengan motto “Learn, Earn, Return”, Ifa bercita-cita ingin menjadi akademisi, policy maker, dan social worker, serta mendirikan yayasan yang bergerak di bidang kemiskinan, kesejahteraan anak, kesejahteraan perempuan, dan penanggulangan bencana.

Leave a Reply