Inovasi Teknologi Pangan Lokal Sebagai Langkah Strategis Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Mar 22, 2013
Pengembangan UMKM di Kota Tangerang Selatan
Mar 26, 2013

Potensi Budidaya Rumput Laut (Caulerpa sp.)

Seorang petani rumput laut menjemur hasil panen rumput lautnya di Desa Jonggo Batu, Kec Galesong, Takalar, Sulsel, Sabtu (18/7)Salah satu komponen biota yang merupakan sumber daya hayati kelautan di Indonesia adalah makroalga. Indonesia memiliki keanekaragaman jenis baik yang bersifat “will crop” maupun beberapa yang telah dibudidayakan. Makroalga yang umum dijumpai di laut terkenal pula dengan nama rumput laut. Makroalga merupakan salah satu produsen pantai dan jenis-jenis yang ditemukan di pantai berbatu karang umumnya adalah dari kelas Chlorophyceae, Phaeophyceae, dan Rhodophyceae.

Rumput laut dijumpai di perairan yang berasosiasi dengan keberadaan ekosistem terumbu karang. Rumput laut di alam biasanya dapat hidup di atas substrat pasir dan karang mati. Di beberapa daerah pantai di bagian selatan Jawa dan pantai barat Sumatera, rumput  laut banyak ditemui hidup di atas karang-karang terjal yang melindungi pantai dari deburan ombak. Di pantai selatan Jawa Barat dan Banten misalnya, rumput  laut dapat ditemui di sekitar pantai Santolo dan Sayang Heulang di Kabupaten Garut atau di daerah Ujung Kulon Kabupaten Pandeglang.

Sementara di daerah pantai barat Sumatera, rumput  laut dapat ditemui di pesisir barat Provinsi Lampung sampai pesisir Sumatera Utara dan Nanggroe Aceh Darussalam. Selain hidup bebas di alam, beberapa jenis rumput  laut juga banyak dibudidayakan oleh sebagian masyarakat pesisir Indonesia. Contoh jenis rumput  laut yang banyak dibudidayakan di antaranya adalah Euchema cottonii dan Gracilaria sp. Beberapa daerah dan pulau di Indonesia yang masyarakat pesisirnya banyak melakukan usaha budidaya rumput laut ini di antaranya berada di wilayah pesisir Kabupaten Administrasi Kepulauan Seribu, Provinsi Kepulauan Riau, Pulau Lombok, Sulawesi, Maluku dan Papua.

Berdasarkan penelitian tercatat 22 jenis rumput laut telah dimanfaatkan sebagai makanan. Di wilayah perairan Sulawesi Selatan, Sulawesi Tenggara, Pulau Seram, Bali, Lombok, Kepulauan Riau dan Pulau Seribu diketahui 18 jenis dimanfaatkan sebagai makanan dan 56 jenis sebagai makanan dan obat tradisional oleh masyarakat pesisir.Dari hasil studi tercatat sebanyak 61 jenis dari 27 rumput laut di Kepulauan Riau, Pantai Lampung, Pulau Jawa, Madura, Bali, NTB, NTT, Sulawesi Selatan,Sulawesi Tenggara dan beberapa di Kepulauan Maluku sudah terbiasa dijadikan makanan. Jumlah tersebut didominasi oleh 38 jenis dari  ganggang merah, 15 jenis dari  ganggang hijau dan 8 jenis dari ganggang cokelat. Dari 21 jenis telah dimanfaatkan sebagai obat.

Namun sampai saat ini tingkat produktivitas rumput laut Indonesia masih belum dapat menjawab permintaan pasar global. Khususnya di Jawa Tengah budidaya rumput laut hanya terbatas pada beberapa jenis spesies rumput laut antara lain Eucheuma cottonii,Gracilaria sp,dan Sargassum sp. Padahal di Indonesia terdapat banyak sekali spesies rumput laut yang mempunyai prospek cerah di bidang perdagangan global pasalnya khasiat dan manfaatnya yang tidak kalah handal dibanding dengan jenis rumput laut lainnya. Sebut saja Caulerpa sp. Caulerpa sp adalah salah satu spesies rumput laut dari  Chlorophyceae (ganggang hijau). 

Caulerpa merupakan salah satu jenis alga hijau yang belum banyak dimanfaatkan dan termasuk dalam Feather Seaweed. Feather Seaweed dilaporkan sebagai makroalga yang dapat dimakan, mempunyai zat bioaktif seperti anti bakteri, anti jamur, anti tumor dan bisa digunakan untuk terapi tekanan darah tinggi dan gondok. Zat bioaktif adalah zat yang termasuk meabolit sekunder yang bersifat aktif secara biologi dan dapat digunakan untuk industri pangan dan farmasi (BBRP2B 2010).

Selain itu penelitian lain menunjukkan Caulerpa racemosa memiliki aktivitas antibakteri terhadap tiga jenis bakteri patogen yaitu Pseudomonas pavanaceae, Pseudomonas syntata, dan Pseudomonas tetrolens. Ketiga jenis bakteri patogen ini sering menyerang udang windu. Menurut Yangthong (2009) Caulerpa racemosa penelitiannya mengenai aktifitas antioksidan pada beberapa makroalga di Indonesia menunjukkan Caulerpa sertulariodes bersifat sebagai antioksidan dan ektrak metanol dari Caulerpa sertulariodes mengandung tiga macam ketakin (fiavanol) yaitu gallo katekin, epikatekin dan katekin gallat. Katekin merupakan hasil metabolit tanaman yang termasuk dalam famili flavonoid dan berfungsi sebagai antioksidan (Santoso 2004).

Oleh: Nuriyati, Mahasiswi Fakultas Perikanan dan Ilmu Kelautan, Universitas Diponegoro

Sumber:

Santoso, J.; Aryudhani, N. dan Suseno, S.H. Halaman 109 – 118 Kandungan Senyawa Fenol Rumput Laut Hijau (Caulerpa racemosa dan Aktivitas Antioksidannya (The Content Of Phenolic Copound of Green Seaweed Caulerpa racemosa and Its Antioxidant Activity).

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

2 Comments

  1. jefri says:

    awesome 🙂

  2. Nata Liya says:

    rumut laut jenis caulerpa sp ,adalah sala satu sumberdaya masyarakat indonesia yang muda di budidayakan

Leave a Reply