Potensi Budidaya Perairan di Pulau Terluar Indonesia
Mar 20, 2013
Inovasi Teknologi Pangan Lokal Sebagai Langkah Strategis Mewujudkan Ketahanan Pangan Nasional
Mar 22, 2013

Potensi Biji Karet sebagai Bahan Pangan

20130302biji-karet-w-gIndonesia merupakan salah satu Negara dengan luas perkebunan karet yang luas (Tim Penebar Swadaya, 2008). Badan Pusat Statistik menyebutkan luas perkebunan karet Indonesia semakin bertambah setiap tahunnya, yaitu 514.000 ha pada tahun 2007, 515.800 ha pada tahun 2008 dan pada tahun 2009 luas perkebunan karet Indonesia mencapai 526.400 ha. Oleh karena itu, karet menjadi komoditas penyumbang devisa Negara. Seperti yang dilansir oleh Suara Merdeka (18/09/2011), salah satu perkebunan karet dengan luas 3.976,12 ha yang berada di bawah payung PTPN IX memiliki keuntungan sekitar Rp 64 miliar per Agustus 2011. Ironisnya, keuntungan perusahaan tersebut ternyata tidak ikut dinikmati oleh masyarakat yang tinggal di sekitar alas karet (perkebunan karet), seperti yang dialami oleh masyarakat yang tinggal di kecamatan Polokarto, Sukoharjo.

Sebesar 50% penduduk Polokarto ternyata adalah rumah tangga prasejahtera dan sejahtera I. Angka Beban Tanggungan Penduduk di Kecamatan Polokarto sebesar 58%, artinya setiap 100 orang penduduk usia produktif harus menanggung 58 orang penduduk usia non produktif. Tingkat pendidikan penduduk juga terhitung masih rendah, karena prosentase terbesar pada tingkat SD yaitu sebesar 24,8%. Sedangkan prosentase terkecil adalah pada tingkat Perguruan Tinggi yaitu  sebesar 1%. Meskipun berada di kawasan perkebunan karet, sebanyak 73,7% adalah petani dan 19,4% bekerja sebagai buruh tani, industri dan bangunan.  Hanya 1,8% penduduknya yang bekerja di perkebunan (BPS, 2005).

Perkebunan karet mengasilkan produk utama berupa getah karet. Selain itu, terdapat juga produk samping seperti biji karet yang melimpah belum dimanfaatkan secara optimal. Kebun karet menghasilkan tidak kurang dari 5000 butir biji karet per hektar per tahun. Apabila luas perkebunan karet di bawah PTPN IX adalah 3.976,12 ha, maka dihasilkan tidak kurang dari 19.880.600 biji karet per tahunnya. Biji karet tersebut hanya dimanfaatkan sebagian kecilnya sebagai bibit tanaman, sedangkan selebihnya dibiarkan terbuang sia-sia, mengotori areal perkebunan dan menyebabkan semak yang dapat menyulitkan proses penyadapan getah karet (Tim Penebar Swadaya, 2008).

Padahal menurut Murni et al. (2008), biji karet mengandung nilai gizi yang tinggi. Setiap 100 gram biji karet mengandung 27 g protein, 32.3 g lemak, 15.9 gram karbohidrat dan 9,1 gram air. Selain itu, biji karet juga kaya akan asam lemak esensial, yaitu tiamin 450,0 µg, asam nikotinat 2,5 µg, akroten dan tokoferol 250,0 µg. Asam amino yang terkandung dalam biji karet juga cukup lengkap, yaitu sebanyak 17 jenis dari 20 jenis asam amino esensial bagi manusia. Sejuah ini sudah ada yang memanfaatkan biji karet sebagai minyak pangan, kudapan dan bahan baku pembuatan tempe.

Melihat banyaknya manfaat yang terkadung dari biji karet, perlu ada kajian lebih lanjut untuk melihat sejauh mana potensi biji karet sebagai sumber pangan. Dengan demikian, biji karet dapat menjadi potensi lokal yang dapat ditingkatkan nilai tambahnya. Sehingga diharapkan mampu meningkatkan kesejahteraan penduduk sekitar perkebunan karet yang belum dapat menikmati keuntungan perkebunan karet secara langsung.

Oleh: Fauziatul Fitriyah, Mahasiswi Fakultas Biologi, UGM

Sumber:

BPS. 2005. Tingkat Pendidikan dan Kesejahteraan Penduduk Per Kecamatan di Kabupaten Sukoharjo. Badan Pusat Statistik Kabupaten Sukoharjo, Pemerintah Kabupaten Sukoharjo.

Murni, R., Suparjo, Akmal, B. L. Ginting. 2008. Buku ajar teknologi pemanfaatan limbah untuk pakan. Jambi: Fakultas Peternakan, Universitas Jambi.

Suara Merdeka. 2011.  Kebun Karet Tumpuan Ribuan Orang. Solo Metro: 18 September 2011.

Tim Penebar Swadaya. 2008. Panduan Lengkap Karet. Jakarta: Penebar Swadaya.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply