Menyelami Dunia Generasi Y
Sep 11, 2014
Batas-Batas Keterbukaan Informasi Publik
Sep 15, 2014

Pilih Mana: Short Message Service atau Mobile Instant Messaging?

business, technology, internet and news concept - man hand with

Sejak 20 tahun yang lalu, SMS atau Short Message Service telah merubah cara berkomunikasi masyarakat dunia. Pada tahun 2011, sebanyak 7.8 triliun pesan SMS telah dikirim di berbagai belahan dunia, hal tersebut menjadi bukti bahwa SMS merupakan salah satu komunikasi masa yang banyak digunakan oleh masyarakat dunia. Kemudian, terdapat perkembangan selanjutnya dari SMS, yaitu MMS atau Multimedia Messaging Service. MMS merupakan layanan berkirim pesan multimedia seperti gambar dan audio tetepi layanan ini tidak begitu berkembang karena prosedur yang sedikit rumit dan harga yang relative mahal menurut sebagian orang. Akan tetapi, akhir-akhir ini, sebuah terobosan baru pada layanan komunikasi mobile yang disebut Mobile Instant Messaging (MIM) atau juga dikenal sebagai Instant Messaging (IM). Layanan dan aplikasi Instant Messaging telah tumbuh dan berkembang di seluruh dunia terutama di Indonesia.

Aplikasi seperti BlackBerry Messager, Whatsapp, LINE, dll telah memberikan kemudahan pada pengguna perangkat mobile untuk berkirim pesan singkat kepada seseorang atau sekelompok orang secara gratis maupun berbayar. Perangkat mobile yang digunakan berupa ponsel pintar atau biasa disebut smartphone yang memiliki koneksi dengan jaringan internet secara realtime. Smartphone yang pertama kali mempopulerkan layanan MIM untuk berkirim pesan adalah BlackBerry melalui layanan BlackBerry Massanger (BBM) yang sempat menjadi trend di Indonesia. BlackBerry dengan fitur BBM-nya mulai merajai pasar smartphone dunia di awal tahun 2006. Sejatinya, perangkat Blackberry hanya diperuntukkan bagi kalangan perkantoran sebagai perangkat yang dapat menerima email selayaknya menerima SMS. Seiring dengan berkembangnya zaman dan trend yang ada, akhirnya perangkat ini tidak hanya digunakan dikalangan perkantoran dan pebisnis tetapi juga digunakan dikalangan generasi muda seperti anak sekolah dan mahasiswa sebagai perangkat yang digunakan untuk bersosialisasi melalui media online. Melalui BBM setiap orang dapat mengirimkan pesan teks, gambar, audio, dan juga dokumen sehingga fitur BBM menjadi andalan para pengguna Blackberry dalam berkirim pesan singkat layakanya sms dan pesan multimedia yang murah dan cepat.

bbmSetelah trend BlackbBerry mulai merebak dikalangan anak muda sekitar tahun 2006, kebutuhan untuk berkomunikasi di sosial media menjadi semakin meningkat serta diikuti oleh perkembanagan teknologi smartphone yang semakin canggih. Smartphone seakan menjadi trend yang merebak di kalangan muda, sebut saja OS (Operating Sistem) kenamaan seperti android, iOs, dan Windows Phone yang muncul dan ikut meramaikan pasar smartphone di dunia termasuk di Indonesia. Dari beberapa OS yang ada, OS Android yang merupakan OS open source yang dapat menggantikan kepopuleran OS BlackBerry di tahun 2010. Hal ini dikarenakan banyaknya aplikasi media sosial dan juga aplikasi IM yang banyak digunakan oleh para penggunanya, khususnya kaum muda. Salah satu aplikasi Instant messaging yang paling populer saat ini adalah Whatsapp.

Kepopuleran Whatsapp sebagai apilkasi Instant Messenger juga diiringi dengan kepopuleran Os baru seperti iOs dan Android yang mulai bersaing dengan Os BlackBerry. Whatsapp menjadi popular dikarenakan aplikasi ini dapat digunakan oleh lintas platform/Os yang memungkinkan kita bertukar pesan tanpa biaya SMS dengan nomor telepon sebagai Identitas (Id) penggunanya. Kemudian, WhatsApp menggunakan paket data Internet yang sama untuk email, browsing web, dan lain-lain sehingga dinilai lebih irit. Kepopuleran Whatsapp sebagai aplikasi instant messaging juga dibuktikan sejak empat tahun terakhir ini dengan jumlah pengguna yang telah mencapai 430 juta di seluruh dunia dan sebanyak 50 milliyar pesan terkirim melalui layanan Whatapp. Angka ini bersaing ketat dengan jumlah peredaran pesan singkat atau SMS dalam satu hari.

[box type=”note” align=”aligncenter” ]Keunggulan berkirim pesan melalui aplikasi IM seperti BBM dan Whatsapp dibandingkan melalui SMS telah banyak dirasakan oleh para pengguna smartphone di berbagai belahan dunia. Fitur SMS khususnya pada smartphone seakan-akan mulai tergantikan dengan adanya fitur IM yang dirasa lebih unggulan dibandingkan dengan SMS, seperti mengirim pesan gambar, audio, dan lokasi. [/box] Selain itu, minimnya biaya mengirim pesan dengan menggunakan jaringan internet menjadi salah satu hal yang dapat memicu meningkatnya penggunaan layanan mobile instant messaging.  Namun yang menjadi pertanyaan untuk saat ini, apakah layanan SMS dimasa depan akan dapat sepenuhnya tergantikan dengan layanan mobile instant messaging? Jawabannya mungkin bisa iya dan bisa juga tidak alias belum pasti.

Sebuah studi terkait kebiasaan penggunaan layanan mobile instant messaging dengan SMS tradisonal di Spanyol akan memberikan sedikit gambaran terkait pertanyaan tersebut. Studi tersebut menyoroti beberapa perbedaan utama dalam melihat persepsi dan motif penggunaan antara layanan SMS dan mobile instant messaging.

Hasil studi menyimpulkan bahwa para pengguna smartphone menggunakan layanan dan aplikasi instant messaging bukan hanya karena pengaruh daribbm-whatsapp-y-line biaya yang lebih irit dalam berkomunikasi, tetapi lebih dikarenakan pada pengaruhnya di dalam kehidupan sosial mereka. Sebagai contoh, studi tersebut mengungkapakan bahwa SMS lebih banyak digunakan untuk mengirimkan pesan yang bersifat formal kepada rekan kerja, atasan, dan orang-orang yang mungkin belum dikenal sedangkan layanan instant messaging biasa digunakan untuk mengirimkan pesan-pesan yang lebih bersifat informal seperti kepada keluarga, sahabat karib, dan beberapa kelompok sosial yang ada di dalam daftar grup penggunanya.

Disisi lain, sms juga dinilai lebih memberikan tingkat privacy dan bersifat umum sekaligus formal untuk digunakan kepada orang-orang yang mungkin belum dikenal dekat. Dalam hal ini juga perlu digaris bawahi, faktor biaya dalam berkomunikasi khususnya komunikasi jarak jauh seperti berbeda kota atau bahkan negara merupakan satu hal yang tidak dapat dipungkiri bahwa instant messaging mengambil peran penting di dalam hal tersebut.

Dengan melihat kejadian dan fakta yang ada, studi tersebut menyimpulkan bahwa teknologi yang ada seperti layanan MIM tidak dapat menggantikan peranan sms sebagai sarana komunikasi masa untuk berkirim pesan. Akan tetapi, layanan MIM memiliki peranan yang bersifat sebagai bagian pelengkap atas kekurangan yang ada pada setiap layanan komunikasi pesan dan sebagai saranan komunikasi modern yang dapat memenuhi kebutuhan berkomunikasi para pengguna smartphone yang semakin meningkat. Sebagai tambahan, kepopuleran SMS dimasa depan dapat dipastikan akan menurun dengan adanya berbagai layanan dan aplikasi IM. Hal ini telah terbukti saat moment mengucapkan hari raya idul fitri kemarin sebagian orang terutama umat muslim di Indonesia lebih banyak menggunakan media online dan aplikasi IM seperti Whatsapp dan BBM dibandingkan dengan melaui SMS.

bbm-vs-02

Sumber:

Church K and Oliveira R. 2013. Mobile HCI 2013 – Collaboration and Communication. Telefonica Research. August 30th, 2013 – Munich, Germany

http://www.tempo.co/read/news/2014/01/21/072547066/Pengguna-WhatsApp-Capai-430-Juta

Muhamad Firman Alamsyah
Muhamad Firman Alamsyah

Orang yang mau belajar sesuai passion dan keinginan hati tanpa paksaan. Sedang disibukkan dengan penelitian tingkat akhir di bidang pangan dan gizi. Selalu ingin lebih tahu antara keterkaitan ilmu di bidang pangan dan gizi dengan ilmu yang lainnya. Tertarik pada dunia kuliner, bisnis, komunikasi dan teknologinya, mencoba untuk peduli pada kelestarian lingkungan Indonesia, suka dengan satwa, dan hal-hal lain yang berhubungan dengan dunia pertanian. Hobi bersepeda, browsing, baca, olahraga, dll.

2 Comments

  1. posisi awal MIM sebagaimana posisi operator baru lainnya, yang berupaya merekrut "member" baru sebanyak-banyaknya dengan cara yg menggiurkan, baik itu melalui tarif, layanan serta berbagai macam lainnya. namun seiring dengan jalannya waktu, cara menggiurkan tersebut lambat laun akan menjadi cara "serakah" yg berakibat pelanggan menjadi lari atau terpaksa tetap.
    sehingga sms zaman klasikal masih bisa menjadi alternatif yg awet smp kapanpun, mengingat kondisi jaringan internet serta perekonomian indonesia sendiri

  2. Saya tertarik dengan tulisan anda mengenai Teknologi. Teknologi merupakan suatu ilmu yang sedang berkembang di zaman yang sudah maju sekarang ini. Saya memiliki beberapa tulisan sejenis mengenai Teknologi yang dapat dilihat di <a href="www.ejournal.gunadarma.ac.id">www.ejournal.gunadarma.ac.id</a>

Leave a Reply