Lebih Sehat Dengan Pangan Lokal
Aug 24, 2015
The Next Big Thing: 3D Printing
Aug 26, 2015

Pengukuran Kolesterol Darah Menjadi Lebih Efisien. Bagaimanakah Caranya?

Kadar kolesterol pada darah manusia menjadi faktor risiko utama pemicu salah satu gangguan kesehatan penyebab kematian di Indonesia. Seperti serangan jantung, stroke dan hipertensi. Untuk menjaga kadar kolesterol tetap terkontrol, masyarakat membutuhkan sarana pengukuran kolesterol yang mumpuni.

Metode dan cara kerja pengukuran kolesterol masih terus dikembangkan untuk menciptakan alat yang terjangkau dan mudah digunakan oleh masyarakat umum. Saat ini untuk mengukur kadar kolesterol harus menggunakan fasilitas laboratorium klinis dan rumah sakit, selain itu dapat menguji sendiri di rumah dengan alat pengukuran kolesterol berbasis strip secara elektronik. Namun terdapat kekurangan dari alat tersebut, yakni tidak dapat digunakan berulang-ulang dan harga satuan strip tersebut tergolong mahal.

Menyadari adanya celah untuk berinovasi, Andrea Faadillah Argadanah, Nubli Falaah Albanna dan Ani Rizna Nurhasanah yang merupakan mahasiswa Departemen Biokimia-Institut Pertanian Bogor, berusaha mencari solusi agar strip pengukuran kolesterol dapat digunakan berulang-ulang namun tetap efektif dan efisien dalam proses pengukuran kolesterol.

Dokumentasi Setelah dilakukan studi pustaka, dalam literatur yang disampaikan oleh Wang (2007), terdapat suatu prinsip untuk menggabungkan fungsi elektroda dalam peralatan elektronik dengan komponen biologis seperti enzim, prinsip tersebut dinamakan bioanoda.

Penggunaan enzim dalam bioanoda dapat memastikan bahwa hanya konsentrasi kolesterol yang dapat diukur. Enzim yang digunakan adalah Kolesterol Oksidase yang bersifat spesifik dan hanya dapat bereaksi dengan Kolesterol. Proses penggabungan enzim dan komponen elektroda menggunakan prinsip amobilisasi enzim yang dibantu dengan glutaraldehid.

Penelitian secara komprehensif dilakukan untuk menghasilkan suatu bioanoda yang dilapisi dengan nanopartikel enzim kolesterol oksidase teramobil glutaraldehida yang mampu mengukur konsentrasi larutan standar kolesterol dan juga sampel darah.

Setelah melewati beberapa tahapan penelitian seperti karakterisasi nanoserat polianilin, pengukuran voltamogram siklik elektroda pasta karbon (EPK) elektroda pasta karbon termodifikasi (EPKT), serta uji aktivitas dan kondisi optimum pH dan suhu. Pengukuran sampel kolesterol dilakukan dengan menghubungkan elektroda dengan alat Potensiostat. Hasil pengujian pada bioanoda menunjukkan hal positif. Bioanoda yang dihasilkan dalam penelitian ini telah berhasil mengukur kadar kolesterol sampel darah dan juga larutan kolesterol standar.

Hasil penelitian ini diharapkan dapat menjadi referensi bagi peneliti di masa depan yang ingin mengembangkan teknik pengukuran kolesterol. Hal yang perlu dilakukan lebih lanjut adalah produksi prototipe alat yang dapat secara langsung mengukur kadar kolesterol dengan bentuk yang kompak dan mudah dibawa kemana saja. Hal ini membutuhkan kompetensi di bidang teknik elektro dan juga komputer dalam pengolahan sinyal yang disampaikan dari bioanoda.

Andrea selaku ketua kelompok menjelaskan potensi hasil penelitian ini, “Jika di masa depan dapat terbentuk kerjasama antar bidang keilmuan, tidak mustahil bahwa Indonesia menjadi negara terdepan dalam perkembangan alat pengukuran kolesterol”.

Leave a Reply