Keseriusan Pemerintah Kunci Kesuksesan Konversi BBM ke BBG
Oct 28, 2013
Beranda Inovasi Official Call for Contributor Artikel dan Opini Edisi November 2013
Nov 6, 2013

Pengembangan Energi berbasis Potensi Lokal

Desa

Sumber ilustrasi: www.sukmadede.com

Ketika membahas pengembangan energi, sering sekali perdebatan yang muncul didalam khalayak umum yang diwakili oleh media elektronik maupun media massa acap kali tidak lepas dari fungsi energi bagi masyarakat kota, khususnya bagaimana dalam menanggulangi polusi udara di perkotaan yang semakin parah, kemacetan yang tidak terkendali, maupun persoalan tingginya harga bahan bakar yang belum terselesaikan higga kini. Banyaknya instansi-instansi akademik yang menghasilkan terobosan-terobosan baru dalam pengembangan energi hemat berbasis lingkungan ternyata tidak berpengaruh banyak akibat kebutuhan modal pengembangan yang tidak sedikit. Jangankan untuk berbagai terobosan anak negeri yang telah suskes diluar negeri, mobil Esemka yang sempat menjadi icon salah satu tokoh ibu kota tidak jelas masa depannya.

Disisi lain persoalan energi tidaklah hanya menjadi permasalahan bagi masyarakat kelas perkotaan saja, namun juga masyarakat di daerah tertinggal yang tidak hanya berkutat dengan persoalan kelangkaan energi, namun juga kemiskinan. Kementrian Pemberdayaan Daerah Tertinggal telah melansir sebanyak 149 daerah tertinggal yang ada diseluruh Indonesia. Artinya terdapat 149 daerah diluar daerah perkotaan yang butuh menjadi perhatian, dimana dalam melihat penyelesaiannya tidak dapat hanya dilihat dalam sudut pandang makro, namun dalam sudut pandang mikro. Hal ini dikarenakan persoalan daerah sifatnya sangat kastuistik dan juga khas.

 Perlu untuk diperhatikan bahwa indikator daerah tertinggal yang dilansir oleh Kementrian Pemberdayaan Daerah Tertinggal diantaranya adalah perekonomian masyarakat, Sumberdaya Manusia, Infrastruktur dan prasarana, Kemampuan keuangan lokal, Aksebilitas, dan Karakteristik Daerah Tertinggal. Berangkat dari permasalahan diatas, pengembangan energi sebagai modal pembangunan di daerah perlu diawali dengan memahami dan menganalisa potensi lokal yang dimiliki oleh masing-masing daerah, baik itu dari segi ketersediaan komoditi alam, Hubungan masyarakat dengan lingkungan, karakteristik lokal masyarakat di daerah setempat.

Memahami dan menganalisa potensi alam yang dimiliki oleh daerah tertinggal begitu penting mengingat persoalan infrastruktur maupun sumberdaya manusia pada umumnya selalu menjadi hambatan dan perlu penyelesaian yang cukup panjang. Dengan memanfaatkan potensi alam yang ada di daerah yang telah tersedia dan berkembang, maka hal inilah yang paling memungkinkan dalam bentuk pemanfaatan ketersediaan dalam skala lokal. Pada dasarnya konsep energi baru terbarukan maupun energi dari alam perlu didorong dikarenakan banyak masyarakat di daerah sangat begitu tergantung kepada potensi alam yang dimilikinya.

Lebih jauh lagi daerah yang masih memiliki ikatan nilai budaya yang tinggi pada umumnya memiliki konsep kearifan lokal dalam kaitan hubungan masyarakat dengan alam.  Hal ini perlu dijadikan sebagai modal, mengingat semangat melestarikan dan menjaga keseimbangan alam lebih dipahami dan dihayati bila dibandingkan masyarakat perkotaan. Besarnya kekayaan yang ada di Indonesia akan menjadi sia-sia bila tidak dimanfaatkan sepenuhnya bagi keperluan masyarakat setempat. Namun lemahnya kapasitas masyarakat dalam mengelola potensi tersebut akan menjadi kendala yang besar.Disinilah peran akademisi dan para peneliti dalam sektor pertanian maupun teknologi perlu didorong agar memahami potensi daerah-daerah tertinggal dan dapat berpihak kepada kebutuhan masyarakat lokal berskala mikro.

Disisi lain juga harus dipahami bahwa Indonesia memiliki potensi kekayaan etnis dan wilayah yang sangat beragam. Dibalik kekayaan budaya dan etnis tersebut, harus diakui pengembangan energi dengan memanfaatkan potensi lokal di daerah akan mengahadapi persoalan yang cukup kompleks dikarenakan karakteristik etnis yang ada di Indonesia sangat beragam. Max Weber dalam bukunya The Protestant Ethic Spirit of Capitalism melihat pada dasarnya konsep pemikiran tradisionalistik yang lebih melihat pola nafkah sebagai bentuk pemenuhan kebutuhan, bukan mencari keuntungan, dapat berpengaruh pada kualitas dan semangat kerja itu sendiri. Menjadi hal yang sulit adalah ketika pengembangan energi berbasis lokal tidak diimbangi dengan semangat “pembangunan” dan cenderung menikmati ketertinggalan tersebut sehingga pada akhirnya akan mempersulit pengembangan energi berbasis lokal dan menyebabkan perekonomian lokal sulit berkembang. Memahami identitas dan karakteristik etnis maupun lokal di daerah tertinggal adalah kunci dalam membangun kesadaran masyarakat untuk mendukung pembangunan khususnya dalam kaitannya dengan pengembangan energi.

Oleh sebab itu begitu pentingnya peran aktor-aktor lokal berpengaruh di masyarakat untuk dapat dirangkul sebagai-bagian dari perencanaan pembangunan tersebut. Memahami karakteristik masyarakat daerah tidaklah cukup, karena juga perlu memahami bagaimana membangun motivasi masyarakat setempat. Oleh karena itu keberadaan aktor-aktor lokal di daerah, baik itu pemimpin adat maupun pihak-pihak setempat yang berpengaruh, begitu penting untuk dapat merangsang masyarakat setempat agar dapat melakukan pembangunan didaerah.

Berkaca dari seluruh proses tersebut, pembangunan energi berbasis lokal tidak akan mampu tercapai bila tidak ada kolaborasi yang baik antara pemerintah pusat mapun daerah, akademisi, maupun masyarakat itu sendiri. Perencanaan yang matang dan terukur di setiap daerah dengan berbasis karakteristik masyarakat dan potensi sumberdaya alam selayaknya menjadi langkah awal dalam melakukan  pembangunan agar dapat dirasakan kesejahteraannya oleh seluruh kalangan masyarakat di Indonesia.

 

Sri Anom Amongjati, S.KPm

Staff Peneliti PSP3 IPB

 

Referensi:

Weber M.2006.Etika Protestan dan Spirit Kapitalisme terjemahan. Utomo TW, Sudiarja YP. Diterjemahkan dari The Protestant Ethic Spirit of Capitalism. 1992. Yogyakarta: Pustaka Pelajar. 

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply