Pegasus: Lukisan Berbahan Dasar Bulu Unggas Lokal dengan Aksen Sulam Tapis
Feb 3, 2015
Open Recruitment Redaksi Magang berandainovasi.com Periode Maret-Juni 2015
Feb 11, 2015

Penemuan Terbaru Pola Chaos dalam Otak Manusia

Dr. Warsito P. Taruno, M. Eng di ruangan beliau di C-Tech Labs

Dr. Warsito P. Taruno, M. Eng di ruangan beliau di C-Tech Labs

Dr. Warsito P. Taruno, M. Eng di C-Tech Labs

Sebuah penelitian yang dilakukan oleh C-Tech Labs di Kawasan Alam Sutera, Tangerang, berhasil menemukan pola chaos dalam sinyal otak manusia yang direkam menggunakan teknologi ECVT. Tim riset yang dipimpin oleh Dr. Warsito P. Taruno, M. Eng ini bekerja sama dengan Kyoto University menemukan bahwa otak manusia dalam keadaan rileks memiliki tingkat chaos paling tinggi. Sedangkan otak yang digunakan untuk berpikir memiliki tingkat chaos yang lebih kecil sehingga memiliki tingkat keteraturan yang tinggi.

 Perwakilan mahasiswa Kyoto University, Hiroki Okada (24) menjadi bagian dari tim riset. Okada adalah mahasiswa lulusan terbaik Department of Applied Mathematics and Physics, Graduate School of Informatics, Kyoto University yang tertarik untuk meneliti komputasi chaos sinyal otak yang direkam dengan ECVT. ECVT menjadi pemindai aktivitas otak pertama di dunia yang dapat menunjukkan informasi 4D (realtime). Okada mengatakan bahwa ia banyak belajar dari para peneliti di C-Tech Labs untuk mendapatkan pola chaos dari sinyal otak yang direkam ECVT menggunakan langkah yang digunakan untuk sinyal NIRS (Near Infrared Spectroscopy).

 Komputasi chaos dalam aplikasinya biasa dipakai dalam menganalisis informasi sinyal dengan intensitas sangat lemah yang terkandung dalam noise atau untuk melakukan prediksi data fluktuatif seperti harga saham. Teknologi komputasi chaos diimplementasikan menggunakan super computer di C-Tech Labs untuk analisis data aktivitas otak manusia yang dihasilkan dari ECVT secara realtime untuk berbagai aplikasi fungsi kerja otak manusia.

Tim riset C-Tech Labs yang menemukan pola chaos dalam otak.

Hiroki Okada (dua dari kiri) bersama tim riset C-Tech Labs yang menemukan pola chaos dalam otak.

Riset ini dilakukan dengan skema kerjasama joint research C-Tech Labs-Kyoto University yang disepakati Maret tahun lalu. Kerjasama ini dilakukan untuk membangun kapasitas riset mengenai kerja otak manusia dan pengembangan teknologi komunikasi masa depan. Menurut Profesor Ken Umeno, Kepala Department of Applied Mathematics and Physics di Kyoto University, otak manusia adalah bagian yang sangat sedikit dieksplorasi dalam bidang sains dan penelitian. Ia menekankan bahwa perkembangan teknologi komunikasi di masa depan akan menggunakan komunikasi digital antarotak manusia. Perkembangan teknologi komunikasi ini bergantung pada kemampuan analisis kerja otak manusia manusia dan pengkodean data aktivitas otak menjadi data informasi digital.

 Selama ini, C-Tech Labs telah mengembangkan teknologi pemindai aktivitas otak manusia pertama di dunia berbasis teknologi ECVT yang menghasilkan data dalam bentuk data 4D (realtime). Alat ini pertama diperkenalkan di San Fransisco pada konferensi IEEE tahun 2013 silam. Teknologi ini telah digunakan untuk mendetaksi abnormalitas fungsi otak akibat epilepsi, alzheimer,  dan disfungsi otak lainnya. Warsito menjelaskan bahwa teknologi ECVT mampu mengukur sinyal elektrik otak dan memetakan data volumetrik digital aktivitas otak secara 4D.

 Warsito juga memaparkan bahwa laboratorium Profesor Umeno di Kyoto University selama ini mengembangkan riset dalam bidang teknologi pengkodean chaos pada sistem telekomunikasi. CEO C-Tech Labs sekaligus Ketua Umum MITI ini juga menjelaskan bahwa pada masa yang akan datang manusia dapat melakukan komunikasi antara otak dengan komputer dan antarotak manusia melalui jaringan internet. Penemuan awal ini akan menjadi dasar teknologi komunikasi masa depan.

Deslaknyo Wisnu Hanjagi
Deslaknyo Wisnu Hanjagi
Deslaknyo Wisnu Hanjagi menunjukkan kecintaannya terhadap bidang pertanian sejak kecil. Lahir dari keluarga petani, lulusan Departemen Sains Komunikasi dan Pengembangan Masyarakat IPB ini semasa kuliahnya mengambil minor Agronomi dan Hortikultura. Karyanya telah diterbitkan dalam berbagai prosiding nasional maupun internasional. Dengan spesialisasi keilmuan di bidang pengembangan masyarakat, penyuluhan, kependudukan, sosiologi pedesaan, dan kajian agraria, Deslaknyo berharap dapat berkontribusi untuk memajukan pertanian Indonesia demi kedaulatan Bangsa.

1 Comment

Leave a Reply