Preview Majalah Beranda Edisi 1
Nov 27, 2013
Era Energi Terbarukan dan Unconventional Hydrocarbon Sebagai Energi Primer Berkelanjutan Indonesia
Nov 29, 2013

Pencegahan Krisis Energi Sejak Dini

Krisis energi menjadi masalah serius yang sedang dihadapi dunia disebabkan sumber energi yang ada sudah  mulai menipis. Penggunaan energi yang sangat besar mengancam negara-negara akan mengalami kekurangan energi untuk memenuhi kebutuhannya. Hal ini terungkap dalam laporan Global Tracking Framework Report yang dirilis di Wina, Austria menyatakan bahwa ada 20 negara dengan penggunaan energi terbesar yaitu Australia, Spanyol, Ukraina, Afrika Selatan, Arab Saudi, Italia, Meksiko, Inggris, Indonesia, Iran, Korea Selatan, Kanada, Perancis, Brasil, Jerman, Jepang, India, Rusia, Amerika Serikat, dan China. Menurut data International Energy Outlook 2013 (IEO 2013), yang dirilis oleh Energy Information Administration (EIA), lembaga energi milik pemerintah Amerika Serikat, menyatakan bahwa konsumsi energi dunia diperkirakan naik 56% pada 2040 karena didorong oleh pertumbuhan ekonomi negara-negara berkembang.

earth-hour

Sumber Ilustrasi: gettyimages.com

Penggunaan energi secara berkelanjutan akan menyebabkan sumber energi semakin menipis sehingga terjadi krisis energi. Krisis energi ini sangat berdampak terhadap kehidupan penduduk di bumi. Di Indonesia, dampak ini juga sangat dirasakan oleh masyarakat kalangan menengah ke bawah. Krisis bahan bakar berbasis fosil telah berdampak pada melonjaknya harga bahan bakar. Tidak berhenti di situ saja. Akibat melonjaknya harga bahan bakar dengan berbagai macam produk turunannya, harga sembako ikut melambung. Akhirnya beban masyarakat semakin berat. Nasib masyarakatpun semakin menderita. Belum lagi dengan pemadaman listrik bergilir yang terjadi di beberapa kota besar, hal ini tentu saja sangat menghambat kegiatan masyarakat sehari-hari. Kehidupan akan terus berlanjut jika kebutuhan energi ini tercukupi dengan baik. Bisa dibayangkan bagaimana jika suatu saat energi ini hampir habis, maka kehidupan juga mungkin akan sangat sulit untuk dijalani, karena banyak proyek-proyek industri, pendidikan dan sosial yang terhambat.

Berbagai upaya dilakukan oleh negara-negara di dunia dalam rangka pemenuhan kebutuhan energi yang semakin besar. Salah satunya adalah penggunaan tenaga nuklir sebagai penghasil energi yang ramah lingkungan. Di Indonesia belum menerapkan penggunaaan tenaga nuklir sebagai pemasok energi walaupun sudah banyak wacana yang mengarah kesana. Ada beberapa upaya yang telah dilakukan di Indonesia, untuk mengatasi krisis energi tersebut khususnya energi listrik. Salah satunya adalah pemakaian lampu hemat energi atas kerja sama PT. GE Lighting Indonesia dan PLN, yang dapat menghemat pemakaian energi listrik sebesar 80 % dan perencanaan gedung Hemat Energi “Graha Pangeran” di Surabaya oleh Jimmy Priatma. Penghematan yang dicapai dari hasil rancangan tersebut sebesar 65%. PLN juga telah mengantisipasi adanya krisis energi nasional dengan mencanangkan program percepatan produksi energi sebesar 10.000 MW untuk sistem jaringan Jawa – Bali.

Usaha-usaha yang telah dilakukan pemerintah tersebut masih  sangatlah kecil jika dibandingkan dengan pemakaian energi listrik seluruh penduduk indonesia baik untuk kegiatan domestik maupun industri. Sehingga masih dibutuhkan sumber energi lain sebagai pemasok kebutuhan energi yang terus meningkat. Apalagi penyerapan energi listrik yang bersumber dari energi panas bumi atau geothermal masih sangat sedikit. Potensi listrik panas bumi yang terbuang sia-sia terjadi di Lampung. Potensi energi panas bumi di daerah itu mencapai lebih dari 300 MW di kawasan Ulubelu, Sekincau, Danau Ranau dan Gunung Rajabasa. Energi panas bumi ini baru dimanfaatkan sekitar 110 MW. Dari jumlah itu, yang terserap kurang dari 100 MW tiap hari. Sisanya antara 20 MW listrik terbuang sia-sia.

Persoalan krisis energi bukanlah menjadi tanggung jawab pemerintah saja, tetapi semua pihak harus turut serta dalam upaya mengatasi permasalahan ini. Masyarakat sebagai konsumen energi itu sendiri juga harus melakukan penghematan agar energi tidak terbuang tanpa guna. Kebanyakan masyarakat masih belum memahami tentang aplikasi dari penghematan energi. Contoh sederhananya, sering kali kita membiarkan kabel pengisi baterai laptop atau Hp dari stop kontak dalam keadaan standby. Perlu kita ketahui bahwa energi akan terus mengalir pada kabel meskipun tidak digunakan. Hal ini tentu saja akan membuat energi listrik terbuang sia-sia.. Belum lagi jika kita sering menyalakan lampu di siang hari, penggunaaan listik yang berlebihan seperti inilah yang mendukung semakin mewabahnya krisis energi.

Suatu energi dapat berubah-ubah menjadi energi lainnya, contohnya kita menggunakan lampu untuk menerangi kamar adalah manfaat dari perubahan energi ini. Lampu listrik merupakan contoh perubahan energi listik menjadi cahaya dan panas. Selama ini yang  kita manfaatkan dari lampu listrik hanyalah cahayanya saja sebagai penerangan dalam ruangan. Tetapi energi panas yang juga dihasilkan telah terbuang sia-sia. Jadi, yang perlu kita lakukan adalah menghindari penggunaan lampu listrik secara berlebihan. Misalnya saja mematikan listrik waktu siang hari dan saat kita tidur. Ada sebagian orang yang tidak bisa tidur malam hari dalam keadaan lampu yang dimatikan. Hal ini bisa diatasi dengan mengganti lampu dengan daya yang lebih kecil saat akan tidur, sehingga kita tetap masih bisa menghemat energi.

Masyarakat perlu menyadari tentang pentingnya budaya menghemat energi. Permasalahan energi akan lebih mudah terselesaikan jika masyarakat turut serta dalam upaya pencegahan krisis energi. Walaupun hal yang dilakukan sangat sepele seperti mematikan lampu listrik saat tidur atau menggantinya dengan listrik berdaya rendah, itu juga memberikan sumbangsih yang besar dalam pencegahan krisis energi. Bayangkan jika seluruh masyarakat indonesia bisa melakukan hal itu, tentunya energi yang dikonsumsi juga lebih sedikit. Ini merupakan bentuk pencegahan krisis energi sejak dini yang seharusnya dilakukan oleh seluruh lapisan masyarakat mulai sekarang. 

Khairul Ummah K,

Mahasiswa Pendidikan Kimia, Fakultas Sains dan Teknologi, UIN Sunan kalijaga Yogyakarta

 

Referensi:

http://www.hijauku.com/2013/05/30/inilah-20-negara-pengguna-energi-terbesar-di-dunia/

http://www.kamusilmiah.com/lingkungan/meneropong-konsumsi-energi-dunia-bagian-pertama/

http://bunghatta.ac.id/artikel/188/hemat-energi-pada-sistem-air-conditioning-sebagai-.html

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply