Percepatan Penganekaragaman Konsumsi Pangan
Apr 11, 2013
Diversivikasi Pangan dengan Beras Analog
Apr 15, 2013

Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium dan Kebijakan Pangan Nasional

pangan_papuaPada tahun 2000, 187 negara telah bersepakat untuk mendeklarasikan sebuah konsep pembangunan yang berpusat pada manusia. Deklarasi yang diberi nama Development Millenium Goals (MDGs) bertempat di New York, merupakan komitmen antar bangsa untuk bersama-sama menanggulangi kemiskinan dunia menjadi setengahnya pada tahun 2015. Indonesia merupakan salah satu Negara yang ikut menandatangani deklarasi tersebut. Dengan demikian pemerintah sejak tahun 2000 mempunyai tanggungjawab besar untuk mampu membangun kebijakan strategis guna mencapai target MDGs, bukan hanya karena agar tidak kalah dengan bangsa lain, namun juga merupakan amanat konstitusi untuk mensejahterakan masyarakat.

Tujuan pembangunan millennium atau MDGs dijabarkan ke dalam delapan indikator, yaitu menanggulangi kemiskinan dan kelaparan, mencapai pendidikan dasar untuk semua, mendorong kesetaraan gender dan pemberdayaan perempuan, menurunkan angka kematian anak, meningkatkan kesehatan ibu, memerangi HIV/ AIDS, malaria dan penyakit menular lainyya, memastikan kelestarian hidup, membangun kemitraan global untuk pembangunan. Dari delapan indicator tersebut masih diturunkan lagi menjadi beberapa sektor.

Berdasarkan laporan dari Badan Perencanaan Nasional (Bappenas) tahun 2010, beberapa indikator pembangunan menunjukkan perbaikan. Namun ada juga sektor yang masih memerlukan peningkatan secara signifikan. Bappenas membagi menjadi 3 kategori keberhasilan untuk tiap bidang pembangunan, yaitu sudah tercapai, akan tercapai dan perlu perhatian khusus.

Indikator pembangunan millennium yang pertama adalah Menanggulangi kemiskinan dan kelaparan yang diturunkan menjadi beberapa konsep, seperti yang terlihat pada tabel dibawah ini.

Tabel 1

Sumber : Bappenas

Dari tabel di atas, penurunan proporsi penduduk miskin dengan pendapatan kurang dari USD 1,00 per kapita per hari telah mampu mencapai target. Namun perbandingan jumlah penduduk miskin antara kota dan desa masih besar selisihnya. Tercatat. Prosentase kemiskinan di pedesaan pada tahun 2010 adalah sebesar 16,56% sedangkan di wilayah perkotaan hanya 9,87 %. Dilihat dari jenis pekerjaan, pada tahun 2009-2010, pertanian merupakan sektor terbesar yang menyerap tenaga kerja di Indonesia, yaitu sebesar 38,24%. (sumber : diolah dari Bappenas dan BPS). Jadi tidak mengherankan jika penduduk miskin Indonesia sebagian besar ada di pedesaan sebab mata pencahariannya kebanyakan adalah bertani.

Tabel di atas juga memperlihatkan bahwa proporsi penduduk dengan asupan kalori dibawah tingkat konsumsi minimum masih tinggi. Selama tahun 2000-2010 hanya ada pengurangan sekitar 3%, baik untuk konsumsi dengan nilai kalori 1400/kkal/kapita/hari atau 2000/kkal/kapita/hari. Pemenuhan kalori ini masih didominasi oleh padi-padian terutama beras. Selain itu, jika diukur dari Pola Pangan Harapan, skor Indonesia trendnya menunjukkan peningkatan, namun belum mencapai skor maksimal yaitu 100. Meskipun demikian, wilayah pedesaan lagi-lagi mempunyai skor yang lebih rendah dibanding perkotaan.

Tabel Skor Pola Pangan Harapan Indonesia 2002-2007 

tabel 2

 Sumber : Laporan Pencapaian Pembangunan Milenium Indonesia 2010, Bappenas

Papua, Papua Barat dan Maluku adalah tiga provinsi di Indonesia yang mempunyai tingkat kemiskinan paling tinggi, yakni masing-masing sebesar (36,80%), 34,88% dan 27,74% (Sumber : Hasil Susenas 2012). Ketiga provinsi ini pula yang masuk ke dalam kategori daerah dengan kerawanan pangan tinggi, karena rasio antara tingkat produksi dan konsumsi tidak seimbang. (Ikawati, 2013). Ketiga propinsi ini terkenal dengan sagu dan ubi jalar sebagai makanan pokok. Namun makanan lokal itu akhirnya tergusur oleh beras yang aksesibilitasnya terbatas untuk masyarakat setempat. Sehingga tidak mengherankan jika beberapa predikat tadi melekat pada ketiga propinsi tersebut.

Hasil pembangunan millenium ditinjau dari segi ketercapaian pengentasan kemiskinan dan kelaparan memberikan gambaran bahwa kebijakan pangan menjadi suatu isu strategis yang dapat memberi andil pada tingkat kesejahteraan suatu bangsa. Kebijakan pangan yang menjadikan sebagai makanan pokok bagi seluruh sebagian masyarakat Indonesia telah merubah sistem pertanian dan pola konsumsi lokal masyarakat yang selama ini sudah melekat. Ketergantungan pada beras yang tinggi telah memberi efek pada tingkat kesejahteraan petani dan kecukupan gizi masyarakat. (NI)

Sumber :

Bappenas. 2010. Laporan Pencapaian Tujuan Pembangunan Milenium Indonesia 2010. Diunduh dari

http://www.bappenas.go.id/node/118/2814/peta-jalan-percepatan-pencapaian-tujuan-pembangunan-milenium-di-indonesia/

BPS. 2012. Perkembangan Beberapa Indikator Utama Sosial Ekonomi Indonesia 2012. Jakarta : BPS

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi

BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply