Peranan Sustainability Accounting Report dalam Pembangunan Berkelanjutan: Analisis Keselarasan Interaksi Ekonomi terhadap Ekologi
Dec 27, 2013
Pulau Konservatif dan Bank Genetik Hewan Indonesia
Jan 3, 2014

Pemanfaatan Teknologi Plasma untuk Mengatasi Polusi Udara yang Diakibatkan oleh Asap Pembakaran Sampah

Volume sampah di Indonesia selalu mengalami peningkatan,  hal ini diakibatkan karena pertambahan penduduk di negara tercinta ini selalu mengalami peningkatan setiap tahunnya. Misalnya saja di Kota Semarang, Jawa Tengah volume sampah telah mencapai 800 ton per hari (Anonim, 2013). Sampah yang dibuang terus – menerus tanpa ada pengelolahan yang maksimal dapat menimbulkan pencemaran lingkungan.

Banyak permasalahan yang dapat ditimbulkan dari pencemaran lingkungan sehingga aktifitas manusia pun dapat terganggu. Sampah hasil aktifitas manusia ini didominasi oleh sampah anorganik yang tidak bisa terurai dalam tanah. Solusi yang ada saat ini adalah dengan membakar sampah tersebut, karena dianggap sebagai solusi yang paling efektif dan efisien.

dust burn gettyimages

Sumber ilustrasi: gettyimages.com

Pembakaran sampah akan mengakibatkan banyak masalah, karena proses pembakaran memerlukan gas O2 di alam, padahal gas O2 adalah gas yang sangat diperlukan oleh manusia untuk bernafas. Jika pembakaran yang terjadi adalah pembakaran sempurna maka akan menghasilkan gas CO2. Gas CO2 ini  akan menimbulkan efek rumah kaca. Jika pembakaran yang terjadi adalah pembakaran tidak sempurna maka akan menghasilkan gas CO yang berbahaya jika terhirup oleh manusia.

Asap yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga berbahaya, karena masalah yang dihadapi tidak hanya pada sampah anorganik, tetapi juga muncul dari sampah organik. Saat pembakaran berlangsung, terdapat banyak partikel yang tidak terbakar yang akan berterbangan dan menghasilkan reaksi kimia yang dapat menghasilkan senyawa hidrokarbon berbahaya.

Selain itu gas yang dihasilkan dari pembakaran sampah juga dapat merusak atmosfer bumi. Gas tersebut adalah senyawa chlor, yang dihasilkan dari pembakaran plastik. Melihat banyak sekali dampak yang ditimbulkan oleh sampah, terutma pada proses pembakran sampah, maka diperlukan suatu teknologi ramah lingkungan yang dapat menyelesaikan masalah tersebut yaitu dengan menggunakan teknologi plasma.

Teknologi plasma ini dapat menurunkan gas polutan hasil pembakaran berupa COx, SOx, dan NOx melalui proses ionisasi selain itu plasma juga dapat digunakan untuk membunuh virus dan kuman yang ada di udara (Fridman, 2010). Teknologi  plasma dapat dibangkitkan dengan menggunakan dua buah elektroda yang dihubungkan dengan sumber tegangan tinggi. Di dalam reaktor plasma  akan timbul lucutan elektron yang dapat mengionisasi gas-gas  yang dilewatkan.

Elektron-elektron ini mengionkan atom-atom netral gas tersebut, yang akan menghasilkan plasma. Elektron-elektron bertenaga tinggi juga dapat meghasilkan suhu yang sangat tinggi. Hal ini dapat mempertahankan konsentrasi tinggi ion-ion dan elektron-elektron pembentuk plasma tersebut sehingga apabila asap hasil pembakaran sampah melewati reaktor plasma, maka asap hasil pembakaran tersebut dapat terionisasi dan kadar polutannya menjadi berkurang.

Indonesia sebagai negera yang kaya akan sampah memerlukan suatu teknologi plasma yang dikemas dalam bentuk tempat pembakaran sampah, agar kadar polutan yang ditimbulkan oleh aktifitas pembakaran sampah dapat berkurang. Tempat pembakaran sampah yang telah dilengkapi dengan teknologi plasma ini dengan dimensi panjang 3,00 m, lebar 2,00 m dan tinggi 3,00 m.

Bagian atas dari tempat pembakaran sampah ini dipasang suatu cerobong yang didalamnya terdapat sebuah elektroda yang dihubungkan dengan pembangkit tegangan tinggi. Lucutan yang timbul pada kedua elektroda ini yang akan mengionisasi asap hasil pembakaran sampah tersebut. Pada salah satu sisi tempat pembakaran sampah ini dilengkapi dengan sebuah pintu sebagai tempat masuknya sampah, selain itu terdapat lubang – lubang kecil sebagai tempat sirkulasi udara pada ketiga sisi yang lainya. Agar asap hasil pembakaran sampah tersebut keluar melalui cerobong asap maka dibagian dalam dipasang kipas angin yang menghadap keatas untuk mengarahkan asap ke cerobong, dengan demikian asap hasil pembakaran sampah yang keluar melalui cerobong memiliki kadar polutan yang rendah.

Tatin Suhartatin

Mahasiswa Jurusan Fisika, Fakultas Sains dan Matematika, Universitas Diponegoro

 

 

Referensi:

Anonim,2013.http://www.suaramerdeka.com/v1/index.php/read/cetak/2013/09/11/236409/Volume-Sampah-Memprihatinkan, diakses pada tanggal 10 desember 2013, 09.33.

Fridman, 2010. “Plasma Chemestry”. New York: Cambridge University Press.

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

3 Comments

  1. Debi Kris says:

    Penelitiannya keren mbak

  2. Gie Ono says:

    gambar pembuatan pembakara sasmpahnya ada ngak non,saya mengalami masalah pembakaran sampah.

Leave a Reply