Bukan (Sekedar) Diet Kantong Plastik
Mar 31, 2016
Mari Mengenal Kopi Indonesia
Apr 2, 2016

Pakan Kambing, Jawaban untuk Bisnis yang Menjanjikan

Sumber Ilustrasi: extension.missouri.edu

Sumber Ilustrasi: extension.missouri.edu

Pakan komersial di Indonesia saat ini umumnya masih didominasi oleh perusahaan pakan asing yang kualitasnya sudah dipercaya masyarakat sejak lama. Pakan unggas merupakan jumlah pakan komersial terbesar dalam sektor industri pakan ternak di Indonesia. Dilansir dalam situs resmi kedua pabrik pakan terbesar di Indonesia, yakni Charoen Pokphand dan Cargill, kedua perusahaan tersebut hanya menjual pakan untuk ternak unggas, sapi, babi, dan ikan.

Charoen Pokphand merupakan produsen pakan untuk ayam broiler, ayam layer, ayam aduan, ayam kampung, puyuh, itik, sapi, dan babi. Sedangkan, Cargill memproduksi pakan untuk ayam broiler, layer, bebek, itik, angsa, merpati, ikan, dan babi. Berdasarkan data tersebut, sangat jelas terlihat bahwa belum adanya perusahaan pakan di Indonesia yang memproduksi pakan kambing.

Padahal, beberapa perusahaan pakan di dunia yang negaranya memiliki populasi kambing yang rendah justru memproduksi pakan kambing dengan jumlah yang tinggi. Amerika Serikat, Kanada, Mexico, India, dan China merupakan lokasi beberapa perusahaan pakan yang menjadi pemasok pakan kambing di dunia, dan Amerika merupakan wilayah dengan jumlah perusahaan pakan kambing terbanyak. Perusahaan tersebut antara lain adalah Purina Feeds, Nutrena, Kent Feeds, Acco Feeds, ADM, Vishwa, Kokan, dan Chengduscipro. Chengduscipro merupakan produsen pakan kambing satu-satunya di wilayah Asia, tepatnya di China.

Berdasarkan data aktual tersebut, mahasiswa peternakan khususnya yang terfokus dalam jurusan Ilmu Nutrisi dan Teknologi Pakan tentunya sangat berpeluang untuk membuka suatu usaha yang aplikatif dengan bidang ilmu yang
dipelajarinya. Membekali diri dengan idealisme cinta tanah air merupakan pondasi yang harus dibangun untuk mengejar ketertinggalan Indonesia di sektor peternakan, khususnya di bidang pakan.

Peluang pasar Indonesia untuk memproduksi pakan kambing sangatlah besar, menimbang tingginya populasi kambing dunia saat ini. Berdasarkan data populasi kambing dunia yang dirilis oleh Aziz (2010) dalam The World Goat Populations and Their Productivity, populasi kambing dunia terbesar berada di wilayah Asia yaitu sebesar 514.4 juta ekor. Sedangkan Amerika yang memiliki jumlah perusahaan pakan kambing terbanyak di dunia, hanya memiliki populasi kambing sebesar 9 juta ekor saja yang bahkan jumlahnya lebih sedikit dibandingka Indonesia yang memiliki populasi kambing sebesar 15.8 juta ekor.

Berdasarkan data dari Badan Pusat Statistik (BPS) tahun 2013, Jawa Timur merupakan wilayah dengan populasi kambing terbesar di Indonesia yang jumlahnya mencapai 3.92 juta ekor, dan diikuti oleh Propinsi Jawa Tengah
dengan populasi kambing sebesar 2.94 juta ekor. Bertitik tolak dari data tersebut, perencanaan produksi pakan kambing dapat dimulai dengan memilih lokasi produksi. Jawa Timur tentunya dapat dijadikan pilihan awal untuk merencanakan sebuah pembangunan yang menjadi pusat pabrik pakan kambing.

Perancangan dan perencanaan dalam melakukan suatu usaha memang membutuhkan data spesifik yang dapat dijadikan acuan untuk melakukan pengambilan keputusan yang dikategorikan ke dalam critical success factor (CSF). Beberapa kategori CSF yang umum digunakan untuk merencanakan pembangunan perusahaan pakan antara lain adalah ketersediaan pasar, kedekatan dengan bahan baku, akses transportasi, kapasitas listrik, dan tenaga kerja.

Analisis CSF yang didasarkan pada pembobotan setiap kategori tersebut selanjutnya dikalkulasikan untuk mendapatkan hasil dengan risiko terkecil. Setelah memperoleh lokasi, langkah selanjutnya yang harus jeli untuk dikaji adalah kapasitas produksi dan analisis usaha dari segi ekonomi yang harus terproyeksikan dalam laporan arus kas, neraca usaha, dan perhitungan laba-ruginya. Oleh karena itu, disiplin ilmu dalam dunia kerja memang perlu disosialisasikan kembali kepada para calon sarjana guna meningkatkan jumlah ahli dalam berbagai bidang yang spesifik.

Isma Firliani
Isma Firliani
Mahasiswa Program sarjana, Institut Pertanian Bogor 2012, Departemen Nutrisi dan Teknologi Pakan, Fakultas Peternakan yang hobi menggambar sketsa (sketching). Saat ini, menjadi bagian dari Staff of Community Development di UKM Forum for Scientific Studies (Forces IPB) dan Staff of Internal Divison dari Local Commite Indonesian Green Action Forum (IGAF) IPB. Tertarik mengenai penyelamatan lingkungan, pengembangan peternakan, dan sumber energi terbarukan.

Leave a Reply