Mahasiswi IPB Ciptakan Celana Dalam Wanita Tanpa Pembalut yang Ramah Lingkungan
Jul 27, 2016
Hidung Mancung atau Pesek? Begini Kata Ilmuwan
Jul 29, 2016

Osmart, Alat Pengasin Telur Inovatif dari Brawijaya

Telur Asin via zonamakan.blogspot.com

Telur Asin via zonamakan.blogspot.com

Telur Asin via zonamakan.blogspot.com

 

Pernah mencoba telur asin? Telur asin adalah makanan berbahan dasar telur bebek yang diawetkan dengan cara diasinkan. Telur bebek digunakan karena telur ini memiliki keunggulan yaitu nilai gizi lebih tinggi, masa simpan lebih lama, cangkang lebih tebal, dan pori-pori telur yang lebih besar.

Selama ini proses pengasinan telur bebek masih banyak menggunakan cara konvensional. Media bubuk batu bata seringkali digunakan untuk mengasinkan telur. Namun, proses produksi tersebut memakan waktu lama dan hanya bisa memenuhi sepertiga permintaan pasar yang terus meningkat setiap tahunnya. Permasalahan itulah yang melatarbelakangi lima mahasiswa Teknik Pertanian Universitas Brawijaya (UB) membuat mesin pengasin telur.

Osmotic Salted Egg Maker Technology (Osmart), mesin pengasin telur berbasis osmosis menggunakan tekanan udara dengan sumber dari kompresor diciptakan lima mahasiswa Universitas Brawijaya Ahmad Habib Elfikri, Syaifa Nuraini, Danuh Kanara, Amilia Choirurachma, dan Sri Mursyidah.

Saat uji coba di salah satu desa di Kota Batu, Osmart terbukti mampu mengasinkan 300 butir telur bebek dalam waktu tiga hari. Padahal dengan metode konvensional, butuh waktu 10-14 hari. Mesin ini terbukti berhasil meningkatkan kapasitas produksi telur asin.

Mesin yang diikutkan dalam Program Kreativitas Mahasiswa bidang Teknologi (PKM-T) tahun 2016 ini sekarang sedang menjalani proses untuk mendapatkan hak paten. Menurut keterangan Amilia Choirurachma, pengurusan hak paten sedang diurus melalui LPPM UB.

Mengingat mesin ini akan sangat membantu untuk UKM dan industri rumahan, Amalia dan rekan-rekannya berharap mesin ini dapat diproduksi secara masal di Indonesia. (NMY)

Nur Maulana Yusuf
Nur Maulana Yusuf
Lulusan Institut Pertanian Bogor yang tertarik dengan dunia media, teknologi, serta sosial ekonomi di Indonesia. Saat ini menjadi bagian dari Masyarakat Ilmuwan dan Teknolog Indonesia (MITI).

Leave a Reply