Kebangkitan Pelayanan Publik Melalui Inovasi Pelayanan Paspor
Jun 20, 2016
4 Inovasi yang Akan Membantu Ibu Merawat Bayi
Jun 22, 2016

Mulut Sehat dan Segar dengan Obat Kumur Minyak Jeruk Purut Inovasi Mahasiswa UGM

Meminum Obat Kumur via summberleadental.com

Meminum Obat Kumur via summberleadental.com

Meminum Obat Kumur via summberleadental.com

Pernahkah kamu merasa mulut kering dan terasa seperti terbakar? Tentu keadaan ini akan membuat kita merasa sangat tidak nyaman, terlebih lagi jika hal ini terjadi ketika kita sedang beraktifitas yang mengharuskan untuk berkomunikasi dengan orang lain. Untuk mengatasi hal ini, mahasiswa Universitas Gajah Mada punya solusinya.

Berbekal ilmu yang mereka peroleh saat kuliah, lima mahasiswa Universitas Gajah Mada (UGM) yaitu Meta Juniatik, Fransisca Priskaningtyas Wulandari, Khoirunnissa Hidayati, Na’imatul Munawaroh, dan Nurul Pangestuti berhasil membuat inovasi obat kumur. Kelimanya berasal Fakultas Farmasi.

Obat kumur buatan Meta dan kawan-kawan memiliki beberapa kelebihan. Diantaranya yaitu bermanfaat untuk mengobati jamur penyebab infeksi pada rongga mulut yang terjadi karena pertumbuhan abnormal jamur Candida albicans, aroma dan rasanya juga menyegarkan, serta lebih aman karena tidak memakai alkohol. Obat kumur tersebut berbahan dasar minyak jeruk purut dan minyak serai.

Pertumbuhan jamur Candida albicans dapat mengakibatkan rasa tidak nyaman karena menimbulkan mulut kering serta terasa terbakar. Oleh karena itu, minyak jeruk purut dan minyak serai dipilih karena ternyata telah terbukti lebih efektif serta memiliki aktivitas antifungi (daya hambat jamur) tujuh kali lebih efektif bila dibandingkan dengan zat lain yang dapat mengontrol pertumbuhan jamur Candida albicans.

Untuk membuat obat kumur tersebut, pertama-pertama Meta dan kawan-kawan membuat formulasi dari minyak jeruk purut dan minyak serai. Setelah mengkombinasikan kedua minyak tersebut, dengan menggunakan Water Titration Method diformulasikan menjadi suatu sediaan nanoemulsi (formula mouthwash) yang stabil dan jernih untuk selanjutnya dilakukan optimasi minyak kombinasi dan VCO. Selanjutnya, formula terbaik dikarakterisasi kemudian dilakukan pemeliharaan kandungan senyawa kimia minyak atsiri dalam formula dan diuji aktivitas antikandidanya.

Kedepannya masih diperlukan beberapa pengujian lanjutan seperti pengujian toksisitas formula nanoemulsi supaya bisa dikembangkan menjadi mouthwash anti kandidiasis oral yang digunakan untuk terapi kandidiasis oral alternatif yang aman, efektif, dan nyaman. Kandiasis merupakan infeksi jamur yang disebabkan oleh jamur spesies Candida. Pengujian lain yang diperlukan ialah pengujian iritasi primer. (AS)

Anis Sa'adah
Anis Sa'adah
Mahasiswa semester 4 jurusan Teknik Metalurgi dan Material Universitas Indonesia. Bergabung dalam Nano Research Society FTUI

Leave a Reply