Kedelai: Makanan Potensial Berprotein Tinggi
Jan 30, 2013
Penurunan Muka Tanah Kota, The Silent Killer
Jan 31, 2013

Normalisasi Sungai: Upaya Penanggulangan dan Pencegahan Banjir

Normalisasi Sungai

Normalisasi Sungai

Sungai-sungai yang mengalir melewati Jakarta hanya memiliki daya tampung sekitar sepertiga dari volume guyuran air yang masuk ke badannya. Dengan kondisi seperti itu, dapat dipastikan jika hujan mengguyur Jakarta, air akan meluap dan menggenangi wilayah di sekitar aliran sungai. Apalagi pada saat curah hujan tinggi seperti yang terjadi pecan lalu. Sebanyak 82 kelurahan (di 33 kecamatan) dari 267 kelurahan yang ada di Jakarta tergenang.

Mengecilnya kapasitas sungai dikarenakan terjadinya pendangkalan dan penyempitan badan sungai, baik karena faktor alam maupun ulah manusia. Salah satu yang sering menjadi penyebab, misalnya adalah menjamurnya rumah di bantaran sungai. Agar air tak meluap, normalisasi sungai menjadi salah satu solusi di antara solusi-solusi yang ada seperti drainase mikro, dan pembangunan sumur resapan. Ada 13 sungai mengalir melalui Jakarta yang harus diperlebar dan diperdalam. Sungai-sungai tersebut antara lain: Kali Aluran, Kali Grogol, Kali Krukut, Kali Malang, Kali Mokevert, Kali Sunter, Kali Tengah, Kali Semanan, Kali Udang, Kali ANgke, Kali Ciliwung, Kali Cipinang, dan Kali Pesanggrahan.

Normalisasi sungai adalah suatu metode yang digunakan untuk menyediakan alur sungai dengan kapasistas mencukupi untuk menyalurkan air, terutama air yang berlebih saat curah hujan tinggi. Tujuan normalisasi sungai antara lain untuk keperluan navigasi, melindungi tebing sungai karena erosi (kikisan), atau untuk memperluas profil sungai guna menampung banjir–banjir yang terjadi.

Proyek normalisasi sungai mencakup pengerasan dinding sungai, pembangunan sudetan, pembuatan tanggul dan juga pengerukan. Pengerasan atau penguatan tebing sungai dilakukan dengan pembetonan dinding atau dengan pemasangan batukali, sudetan dilakukan dengan membuat sungai baru yang lurus dengan lintasan terpendek. Sedangkan pembuatan tanggul dilakukan dengan timbunan tanah atau dengan dinding beton yang dipasang memanjang di lokasi–lokasi bergeografi rendah yang rawan banjir.

Beberapa Negara telah melakukan proyek normalisasi sungai untuk menjaga agar tidak terjadi banjir di negaranya. Salah satunya adalah Kanada, dengan system pertahanan banjir yang dapat ditemukan di Provinsi Manitoba, di mana Sungai Red mengalir dari Amerika Serikat ke utara melewati Kota Winnipeg sampai Danau Winnipeg. Untuk melindungi kota dari banjir, pemerintah Manitoba melakukan pembangunan tanggul sungai. Sistem ini mampu melindungi kota Winnipeg dari banjir pada tahun 1997, yang merendam wilayah sekitar Sungai Red seperti  Grand Forks, North Dakota dan Ste. Agathe, Manitoba.

Red River

Walau sudah terlindungi, Sungai Red tetap menjadi ancaman bagi Winnipeg pada tahun-tahun mendatang saat musim penghujan datang. Untuk itu, sistem normalisasi sungai terus digalakan di wilayah ini. Sistem normalisasi sungai yang diaplikasikan pada Sungai Red di Winnipeg mencakup perluasan saluran pengendali banjir (Red River Floodway). Dengan cara ini debit banjir pada alur sungai utama, dikurangi dengan mengalirkan sebagian debit banjir melalui saluran banjir atau floodway.

Hal ini hanya dapat dilakukan apabila kondisi setempat sangat mendukung. Misalnya, terdapat saluran alam yang dapat digunakan sebagai jalur floodway, sehingga tidak ada masalah dengan pembebasan tanah dan lain-lain. Selain itu, pemerintah wilayah Winnipeg juga mengupayakan beberapa cara lain untuk menghindarkan daerahnya dari banjir seperti: mempertinggi jembatan yang ada pada sungai, membuat konstruksi bendungan di Ste. Agathe, mempertinggi tanggul utama sungai, dan mengupayakan sistem pemeliharaan sungai. Upaya-upaya tersebut terangkum dalam International Joint Commission Flood Protection for Winnipeg. (RAP)

Daftar Referensi:

Cahyono AT. Perencanaan Pengendalian Banjir Kali Kemuning, Sampang. [Skripsi]. Institut Teknologi Sepuluh November Surabaya.

Handianto J. 2013. Wujudkan Megapolitan Anti-Banjir. Majalah Gatra. No. 12 Tahun XIX. Hal: 90-93.

Karen R, Kathleen M. Macek-Rowland, Tara A. Banse, and Gregg J. Wiche. 2007.A History of Flooding in the Red River Basin.The U.S. Geological Survey (USGS)  [Terhubung Berkala]. http://pubs.usgs.gov/gip/2007/55/pdf/finalWebGIP55.pdf

Konzamanis, Graumman, Smith. 1999. Flood Protection for Winnipeg. International Joint Commission Flood Protection for Winnipeg. http://www.floodwayauthority.mb.ca/pdf/floodprotection/finalreport_part1and2dec1999%20.pdf

Sabarudin. 2007. Normalisasi Sungai Perlu Perencanaan Komprehensif Dan Terpadu. [Terhubung Berkala]. http://sabaruddin-transport.blogspot.com/

Sudarman. 2011. Rekayasa Sungai. [Terhubung Berkala]. http://sudarman28.blogspot.com/2011/09/rekayasa-sungai.html

Sumber Gambar:

http://kabarlabura.com/read/25/10/2012/1/1009/proyek-normalisasi-sungai-aek-kuo-rugikan-warga.html

http://waterengnet.com/2011/city-of-winnipeg-and-red-river-flooding/

Beranda Inovasi
Beranda Inovasi
BERANDA INOVASI adalah portal online yang menyajikan informasi di bidang teknologi inovasi, artikel ilmiah populer, dan isu-isu seputar pangan, energi, serta lingkungan.

Leave a Reply