Geliat Gerakan Ketahanan Pangan (Bagian 1)
Jun 30, 2016
Belajar Geosains Lebih Mudah dengan Geo-Min dari Mahasiswa UGM
Jul 2, 2016

NIMA: Penguji Makanan untuk Kamu yang Alergi Gluten

Nima via LiveScience.com

Nima via LiveScience.com

Nima via LiveScience.com

Bagi sebagian orang yang memiliki alergi terhadap gluten dalam makanan, makan di restoran merupakan mimpi buruk bagi mereka. Mereka akan mengecek seluruh menu dan label makanan secara teliti atau menginterogasi pelayan mengenai kandungan dari makanan yang disajikan. Atau lebih parahnya lagi, mereka akan membawa bekal makanan dari rumah kemanapun mereka pergi. Seakan tidak percaya dengan makanan di luar rumah. Hal ini tentu sangat merepotkan di zaman ini.

Berawal dari keresahan ini, sekarang pun sudah banyak menu-menu restoran dan toko-toko yang menyediakan makanan bebas gluten. Namun, bisa kah semua label ini dipercaya sepenuhnya?

Para penderita alergi gluten kini tidak perlu lagi khawatir mengenai hal-hal yang telah disebutkan di atas. Kini telah hadir sebuah perangkat yang bisa dibawa ke mana-mana dan pas untuk ukuran kantong atau dompet kita.

Seperti dilansir dalam livescience.com, perangkat yang diciptakan oleh startup asal San Fransisco bernama 6SensorLabs ini bisa mengetes berapa persen kandungan gluten di dalam makanan dan hasilnya dapat langsung terlihat hanya dalam beberapa menit. Alat pendeteksi gluten portable ini disebut dengan Nima.

Nima ini merupakan hasil dari kerjasama sebuah tim yang terdiri dari MIT, Stanford University, Google, dan Nike. Hasil kerjasama ini menghasilkan alat yang terbaik dalam bidang kimia, teknik, dan desain dari Nima ini sendiri.

Dalam website resminya, Nima dikatakan dapat melakukan tes pada hampir semua jenis makanan, mulai dari sup dan saus sampai dengan bahan-bahan yang digoreng dan dipanggang.

Pengambilan sampel makanannya pun tidak perlu repot karena hanya dibutuhkan sebuah potongan kecil dari makanan yang akan diuji. Nima akan menunjukkan wajah tersenyum pada layarnya jika makanan tersebut mengandung kurang dari 20 ppm gluten dan wajah cemberut jika glutennya lebih dari itu. (CR/LiveScience)

Cika Ramadini
Cika Ramadini
Mahasiswa UI tingkat kedua di jurusan Teknik Metalurgi dan Material. Sedang aktif dalam organisasi yang bergerak di bidang sosial pendidikan bernama Technique Informal School.

Leave a Reply